
Semalam sempat terjadi perdebatan antara Ferdi dan Delina. Perdebatan itu berakhir karena Mahesa yang berusaha menengahi. Meskipun Delina kekeh ingin menjodohkan kakak kandungnya itu.
"Kalau kakak tidak mau aku jodohkan dengan Lily. Kakak boleh kasih aku kriteria perempuan idaman kakak dan aku akan mencarikannya," ucap Delina.
"Sudahlah Sayang kita bisa membicarakan ini lain waktu. Hari sudah malam sebaiknya kita semua istirahat terlebih dahulu," saran Mahesa.
Ferdi lebih dulu berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri yang masih berdiri di depan kamar mereka. Delina kesal karena Mahesa tidak membantunya untuk membujuk Ferdi untuk mau dijodohkan
"Kakak," sapa Delina menghampiri Ferdi di kamarnya.
"Bagaimana soal semalam? Aku akan mencarikan perempuan sesuai kriteria kakak," tawar Delina di ambang pintu.
"Enggak usah Delina," tolak Ferdi dari dalam kamar.
Segera Delina masuk ke kamar dan mendekati Ferdi. Tampak pria itu sedang mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Kemudian Delina bertanya, "Kakak mau kemana?"
"Kakak marah karena aku menjodohkan kakak?" tanya Delina.
"Kakak mau pergi kemana?" ulangnya.
Sejenak Ferdi menghentikan aktivitasnya. Pria itu menghembuskan napasnya, "Soal perjodohan. Tolong segera diakhiri ya Delina."
"Setiap orang punya kriteria pasangan sendiri. Dan setiap orang juga punya waktu sendiri untuk bertemu dengan jodohnya," papar Ferdi.
"Sudah ada Tuhan diatas sana yang mengatur jodoh manusia. Kau tidak perlu repot-repot mencampuri urusan Tuhan," lanjutnya.
"Tetapi Kakak tidak pernah ada usaha untuk menemui jodoh Kakak. Tuhan mengatur tetapi Kakak harus ada usaha dong," cibir Delina.
__ADS_1
Selama kenal dengan Ferdi, bahkan Delina tidak pernah melihat Ferdi jaland dengan perempuan. Hidupnya selalu diisi dengan kerja, kerja, dan kerja. Pikir Delina mungkin ini wkatunya Ferdi fokus untuk kehidupan pribadinya sendiri.
"Darimana kamu tahu aku tidak berusaha?" tanya Ferdi kembali mengemasi barang-barangnya.
"Ehm ... karena aku tidak pernah melihatmu jalan dengan perempuan," jawab Delina.
Ferdi menyunggingkan senyumnya, lalu berdehem. "Intinya stop acara jodoh-jodohan ini. Aku punya kehidupan sendiri dimana aku sendiri yang bisa mengaturnya."
"Kakak bisa memberitahuku perempuan seperti apa kriteria Kakak. Nanti aku yang akan mencarikannya," ucap Delina lagi.
"Itu artinya kan aku tidak sepenuhnya mengekang Kakak. Aku memberikan pilihan kepada Kakak."
"Ayolah, Kak."
Ferdi tetap fokus dengan kegiatannya. Membiarkan adiknya itu nyerocos dengan kemauannya sendiri. Ferdi baru tahu sisi lain Delina yang semakin kesini semakin keras kepala. Sama seperti Mahesa yang sejak dulu memang keras kepala. Apa bisa penyakit keras kepala itu menular kerena mereka suami istri?
"Semua sudah cukup. Kamu harus mengakhiri semua."
"Silahkan kamu fokus dengan keluarga kecil dan perusahaan."
"Biarkan aku juga fokus dengan hidupku sendiri."
Sepertinya pria itu sudah selesai dengan kegiatannya. DItariknya koper yang berisi barang-barangnya itu.
"Ta-tapi Kak," ucapan Delina tercekat.
"Tidak ada tapi-tapian," potong Ferdi,
__ADS_1
Delina mengejar Ferdi yang keluar dari kamarnya dengan menggeret koper. Jelas saja Delina penasaran mau pergi kemana kakaknya itu.
"Kak, kamu belum menjawab pertanyaanku," tanya Delina.
"Mau kemana kamu?" lanjutnya.
"Apakah kamu pergi gara-gara aku yang berusaha menjodohkanmu?"
"Kak Ferdi!"
Ferdi menghentikan langkahnya tepat sebelum masuk ke dalam mobil. Dia balik menoleh ke belakang. Seraya berpamitan, "Enggak. Aku enggak marah Delina aku mau ke perusahaan cabang."
"Jaga kesehatan, jaga keluarga, dan jaga dirimu baik-baik," pesan Ferdi sebelum masuk ke dalam mobil.
Mobil yang membawa kakaknya itu segera melaju keluar dari area rumah mewah Keluarga Mahesa. Delina berlari ke dalam kamarnya untuk membangunkan sang suami. Dia segera mengabarkan kepergian Ferdi yang mendadak ini.
"Sayang!" pekik Delina saat membuka pintu kamarnya.
"Kakak pergi dari rumah!"
"Ayo bangun dulu."
###
Eh kemanakah Ferdi akan pergi? Benarkah dia pergi ke perusahaan cabang atau hanya alasan saja karena ingin mengakhiri rencana perjodohan itu? Wah wah wah ...
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1