
Setelah kedatangan Nenek Suti yang ikut tinggal di rumah mewah itu. Rumah itu semakin ramai dengan kedatangan dua anak kecil yang akan tinggal disana juga. Dia adalah Keina dan Daiki yang usianya enam dan tujuh tahun. Keduanya adalah anak dari Venya dan Gin.
"Daiki sudahlah jangan lari-larian terus tante capek," keluh Delina ngos-ngosan mengejar Daiki.
"Ah, tante gitu saja sudah capek," ledek Daiki terus berlari.
"Ayo kejar lagi Tante," lanjutnya.
"Sudah ya. Kita makan siang dulu," ajak Delina yang langsung ditolak oleh Daiki.
"Enggak mau Tante! Kita main dulu," tolak Daiki.
Meskipun senang rumahnya menjadi ramai. Tetapi Delina juga merasa capek setiap hari diajak main oleh kedua ponakannya itu. Belum lagi mengurus dua bayi yaitu El dan Sahira. Tetapi Delina senang menjalani itu semua, tidak menganggap sebagai beban.
"Keina ... Daiki ... ayo makan dulu," ajak Delina sekali lagi.
"Tante tidak akan nganterin kalian berdua ketemu mama kalau kalian enggak mau nurut sama tante," ancam Delina.
"Kapan kita ketemu mama, Tante?" sahut Keina.
"Aku sudah tidak sabar ketemu mama," teriak Daiki senang.
Kedatangan dua anak itu ke Indonesia salah satunya adalah bertemu dengan mamanya yang masih ada di dalam penjara. Keduanya datang drai Jepang diantarkan oleh dua pengasuh mereka yang orang asli Indonesia, tetapi bekerja di Jepang.
__ADS_1
"Makanya ayo nurut dulu sama tante. Secepatnya tante akan ajak kalian bertemu dengan mama," ujar Delina mengajak keduanya ke meja makan.
"Tante janji ya akan anterin kita ketemu mama?" ucap Daiki menyodorkan kelingkingnya.
"Beneran ya Tante?" Keina juga mengikuti aksi kakaknya.
"Iya ... janji," ucap Delina menautkan kelingkingnya ke kelingking keduanya secara bergantian.
**
Sejak jauh hari Mahesa dibantu Hendra meminta perizinan untuk membawa dua anak Venya menjenguk mamanya. Dan beberapa hari kemudian, izin itu pun turun, Mahesa ditemani Delina mengantarkan Daiki dan Keina bertemu dengan Venya.
"Horeeee ketemu mama," teriak Daiki berlari ke dalam mobil.
"Daiki ... Keina ... hati-hati. Enggak usah lari!" seru Delina memperingati.
"Nanti kalau disana dan ketemu mama jangan pada teriak dan nakal ya," pesan Delina kepada dua bocah itu.
Keduanya menganggukkan kepalanya secara bersamaan. Mereka tampak senang sekali akan bertemu dengan Venya. Bahkan sejak bangun tidur tadi pagi mereka beres-beres dan bersiap diri sendiri. Maklumlah sudah lama mereka tidak bertemu dengan Venya. Dan pastinya mereka sangatlah kangen dengan mamanya itu.
"Sayang kau tidak ikut masuk?" tanya Mahesa di depan pintu ruang kunjungan.
"Emh ... a-aku nunggu disini saja," jawab Delina yang diangguki kepala oleh Mahesa.
__ADS_1
Delina menunggu di ruang tunggu merangkap ruang informasi. Dinding kaca sebagai pemisah antara ruang tunggu dan ruang kunjungan di lapas itu. Jadinya apa yang terjadi di dalam sana, Delina bisa menyaksikannya dengan jelas.
"Mama!" Seru Keina dan Daiki bersama yang langsung menghambur ke dalam pelukan Venya.
"Sayang kalian apa kabar?" tanya Venya kaget dengan kedatangan semuanya.
"Mahesa?" ucapnya tersenyum menatap adik kandungnya.
Maklum saja selama di penjara baru kali ini Venya mendapatkan kunjungan dari keluarganya. Bahkan Mahesa pun juga baru pertama kali mengunjunginya setelah Venya berkhianat padanya dan perusahaannya. Untuk sejenak Mahesa mencoba berdamai dengan kakak kandungnya itu.
"Wah kalian sudah besar ya, bagaimana nakal enggak di rumah sama papa?" tanya Venya.
Tampak ibu dan dua orang anak itu pun mengobrol banyak. Sementara Mahesa hanya menunggui mereka dan diam disamping mereka. Hingga waktu kunjungan habis dan mereka diharuskan untuk meninggalkan ruangan itu. Venya bersalaman dan tersenyum kepada dua anaknya dan Mahesa.
"Terima kasih ya," pungkas Venya menutup perjumpaan itu.
Tetapi senyumnya luntur saat tatapannya bertemu dengan tatapan Delina yang melihatnya dari balik dinding kaca. Mendadak Venya memberikan tatapan tajam nan sinis kepada Delina. Membuat Delina bingung harus merespon seperti apa. Dia hanya menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan tajam Venya.
"Tuh kan Kak Venya masih marah kepadaku," gumam Delina.
###
Apa tanggapan kalian dengan Venya yang tetap memberikan tatapan tidak bersahabat kepada Delina? Apakah benar jika Venya masih merasa dendam dan marah kepada adik iparnya itu?
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.