
Kini Delina sudah berada di dalam mobil sedang mengikuti mobil yang ditumpangi oleh suaminya. Ketika suaminya sarapan di meja makan sendirian. Delina tidak sengaja menemukan sebuah kertas yang terjatuh di anak tangga rumah itu.
"Hah? Minta tanggung jawab untuk menikahinya?" gumam Delina setelah membaca isi surat tersebut.
"Tuh kan bener," ucapnya mulai sedih.
Perempuan itu memutuskan untuk mengikuti mobil suaminya pergi. Dan ternyata apa yang Delina perkirakan benar. Hari itu Mahesa mendatangi lapas untuk bertemu dengan Clarissa. Dari surat yang dikirimkan Clarissa, dia meminta pertanggung jawaban Mahesa. Dan Mahesa harus datang menemui Clarissa hari itu juga.
"Astaga! Ini benar-benar keterlaluan. Dasar pembohong!" umpat Delina dari dalam mobil saat tahu mobil itu mengarah ke lapas.
"Katanya enggak mau menduga lagi. Ah bul$hit!" Delina sudah mengumpat disertai menangis di dalam mobil.
"Sekali tukang mendua tetap saja mendua terus!" geramnya seraya mereemaz surat dari Clarissa yang dibawanya.
**
Sementara di dalam sana sedang terjadi perdebatan antara Mahesa dan Clarissa. Mahesa tetap ngotot tidak mengakui anak yang saat ini dititipkan kepadanya. Dan Clarissa tetap ngotot untuk meminta pertanggung jawaban Mahesa untuk menikahinya.
"Enggak Sayang. Itu anak kandung kamu, aku bisa memastikan itu anak kamu. Orang yang terakhir tidur denganku adalah kamu," beber Clarissa.
"Jadi kamu juga harus bertanggung jawab dengan semua ini. Kamu harus menikahi aku. Apa kamu ingin anak kamu besar dengan papa dan mama yang tidak pernah menikah?" lanjutnya.
"Aku mau sekarang juga kau menikahiku."
__ADS_1
Mahesa yang mendengar itu hanya tersenyum pahit. Perempuan itu masih sama seperti dulu yang tetap memiliki keinginan untuk menjadi istri dari Mahesa.
"Jangan mimpi! Aku tidak akan pernah menikahi lagi!" tegas Mahesa.
"Baiklah kalau kau menolak menikah denganku aku akan menuntut kamu atas perbuatan zina dan pem3rkosaan. Serta kau tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan kamu itu," ancamnya.
"Silahkan saja kalau bisa," ucapnya dengan senyuman sinis.
Disana Mahesa sama sekali tidak takut dengan ancaman yang diberikan Clarissa. Karena dia sudah memiliki strategi untuk membuktikan kebenaran bahwa dia tidak melakukan pem3rkosaan. Seperti apa yanfg dikatakan oleh Clarissa tadi.
"Baiklah kalau kau tidak mau menikahiku. Jangan menyesal jika suatu saat kau aku jebloskan ke penjara. Jangan salahkan aku juga jika keluargamu akan hancur kalau aku sudah keluar dari sini nanti," ancam Clarissa lagi.
"Silahkan saja lakukan itu semua. Maaf aku tidak akan takut dengan semua ancaman kamu," sahut Mahesa.
"Intinya aku tidak akan menikah denganmu."
"Tetapi jika kau sudah keluar ambillah anakmu dari rumahku."
Pria itu langsung berlalu pergi dari hadapan Clarissa yang masih termenung. Dia memang hanya ingin menyampaikan hal itu. Tidak ingin berbicara banyak dengan Clarissa. Baginya percuma saja berbicara dengan perempuan yang sudah membuat hubungannya dengan Delina kembali merenggang.
**
Tepat di pintu keluar, tanpa sengaja Mahesa menabrak Delina. Ya, sewaktu Mahesa bertemu dengan Clarissa, Delina hanya berusaha memanta drai luar saja. Karena dia bukan siapa-siapa Clarissa jadinya tidak mendapat izin untuk masuk.
__ADS_1
"Sayang! Ngapain kamu disini?" tanya Mahesa terkejut.
"Kamu mengikutiku?" lanjutnya yang sudah memegang tangan Delina agar istrinya tidak kabur.
"Aku yang harusnya tanya kamu ngapain?" sentak Delina dengan mata yang sudah memerah.
"Jadi mau menikah dengannya? Hah?" jerit Delina yang membuat beberapa orang didekatnya menatapnya.
"Aku enggak ngapa-ngapain kok, Sayang," kilah Mahesa.
Namun, Delina tidak lagi menghiraukan perkataan Mahesa. Langsung dia meronta agar Mahesa melepaskan genggaman tangannya. "Lepasin atau aku teriak!"
"Sayang tunggu Sayang!" teriak Mahesa mengejar Delina.
"Jangan menahan aku. Lebih baik kau menikah saja dengannya!" ucap Delina.
"Eng-enggak Sayang enggak!"
Perempuan itu berlari pergi kearah jalanan. Melewati trotoar dan jembatan penyeberangan. Mahesa sendiri tidak mampu mengejarnya.
"Robby! Suruh orang cari Delina sekarang di area lapas XXX," perintahnya melalui sambungan telepon.
###
__ADS_1
Apakah Delina akan kabur kembali? Atau Robby dan orang suruhannya bisa menemukan Delina? Simak terus ceritanya yaaw.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.