
Hari demi hari berlalu begitu saja, tidak terasa lima bulan berlalu. Setelah mendapatkan penjelasan dari Robby mengenai suaminya yang sedang berusaha mengumpulkan bukti-bukti. Sejak saat itu pula Delina mulai menerima kenyataan hidupnya.
"Lily, mereka sangat dekat ya?" gumam Delina melihat keakraban dua bayi itu.
"Benar, Nona. Mereka sangat dekat dan seperti saling menyayangi," balas Lily tersenyum melihat kearah pandangan mata Delina.
Setiap hari Baby El bermain dengan Baby Sahira dan mereka tampak saling suka satu sama lain. Baby El selalu meminta ke kamar Baby Sahira untuk melihatnya belajar tengkurap.
"Menurutmu bagaimana kalau Sahira benar anak kandung Mahesa?" tanya Delina.
Jarak Baby El dan Baby Sahira adalah satu tahun. Meskipun begitu mereka saling mencari jika sehari saja tidak bertemu. Begitu pun dengan Delina yang sudah mulai menerima kenyataan dengan adanya Baby Sahira di rumahnya. Kedekatannya dengan Baby Sahira juga sudah mulai terjalin dengan baik.
"Lily, aku tidak bisa kalau memang benar Sahira anak kandung Mahesa," imbuhnya saat tidak mendapat respon dari Lily.
"Apa yang harus aku lakukan nanti ya, Lily?" tanya Delina.
Lily pun menoleh kearah Delina, "Nona sebaiknya kita menunggu saja hasila akhirnya yang akan membuktikan siapa Sahira sebenarnya."
"Tentu saja harapan saya sama dengan harapan Nona. Tetapi alangkah baiknya kita banyak berdoa saja daripada berpikir yang tidak-tidak," lanjutnya.
"Semoga hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan ya, Nona."
__ADS_1
Semenjak kejadian itu, Delina menjadi lebih sering melamun. Banyak hal yang hinggap dipikirannya, membuatnya tidak tenang dan susah tidur.
"Toh kalau memang benar Sahira adalah anak kandung Tuan Mahesa. Tidak harus Tuan Mahesa menikah dengan Clarissa bukan?" ucap Lily agar lamunan nona mudanya buyar.
"Tuan Mahesa masih bisa bertanggung jawab tanpa harus menikahi ibu dari anak itu. Beliau bisa saja bertanggung jawab dengan membiayai hidup anaknya saja," lanjutnya.
"Tetapi kamu tahu sendiri kan Lily. Perempuan itu sangatlah licik, pasti dia menyiapkan sesuatu untuk memaksa Mahesa agar menikah dengannya," sahut Delina.
Berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh Clarissa. Tidak salah jika Delina menjadi waspada dengan kejutan apa yang akan dilakukan perempuan itu kepada keluarga kecilnya.
***
"Bagaimana Tuan. Apakah Anda sudah siap mengetahui hasil tesnya hari ini?" tanya Robby saat menjemput Mahesa dari ruangannya.
"Siap enggak siap sih," gumam pria itu tanpa ekspresi.
Meskipun wajahnya sangat datar tetapi dalam hatinya sudah campur aduk rasanya. Entahlah, dia sendiri juga tidak dapat mendeskripsikan perasaannya sendiri.
"Harus siap dengan kenyataan yang ada," sambungnya.
Mahesa mulai bangkit dari tempat duduknya. Berjalan lebih dulu menuju lobi dan mobil mewahnya sudah menunggu disana. Tidak menunggu lama lagi mobil itu melaju menuju rumah sakit.
__ADS_1
"Silahkan, Tuan," ucap seorang perawat mempersilahkan masuk ke sebuah ruangan.
Seorang dokter ahli yang menanganinya sudah duduk dihadapan Mahesa. Dokter itu membenarkan kacamata sebelum akhirnya membaca beberapa kertas yangh ada dihadapannya. Dokter itu harus memastikan ulang dengan data yang dia berikan, karena pasiennya kali ini bukanlah sembarangan orang.
"Ini, Tuan hasil dari tes DNA yang sudah Anda jalani," ucapnya mulai menyodorkan berkas itu mendekat kearah Mahesa.
"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Mahesa mengernyitkan alisnya dengan jantung yang detaknya semakin kencang.
Perlahan dia meraih berkas dari hadapannya. Membukanya perlahan-lahan dan mulai membacanya dengan hati-hati. Tampak dahi pria itu berkerut membaca hasil tes DNA yang penuh dengan kode-kode kedokteran yang susah dia pahami.
"Dok ... langsung saja deh hasilnya bagaimana?" tanya Mahesa to the point.
"Saya enggak paham, Dok," ucapnya jujur.
Dokter itu pun tersenyum menanggapi. Lalu dia berkata, "Jadi hasilnya begini Tuan ..."
###
Kira-kira hasilnya bagaimana ya? Ikut deg-degan?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1