Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Disukai Anak-Anak


__ADS_3

"Kurang ajar memang. Anak-anakku juga sudah mulaI suka dengannya," umpat Venya kesal.


"Bener-bener enggak bisa didiemin sih."


Sore itu Venya mondar-mandir di ruang tamu. Menunggu kedatangan anak-anaknya yag sejak tadi pagi pergi keluar bersama Delina. Kebetulan diakhir pekan itu Delina mengajak semua anak-anak yang ada di rumah itu untuk main ke mall.


"Enaknya siapa yang akan aku habisi lebih dulu? Neneknya atau cucunya?" gumam Venya.


"Aku tidak rela dua orang itu tinggal di rumah peninggalan keluargaku."


"Enak saja!"


Venya terus berpikir mencari cara untuk menyingkirkan Delina dari rumah itu. Dia berencana menyiapkan sesuatu yang mengejutkan. Belajar dari kejahatannya tempo dulu, Delina selalu berhasil lolos dari jebakannya. Makanya kali ini jebakan yang dia buat haruslah mengejutkan.4


"Sayang kalian sudah pulang?" sambut Venya saat dua anaknya membuka pintu utama rumah itu.


"Darimana saja sih? Kenapa kalian meninggalkan mama sendiri di rumah?" keluhnya sedih.


"Yah ... tadi kan mama masih tidur," jawab Daiki.


"Ya sudah kami pergi main sama Tante Delina dan adik-adik bayi," sambung Keina senang.


Disusul dari belakang muncullah Delina, Mahesa, dua bayi, dan para pengasuhnya. Semua tampak gembira uasi seharian main diluar rumah. Mulai dari main ke kids stations di mall, nonton bioskop, dan ke taman hiburan. Keina dan Daiki tampak senang, karena selama di Jakarta baru kali ini mereka main keluar rumah.


"Tante ... Om besok kita main lagi ya," ajak Daiki menarik-narik baju bagian bawah Delina.

__ADS_1


"Iya ... iya ... asal gak boleh nakal dan harus nurut," ucap Delina.


"Oke deh! Kami akan selalu nurut sama Tante," sahut Keina.


"Sama semua orang tua yang ada di rumah ini. Bagaimana?" usul Delina mengernyitkan alis.


Sejenak Keina dan Daiki berpikir. Itu artinya hidup mereka selama di rumah itu akan banyak aturan. Padahal dua anak itu sangat tidak suka jika diatur-atur.


"Sama Tante saja ya ..." pinta Daiki memelas.


"Tambah sama Om juga deh," sambung Kaina kompak menunjukkan wajah memelas.


"Mama?" ucap Delina.


Dua anak itu terdiam sejenak. Membangkang kata-kata Venya adalah hobi mereka berdua. Karena menurut mereka Venya terlalu suka mengekang mereka. Jadi anak semakin dikekang semakin banyak bertingkah. Makanya mereka merasa berat hati jika harus menuruti ucapan Venya.


"Ya sudah deh. Tetapi setiap Sabtu dan Minggu kita pergi main ya," pinta Daiki.


"Nanti kapan-kapan main sama mama ya," sahut Venya.


"Enggak mama, kita akan main sama Tante dan Om saja. Main sama mereka lebih seru dan lebih bebas," celetuk Keina.


"Boleh main apa saja dan tidak ada batasan," sambung Daiki menyetujui ucapan adiknya.


Venya menghela napas dalam menanggapi perkataan anaknya. Dia sedih kini ucapannya semakin dihiraukan oleh kedua anaknya. Dan itu membuatnya semakin benci kepada Delina, bisa-bisanya dia merebut hati dua anaknya.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kita makan malam dulu yuk," ajak Venya hendak meraih tangan dua anaknya.


"Aku mau makan kalau dimasakin sup ayam sama Tante," ucap Keina.


"Enggak usah. Pelayan sudah menyiapkan makanan untuk kita semua," ucap Venya.


"Enggak mau mama. Sup ayam buatan Tante sangat enak," tolak Daiki.


"Benar mama. Mama harus cobain deh," tambah Keina.


Kembali Venya harus menghela napas lega dengan kemauan anak-anaknya. Dia mulai merasa sudah tidak dianggap orang tua lagi oleh kedua anaknya.


"Oke. Tante akan masakin kalian berdua. Tetapi kalian harus mandi dulu ya," ucap Delina.


"Oke!" sahut Daiki lebih dulu.


"Aku akan mandi duluan," teriak Keina yang sudah berlari menuju kamar.


"Keina! Tunggu!" teriak Daiki tidak mau ketinggalan.


Sembari menggelengkan kepalanya Delina berjalan menuju dapur. Untungnya masak sup ayam tidaklah sulit dan henya membutuhkan waktu yang singkat. Ditemani sang suami dia masak dengan cekatan di dapur itu, Sementara Mahesa hanya duduk di kursi dan mengamati istrinya yang sedang masak.


"Hmmm ... tunggu saja. Sebentar lagi kamu tidak akan bisa seperti ini lagi," gumam Venya setelah menelepon seseorang.


###

__ADS_1


Yak kejahatan apa yang akan dilakukan Venya untuk mencelakai Delina? Apakah berhasil? Mari kita saksikan.


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2