Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Kecurigaan Mahesa


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu. Tidak lama setelah Delina pergi meninggalkan Mahesa. Pria itu mendapatkan kiriman barang dari seseorang yang mengaku masih menjadi istri sahnya.


"Maha? Apa yang dia kirimkan kepadaku?" gumam Mahesa menatap tas yang berada di hadapannya.


Tangan pria itu segera membuka tas. Dilihatnya terdapat beberapa kotak makan. Namun, Mahesa tidak yakin bahwa yang dikirimkan Maharani hanya makanan saja. Mahesa yakin bahwa ada sesuatu di dalam tas tersebut.


"Apaan ini?" tanyanya saat mendapati sebuah amplop dibawah tumpukan makanan di dalam tas. Pandai juga Maharani menyembunyikan amplop tersebut agar tidak ketahuan oleh petugas bagian pengecekan.


Mahesa membolak-balikkan amplop tersebut sebelum membukanya. Daripada terus penasaran, Mahesa segera membuka amplop berwarna coklat itu.


"Foto apa ini?" tanya Mahesa belum memahami sebenarnya apa yang dilakukan Maharani. Beberapa detik Mahesa mencoba memahaminya dan membaca pesan yang ditulis oleh Maharani.


"Gak mungkin! Pasti ini hanya fitnah yang dibuat-buat oleh Maharani!" geram Mahesa.


"Delina enggak seperti ini. Aku yakin Delina adalah perempuan baik-baik."


Kembali Mahesa memandang beberapa lembar foto yang berada di tangannya. Tiba-tiba bayangan Delina beberapa waktu yang lalu kembali merasuki pikirannya.


Saat-saat dimana Mahesa mencurigai ada sesuatu yang berbeda antara Delina dan Ferdi. Memang saat itu Mahesa sangat membenci Delina dan tidak peduli dengan istri keduanya itu.

__ADS_1


"Diam kau! Sudah ku katakan diamlah! Jangan terus membela perempuan itu!" sentak Mahesa kesal kepada Ferdi yang selalu membela Delina dalam keadaan apa pun.


"Perempuan itu tidak pantas kau bela. Semakin kau membelanya, semakin dia ngelunjak dan merasa benar!" tambah Mahesa.


"Urus saja urusan pribadimu! Jangan mencampuri urusanku!"


"Jangan-jangan kau memang mencintai Delina?" telisik Mahesa.


Ferdi menggelengkan kepalanya cepat, menolak tuduhan Mahesa. "Ngaku saja kalau kau memiliki perasaan kepadanya!" seru Mahesa dengan senyuman sarkas.


Memang Ferdi mengaku tidak memiliki perasaan suka kepada Delina. Tetapi Mahesa merasa gerak-gerik Ferdi menunjukkan ada perasaan kepada istrinya. Saat itu Mahesa terlalu cuek dan membiarkan semua itu terjadi.


"Jika memang kau suka sama Delina. Ambil saja dia. Tetapi, setelah dia melahirkan seorang anak untuk cucunya papa," ucap Mahesa.


Mahesa menepuk salah satu pundak Ferdi. Lalu berkata, "Tenang saja. Aku sedang serius. Jika kau mau ambil saja."


"Tidak usah berbohong Ferdi. Kau pikir selama ini aku tidak memperhatikan kamu?" sindir Mahesa.


"Kamu sangat perhatian sekali kepada Delina. Bahkan kau siap membantu, membela, dan mendukungnya disaat Delina ada masalah."

__ADS_1


"Te-tapi, Tu-tuan," ucapan Ferdi terjeda.


"Tidak apa-apa dan tidak ada tapi-tapian," potong Mahesa.


Diam-diam Mahesa selalu memperhatikan Ferdi yang curi-curi pandang kepada Delina. Disaat Delina sedang sibuk bekerja atau meeting pandangan Ferdi tak pernah luput dari Delina. Pernah sesekali Mahesa memergoki Ferdi yang bengong menatap Delina yang sedang presentasi laporan.


"Kurang ajar!" geram Mahesa menatap lembaran foto-foto itu.


Ingatannya kembali pada kejadian saat Delina hampir saja dilec3hkan oleh Aldo. Ferdi-lah yang tampak tidak terima dengan perlakuan Aldo. Pria itu menghabisi Aldo hingga babak belur. Dan Ferdi juga yang mengawal kasus itu sampai ke meja hukum, intinya Ferdi sangat kecewa dengan tindakan Alis tersebut.


"Benar kan dugaanku selama ini." Emosi Mahesa sudah mulai nampak. Pria itu menunjukkan tatapan mata yang tajam.


Sejak awal Mahesa sudah menduga ini semua. Namun, saat ditanyakan kepada Ferdi, pria itu terus saja mengelak. Hingga akhirnya Mahesa membiarkan jika Ferdi memang mengidam-idamkan istrinya. Tetapi Mahesa tidak menyangka jika Delina membalas perasaan Ferdi.


"Ferdi ... kau memang brengeseek!" erang Mahesa seraya merem4s foto-foto itu sampai hancur.


"Aku tidak akan mengampuni kalian berdua!" imbuhnya seraya memukul dinding yang tadinya dia jadikan sebagai sandaran.


###

__ADS_1


Sebenarnya foto-foto apa yang dikirimkan kepada Mahesa? Dan apakah benar seperti apa yang dipikirkan Mahesa bahwa benar ada hubungan antara Delina dan Ferdi?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.


__ADS_2