
Pelataran villa mewah itu sudah didekor untuk acara pernikahan. Taman villa itu disulap menjadi pelaminan bergaya out door dengan latar laut luas. Bunga-bunga tersusun indah, kursi, meja, dan karpet sudah tertata rapi. Acara itu mengusung warna putih yang mendominasi dekorasinya.
"Kemana Mahesa!" Teriak Clarissa marah-marah, semenjak kabar perginya Mahesa dari villa terdengar olehnya. Perempuan yang sudah berdandan cantik itu teriak-teriak tidak jelas.
"Brengs3k! Kenapa kalian tidak mencegahnya?" teriaknya lagi memarahi pelayan yang diutus untuk mengantarkan tuksedo untuk Mahesa.
"Maaf, Nona. Saya sudah berusaha mencegah tuan muda. Namun, beliau tetap ingin pergi dari villa," jawabnya lirih seraya menundudukkan kepalanya.
"Dasar bod0h!" umpat Clarissa kesal.
"Aku akan memecat kalian semua yang tidak becus kerja!" ancamnya.
Dengan gaun putih yang menjuntai itu Clarissa berjalan dengan menjinjing sedikit gaunnya. Dibelakangnya sudah ada pelayan yang membantu menjinjing gaun supaya Clarissa bisa berjalan. Perempuan itu panik dan mondar-mandir kesana-kemari.
"Kenapa enggak bisa dihubungi sih!" gerutunya kesal dan terus berusaha menelepon Mahesa.
"Ayo dong angkat."
Sudah lebih dari seratus panggilan dan lima puluh pesa singkat yang dia tujukan kepada Mahesa. Namun, tidak ada satu pun yang mendapatkan respon. Clarissa mengibat-ibaskan tangannya kearah wajah karena merasa panasa yang disebabkan terik matarahi bercampur emosinya.
__ADS_1
"Brengs3k! Teleponku enggak dijawab lagi!" umpatnya sekali lagi seraya menggebrak meja yang ada di dekatnya.
"Cepat cari tahu keberadaan Mahesa!" perintahnya kepada pelayan yang ada disana.
"Lebih baik kita tunggu dulu Tuan Mahesa-nya. Kalau sampai malam, tuan belum kembali. Acara bisa kita tunda, Nona," saran wedding organizer (WO*)* yang menangani acara tersebut.
"Aku tidak ingin ada penundaan!" kekeh Clarissa yang hanya dibalas anggukan dan senyuman oleh sang WO.
Akhirnya acara pernikahan yang sudah siap 99% itu terpaksa ditunda atau kemungkinan digagalkan. Semua orang yang ada disana mencoba menenangkan Clarissa yang terus-terusan marah. Bagaimana tidak marah, satu jam menjelang acara pernikahannya. Calon pengantinnya menghilang begitu saja tanpa pamitan. Tidak ada yang tahu kemana perginya Mahesa menggunakan Mobil Rubicon miliknya yang berada di Bali.
***
"Aku yakin akan bertemu lagi denganmu disini," gumam Mahesa dengan percaya diri.
Entah kenapa Mahesa bisa yakin dengan pikirannya itu. Padahal yang namanya bandara adalah tempat umum yang orangnya selalu berganti dari jam ke jam. Dan susah mencari orang yang bahkan namanya saja tidak tahu di bandara seramai dan seluas itu.
"Itu sepertinya dia," ucap Mahesa langsung bersembunyi dibalik pilar besar agar badannya tertutupi.
"Tuh kan benar," sambungnya dengan senyuman kemenangan.
__ADS_1
Seperti seorang intel mendapatkan mangsa yang dia cari. Mahesa terus mengikuti kemana perginya orang yang hari ini tampak mengenakan jaket jins yang tidak dikancingkan dengan d4alaman berupa kaos putih. Masih dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya. Dan satu lagi, kacamata hitam bertengger di matanya. Memang agak berbeda dari penampilannya kemarin.
"Aku masih bisa mengenalimu," gumam Mahesa yang terus memata-matai.
Orang itu tampak mencari seseorang dari pintu kedatangan. Tidak lama orang itu duduk disebuah kursi ruang tunggu dan membuka ponselnya. Saat itulah kesempatan Mahesa untuk menyelidiki sebenarnya siapa orang itu.
"Ayo dong buka kacamatanya," batin Mahesa. Dan benar saja tidak lama setelah itu orang tersebut membuka kacamata hitamnya sebentar. Mungkin mengusap matanya yang berair lalu memakainya kembali.
Beruntungnya Mahesa sempat melihat mata orang itu tanpa kacamata. Dan satu kesimpulan yang sebenarnya Mahesa kurang yakin dengan kesimpulannya sendiri. Namun, dia nekat akan menghampiri orang yang berhasil membuatnya sangat penasaran.
"Delina." Mahesa memanggil nama itu.
"Kiky?" Panggil seorang pria yang tiba bersamaan dihadapan orang itu.
###
Ya ampoon sebenarnya Delina atau Kiky sih? Lalu siapa pria yang ditunggunya di bandara? Wah ayo dong jangan bikin penasaran. Kira-kira itu memang Delina atau salah orang saja? Lalu kalau benar Delina apa yang akan dilakukan Mahesa?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1