Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Hanya Satu Bukti


__ADS_3

Seminggu berlalu Mahesa menanyakan kabar mengenai Michel. Rupanya pria itu sudah mengirimkan bukti untuk membuktikan bahwa dirinya adalah benar adik kandung dari Thomas. Tetapi bukti yang dia berikan tidak cukup untuk membuat Mahesa merasa percaya.


"Apa hanya sebuah foto yang dia berikan untuk bukti?" ulang Mahesa yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari asistennya.


"Yang benar saja dong," kesalnya.


"Saya sudah menyuruhnya untuk menunjukkan bukti kartu keluarganya saat masih kecil dulu. Mungkin darisanalah kita bisa menyimpulkan kebenarannya, Tuan," ucap Robby.


"Sejak awal aku sudah curiga dengan pria itu. Kita harus tetap hati-hati dalam menentukan sikap," sambung Mahesa.


Begitu pun dengan Robby yang memang sudah merasa janggal sejak awal kedatangan Michel. Dia merasa asing dengan nama tersebut selama dia menyelidiki asal usul Keluarga Thomas.


"Benar, Tuan. Saya tidak pernah tahu namanya ada pada silsilah Keluarga Pak Thomas," ucap Robby.


"Sudah sampai mana tugasmu?" tanya Mahesa laagi-lagi tentang tugas Robby untuk menyelidiki Keluarga Thomas.


"Jangan lama-lama. Mereka pasti sudah menyiapkan rencana untuk membuat drama baru dengan kita," lanjut Mahesa.


"Siap Tuan. Hari ini saya akan membuktikan bahwa Michel memang bukan anggota keluarga Pak Thomas," balas Robby.


"Saya izin melanjutkan pekerjaan saya," pamitnya yang mendapatkan anggukan kepala dari Mahesa.


Pagi-pagi Mahesa sudah merasa khawatir dengan kondisi perusahaannya. Bagaimana tidak khawatir jika tiba-tiba ada orang yang datang dan mengaku sebagai adik dari Thomas. Dimana modal perusahaan itu setengahnya memang milik Thomas. Mahesa takut jika dia salah melangkah dan memberikan harta milik Thomas pada orang yang salah.

__ADS_1


"Apa aku harus menceritakan ini kepada Delina?" pikirnya.


"Pasti Delina memiliki solusi bagus untuk menyelesaikannya," lanjutnya mempertimbangkan.


Dari beragam kasus masa lalu, memang istrinya itu selalu memiliki solusi yang snagat cerdas. Perempuan biasa itu bisa menyelesaikan beragam permasalahan yang berat. Selalu memiliki ide bagus yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Dan untuk masalah ini pasti Delina juga bisa menanganinya.


"Ah. Mahesa! Kau kan pria kenapa ketergatungan dengan istrimu!" sentaknya pada diri sendiri.


"Kau harus bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Jangan mengandalkan Delina," lanjutnya.


"Jangan menganggu kesibukan istrimu, Mahesa."


Selain sibuk mengurus rumah tangga. Mahesa membiarkan istrinya sibuk mengurus perkuliahannya yang dilakukan secara online. Atas usulan Atmajaya saat itu yang menyuruh Delina bekerja di perusahaan dan melakukan kuliahnya secara online. Kurang lebih empat tahun sudah kuliah itu berlalu dan beberapa bulan lagi Delina akan segera melaksanakan sidang kelulusan.


"Michel datang kembali ke perusahaan," lanjutnya memberi kabar.


Terdengar Mahesa berdecak kesal dengan kabar tersebut. Namun, dia tetap menyuruh pria itu masuk ke dalam ruangannya. Dan kini mereka sudah berkumpul di sofa ruang kerja milik Mahesa.


"Saya minta nama Thomas segera diganti dengan nama saya," ucap Michel membuka pembicaraan.


"Saya tunggu dalam kurun waktu satu bulan," lanjutnya.


"Saya sudah terlalu lama menunggunya."

__ADS_1


Mahesa mendengar permintaan konyol dari Michel itu dengan kesal. Tangannya saling bertautan dan mengepal erat. Dengan tatapan tajam menunjukkan ketidaksukaannya terhadap lawan bicaranya saat itu.


"Maaf,. Saya belum bisa mengubah semua itu secepat ini," balas Mahesa.


"Saya masih memerlukan bukti-bukti bahwa Anda memang benar adik kandung Pak Thomas," lanjut Mahesa.


"Saya sudah memberikan bukti itu. Apa kalian tidka percaya!" tegas Michel.


Mahesa menyunggingkan senyuman sarkas, "Apa cukup sebuah foto menjadi bukti? Saya masih menginginkan bukti valid dari pengakuan Anda."


"Saya juga sedang melakukan pencarian anak dari Pak Thomas," lanjut Mahesa.


"Saham milik Pak Thomas akan jatuh ke tangan anaknya," sambung Mahesa.


Mahesa dan Robby sedang bekerja keras untuk mencari keberadaan anak dari Thomas. Makanya dia tidak langsung memberikan saham itu kepada orang yang mengaku-ngaku sebagai adik dari Thomas. Kalau ada anak, kenapa saham jatuh ke tangan adik?


"Anak Thomas sudah tidak ada!" seru Michel.


###


Hah apa? Meninggal? Kira-kira beneran atau hanya bohongan? Coba dicek kebenarannya di bab berikutnya. hehe


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2