
Kediaman mewah Keluarga Mahesa sudah ramai dengan orang-orang berpakaian serba hitam. Kabar meninggalnya Atmajaya sudah tersebar kemana-mana. Pendiri Mahesa Grup itu dikabarkan meninggal karena serangan jantung yang sudah lama dideritanya cukup lama.
"Delina saya turut berdukacita atas meninggalnya Tuan Atmajaya," ucap Thomas seraya menepuk pelan bahunya. Seakan memberikan kekuatan untuk Delina agar tabah dengan semua ini.
Kabar Mahesa yang terjerat kasus korupsi membuatnya sangat kaget. Begitupun dengan Atmajaya yang sangat terkejut sampai terkena serangan jantung.
"Dahulu Tuan Atmajaya sudah banyak membantu keluarga saya. Dan sekarang giliran keluarga saya balas budi," lanjut Thomas.
"Saya akan membantu Anda dan perusahaan untuk bangkit kembali."
Delina menyeka air mata yang tak berhenti menetes membasahi pipinya. Perempuan itu menundukkan kepala, tak mau bersitatap langsung dengan Thomas.
"Saya juga turut sedih dengan kasus Pak Mahesa. Saya yakin beliau tidak bersalah," kata Thomas yang sudah lama mengenal Mahesa. Pria itu meninggalkan Delina setelah berpamitan untuk masuk ke dalam rumah Keluarga Mahesa.
Delina sangat terpuruk dengan keadaan ini. Cobaan seakan tiada henti menghampiri hidupnya. Mulai saat ini dia akan berjuang sendiri mengurus Mahesa Grup tanpa bimbingan Atmajaya dan Mahesa. Disisi lain dia juga harus membuktikan kalau suaminya tidak bersalah. Ah rasanya kepala Delina akan pecah memikirkan semua itu.
"Delina ..." Suara berat seorang pria membuat Delina mendongakkan kepala. Menatap pria yang sudah berdiri dihadapannya. Langsung Delina menghambur ke dalam pelukan pria separuh baya itu.
"Ayah ..." Panggil Delina yang langsung menumpahkan tangisnya di pelukan pria yang tak lain adalah Nugroho.
__ADS_1
"Sabar ya, Nak. Ada ayah disamping kamu," ucap Nugroho mengelus punggung Delina.
Hanya Nugroho dan ibunya yang bisa dijadikan sandaran oleh Delina. Perempuan yang sedang berduka itu sudah tidak banyak mengeluarkan kata-kata selain air mata yang terus membanjir.
"Papa ..." ucap pria yang berada di balik jeruji besi itu.
Sama halnya dengan Delina yang sangat sedih atas kepergian Atmajaya. Mahesa juga sangat terpukul dan merutuki dirinya sendiri. Pria itu merasa sangat bersalah atas meninggalnya Atmajaya.
"Maafkan Mahesa, Pa," ucapnya ditengah penyesalan. Kalau tidak ada kasus ini mungkin Atmajaya masih bisa bertahan hidup. Jelas saja Atmajaya syok saat mendapat kabar Mahesa terlibat dalam kasus korupsi.
Anak mana yang tidak sedih ketika mendengar kabar orang tuanya meninggal. Tetapi tak bisa datang ke pemakaman karena harus mendekam dibalik jeruji besi. Sungguh miris akhir kisah kehidupan Atmajaya.
Untuk beberapa hari kedepan Delina meminta keluarganya untuk tinggal di rumah utama Keluarga Mahesa. Selain karena kesepian, Delina juga belum sanggup untuk tinggal sendiri dengan bayang-bayang kesedihan. Sedih ditinggal oleh Mahesa dan ditinggalkannya selama-lamanya oleh Atmajaya.
"Nyonya Maha ..." kaget Delina melihat kedatangan Maharani pada malam itu.
"Ada apa?" tanya Delina.
Maharani menyunggingkan senyuman, "Aku pulang ke rumahku sendiri. Kenapa kau harus bertanya?"
__ADS_1
"Sekarang kalian angkat kaki dari rumah ini!" gertak Maharani kepada Delina dan keluarga yang sedang duduk di rumah keluarga.
"Ini rumahku! Sekarang kalian pergi dari sini!" ulangnya.
"Ta-tapi ..." Delina hendak berkata, namun langsung dihentikan oleh Maharani.
"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun!" tegasnya.
"Pergi!"
Dengan tangan yang gemetaran, Delina mencoba menghubungi Ferdi. Meskipun Ferdi berada di area rumah mewah itu. Tidak mungkin Delina teriak-teriak memanggil Ferdi.
"Letakkan HP-mu! Mau telepon siapa?" tanya Maharani yang berjalan mendekati Delina.
Langsung saja tangan perempuan itu menjambak rambut Delina. Menariknya kuat-kuat dan mengancamnya, "Kamu bukan siapa-siapa di rumah ini. Jangan berani melawanku!"
###
Halo seseorang tolong bantu Delina dari nenek sihir dong. Kasian dia. Siapakah yang akan membantunya? Yang punya nomer telepon Ferdi tolong telepon in ya.
__ADS_1
🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.