
Berdasarkan laporan dari pengasuh sementara anaknya. Mengatakan kalau kemarin ada seorang cowok yang menanyakan siapakah anak yang ada di rumah Delina. Hal itu membuat Delina berpikir yang tidak-tidak.
"Apakah Bibi mengatakan bayi ini adalah anakku?" tanya Delina mulai cemas.
Anggukan kepala polos dari pengasuh anaknya membuat Delina frustasi. Perempuan itu mengusap wajahnya dengan kasar. Dilihatnya sang pengasuh yang mulai tertunduk, karena merasa bersalah. Namun, sebenarnya pengasuhnya itu tidak salah. Dia tidak tahu apa-apa.
"Bagaimana ciri-ciri orang yang kemarin sore ada di depan rumah?" tanya Delina penasaran.
Pengasuh anaknya itu pun menceritakan detail orang yang dia temui kemarin itu. Dari ceritanya yang disampaikan ciri-ciri orang tersebut mirip dengan Mahesa. Delina kembali dibuat bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
"Pasti dia kemarin memata-matai aku," gumam Delina mondar-mandir.
"Aku belum siap bertemu dengannya lagi, Tuhan." Delina mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagunya.
Masih terus mondar-mandir Delina mencoba menghubungi seseorang melalui sambungan telepon. Pembicaraan serius itu berlangsung beberapa saat dan berakhir ketika bayi Delina menangis.
"Bibi, sini biar aku gendong. Tolong masukkan barang-barangku ke dalam koper," perintah Delina yang mengambil alih untuk menggendong bayi itu.
Mumpung hari masih siang, pengasuhnya itu segera melaksanakan perintah Delina. Dan setelah bayi Delina tertidur digendongannya. Delina membantu memasukkan barang-barangnya ke dalam koper.
__ADS_1
***
Mahesa memutuskan untuk menyewa villa yang tidak jauh dari tempat tinggal Delina. Dari villa yang dia sewa, Mahesa bisa memantau tempat tinggal Delina. Pria itu memantau keadaan tempat tinggal Delina dari lantai dua villa sederhana.
"Bayi itu adalah anak Delina?" gumam Mahesa bertanya-tanya.
"Apa benar yang dikatakan orang itu?"
"Siapa ayah dari bayi itu? Apakah Delina berselingkuh denganku? Atau ..."
Setiap saat pria itu bertanya-tanya mengenai latar belakang anaknya Delina. Sampai-sampai Mahesa mengira Delina telah bermain dibelakangnya.
"Tetapi kan kata Ferdi ada masalah dengan rahim Delina?" tanya Mahesa pada dirinya sendiri.
Jemarinya mulai menghitung berapa bulan pernikahannya dengan Delina berlangsung. Dan mengingat kapan terakhir kali dia melakukan pergulatan di atas tempat tidur dengan Delina.
"Aku harus segera menanyakan ini langsung pada Delina," gumam Mahesa.
Mahesa yang duduk di balkon sembari melamun tiba-tiba tersentak kaget. Saat sorot lampu mobil menyilaukan pandangannya. Maklum saja daerah situ adalah villa sepi yang jarang kendaraan lewat apalagi saat malam hari. Dan rupanya mobil itu berhenti di depan rumah yang disinyalir adalah tempat tinggal Delina.
__ADS_1
"Eh ada apa tuh?" tanya Mahesa yang panik dan langsung mencari tempat untuk bersembunyi.
Dia berjongkok dibalik sebuah pot tamanan yang berukuran cukup besar. Dari balik pot itulah Mahesa memantau pergerakan di rumah Delina. Ternyata seorang pria datang menjemput Delina dan langsung menggendong bayi kecil Delina.
"Siapa pria itu?" tanya Mahesa penasaran sekaligus merasa cemburu.
"Eh ... mau kemana mereka?" Mahesa kaget saat Delina memasukkan beberapa koper dan barang-barang ke dalam koper.
"Seperti mereka mau pindahan," tebak Mahesa saat Delina, bayinya, dan pria itu masuk ke dalam mobil.
Sejenak Mahesa termenung dengan apa yang baru saja dia lihat. Untungnya tidak lama pria itu langsung tersadar. Tidak mau kehilangan jejak, Mahesa langsung masuk ke dalam kamar. Menggambil dompet, ponsel, jaket, dan kunci sepeda motor yang dia sewa.
"Aduh kenapa pakai melamun sih tadi!" Mahesa merutuki dirinya sendiri. Dengan cekatan dia langsung mengendarai sepeda motornya dan jangan sampai tertinggal jauh dari mobil yang ditumpangi Delina.
###
Kalau pembaca nebak anak siapa itu?
Kira-kira Mahesa mampu mengejar Delina enggak ya?
__ADS_1
Eh, mau tanya dong. Bagaimana kalau beberapa part kedepannya kita buat Mahesa berjuang untuk mendapatkan Delina saja? Masa Delina terus yang harus berjuang. Setuju enggak? Komentar dong.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.