Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Surat Wasiat


__ADS_3

"Saya belum mendapatkan bukti rekaman CCTV yang menujukkan ada orang lain yang bersama Anda saat bertemu Menteri XY, Tuan," ucap Hendra memberi laporan.


"Bekerjalah lebih ekstra, Pak. Bantulah saya untuk keluar dari sini. Perusahaan sangat membutuhkan saya dan saya tidak mau kembali mengecewakan papa," pinta Mahesa tampak lesu.


Baru beberapa hari di penjara, penampilan Mahesa sudah jauh berbeda. Badannya mulai tampak mengecil dengan wajah yang tidak sesegar dahulu. Ya, wajah pria itu selalu kelihatan lemah karena banyak pikiran,


"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, Tuan. Walaupun beberapa orang menutup akses bukti-bukti Anda tidak bersalah," kataHendra.


"Untuk masalah perusahaan Nona Delina dibantu Ferdi yang akan menghandel semuanya. Anda fokus saja kepada penyidikan yang dilakukan kepada Anda,"saran Hendra.


***


Delina dan Lily sudah berusaha menghadang Maharani. Namun, perempuan itu nekad masuk ke dalam rumah Keluarga Mahesa. Segera Delina dan Lily mengikuti langkah Maharani yang menuju ke lantai dua. Tepatnya ke ruang kerja milik Mahesa.


"Ngapain kalian ngikutin aku?" sentak Maharani.


"Apa yang akan Anda lakukan, Nyonya?" tanya Lily.


"Ada urusan apa kamu tanya-tanya? Ini rumahku dan kamu hanya pengawal yang tidak berhak tanya seperti itu," kesal Maharani.


"Justru karena saya pengawal, saya harus mengamankan rumah ini."

__ADS_1


Maharani tak menggubris ucapan Lily. Perempuan itu mengacak-acak ruangan kerja Mahesa, sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Tetapi tidak kunjung dia temukan, sehingga membuatnya kesal sendiri.


"Kok enggak ada sih," gumam Maharani dengan terus menyibak berkas-berkas yang ada di laci.


"Biasanya kan ada di sini."


Maharani mencoba mengingat-ingat lagi di mana berkas-berkas penting itu kemungkinan berada. Dia pun segera menuju kamar Atmajaya, karena Maharani tahu disana ada brangkas tempat menyimpan barang-barang berharga.


"Minggir!" sentak Maharani kepada Delina dan Lily yang berdiri di depan pintu, menghalangi jalannya.


"Anda mau kemana lagi Nyonya?" tanya Lily yang merentangkan tangannya menghalangi langkah kaki Maharani.


Berulang kali Maharani memencet angka yang merupakan password brangkas Atmajaya. Rupanya password-nya sudah diganti. Tak pantang menyerah Maharani mencoba beberapa angka yang kemungkinan menjadi password brangkas tersebut.


Sebuah senyuman tersungging dari bibir perempuan itu tatkala brangkas dapat dibuka. Dengan bangganya dia bergumam, "Jangan main-main dengan Maharani."


Setelah ditelisik satu demi satu berkas yang dia temukan. Maharani kembali marah karena semua berkas yang ada di dalam brangkas itu hanyalah kertas kosong dan beberapa berkas fotocopy-an.


"Katakan dimana berkas-berkas penting milik keluarga ini?" tanya Maharani mendekat kearah Delina.


Dengan polosnya Delina menggelengkan kepalanya. Jujur saja dia tidak tahu apa yang sedang dicari oleh Maharani. Diraihnya baju Delina dan dicengkeramnya dengan kuat dagu Delina. Maharani berkata dengan penuh penekanan, "Cepat katakan dimana berkas-berkas penting itu?"

__ADS_1


Kebetulan Lily sedang tidak berada disamping Delina. Pengawal Delina itu keluar dari kamar sebentar untuk memanggil Ferdi. Dan sekembalinya mereka ke kamar Atmajaya langsung disuguhkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Maharani.


"Nyonya! Lepaskan Nona Delina!" gertak Ferdi dengan sangat keras. Seketika pria itu langsung menyelamatkan Delina dari cengkeraman tangan Maharani.


Ferdi memelintir lengan tangan Maharani agar tidak bisa melawan. Tentu saja tindakannya itu membuat Maharani marah dan berteriak.


"Tolong semuanya tenang terlebih dahulu," ucap seseorang yang baru saja tiba di kamar itu. Perlahan Ferdi melepaskan lengan tangan Mharani. Semua mata menatap kearah orang yang baru saja datang itu.


"Nyonya Maharani ... apa ini yang Anda cari?" tanya Hendra menujukkan beberapa berkas.


"Tetapi Anda terlambat Nyonya. Semua berkas-berkas ini sudah berpindah kepemilikan," lanjutnya menerangkan.


"Anda tidak akan mendapat warisan apa-apa dari Tuan Atmajaya. Karena Tuan Atmajaya sudah menuliskan surat wasiat yang dititipkan kepada saya."


Hendra tampak berwibawa dalam menyampaikan pesannya. Sesekali senyuman tipis keluar drai bibirnya, "Semua harta warisan Tuan Atmajaya diserahkan kepada ..."


###


Kayaknya semua bisa menebak warisan akan diberikan kepada siapa. Tetapi yang tidak bisa ditebak adalah kenapa warisan itu diberikan kepada orang itu. Coba kita baca next bab. Jawabannya ada disana.


🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2