Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Bicara Empat Mata


__ADS_3

Dari penjelasan Michel mengatakan bahwa Bram, putra satu-satunya dari Thomas telah meninggal dalam kecelakaan. Katanya enam bulan yang lalu Bram mengalami kecelakan mobil hebat disebuah jalan tol. Kecelakaan itu membuat Bram tewaas seketika di tempat kejadian.


"Saya sudah menggali informasi dari kejadian tabrakan Bram saat itu, Tuan," ucap Robby memberitahu atasannya.


"Dari berita yang beredar tidak disebutkan bahwa pria bernama Bram meninggal saat itu juga," lanjutnya.


"Sepertinya memang kecelakaan ini sengaja dilakukan oleh orang-orang yang tidak suka dengan anak itu. Pertama, mobil yang dikendarai Bram bersama sopirnya tiba-tiba diserempet oleh dua mobil yang sepertinya sudah mengikuti dia sejak masuk pintu tol," jelasnya panjang lebar.


Mendengar cerita itu Mahesa langsung antusias dan menatap sang asisten. Keduanya pun duduk saling berhadapan di meja kerja mereka. Dan Robby kembali menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa Bram, anak dari Thomas.


"Mobil yang ditumpangi Bram sampai berbalik arah dan terpental beberapa meter ke arah berlawanana. Dan karena benturan yang sangat keras, mobil itu pun terbakar," lanjut Robby menjelaskan kejadian.


"Darisanalah mungkin Michel mengatakan bahwa Bram sudah meninggal akibat kecelakaan tersebut."


"Apa itu benar?" sahut Mahesa penasaran.


Robby menggelengkan kepalanya tanda dia tidak tahu akan kebenaran dari kabar tersebut. Namun, dari berita yang dia dapatkan polisi tidak menyebutkan korban meninggal di dalam mobil karena terbakar.


"Polisi sama sekali tidak menyebutkan nama Bram menjadi korbannya saat itu. Entahlah, Tuan kenapa nama Bram tidak disebutkan oleh pihak kepolisian," terang Robby.


"Sekarang segara kamu pergi ke kantor polisi yang menangani kasus tersebut untuk memastikannya," perintah Mahesa.

__ADS_1


"Siapa tahu masih ada kemungkinan Bram bisa melarikan diri atau bagaimana," imbuhnya.


Menuruti perintah Mahesa, Robby segera bergegas pergi ke kantor polisi yang dimaksud. Sementara itu Michel datang kembali ke perusahaan tersebut. Dia meminta untuk bicara empat mata, tanpa mengajak asisten mereka masing-masing.


"Kapan kau akan mengganti nama Thomas dengan namaku?" tanya Michel to the point.


"Kenapa kau begitu tergesa-gesa? Masih banyak waktu untuk mengurus itu semua," balas Mahesa masih dengan nada santai.


"Banyak waktu bagaimana? Keuntungan dari saham miliki kakakku sudah banyak. Mau kau apakan? Apakah mau kau masukkan ke dalam keuntungan pribadimu?" tuduh Michel.


Mahesa tertawa garing mendengar penuturan pria tersebut. Bisa-bisanya dia menuduhnya yang tidak-tidak. Padahal sekali pun Mahesa tidaj pernah mengambil uang yang bukan haknya. Dan keuntungan milik Thomas masih aman.


"Anda ini lucu sekali. Saya tidak mata duitan," ucap Mahesa.


"Saya keluarganya, lantas kenapa kau tidak memberikan uang dan saham itu kepada saya?" tanya Michel.


"Apa Anda mau sogokan? Saya akan memberikan beberapa persen dari keuntungan tersebut kepada Anda. Dengan syarat Anda harus segera membalikkan semua aset Thomas menjadi milik saya," pinta Michel.


"Anda mau berapa persen dari keuntungan itu? Saya akan memberikannya jika Anda segera melaksanakan perintah saya," lanjutnya.


Mahesa terperanjat kaget mendengar penuturuan Michel yang semakin mengada-ada. Semakin lama dibiarkan semakin ngelunjak saja pria itu.

__ADS_1


"Jangan mengira saya akan dengan mudah melakukan itu semua dengan iming-iming uang. Uang saya sudah banyak," ejek Mahesa tersenyum sarkas.


"Jangan sok suci!" sentak Michel disertai tawanya.


"Jangan berpura-pura kau tidak membutuhkan uang itu," lanjutnya meremehkan.


"Saya memang tidak membutuhkannya," balas Mahesa tidak mau kalah.


"Dan saya  juga tidak akan dengan mudahnya melakukan apa yang Anda minta."


Pria yang berada dihadapan Mahesa sudah mulai emosi. Tangannya sudah mengepal erat dan ingin rasanya memukul Mahesa yang terlalu belagu menurutnya.


"Ingat Mahesa! Aku sudah mengetahui kelemahanmu. Dan aku bisa menghancurkan kamu kapan saja!" ancam Michel.


"Aku beri waktu satu bulan untuk kau membalikkan nama Thomas menjadi namaku."


"Jika tidak kau lakukan. Kau akan hancur!"


###


Waduh lagi-lagi ancaman. Tentang kelemahan Mahesa memang apa kelemahannya?

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2