Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Tidak Tergoda


__ADS_3

"Lalu bagaimana kabar sekertaris Pak Thomas?" tanya Delina saat menata meja makan.


"Apakah dia masih berusaha menggodamu?" lanjutnya tanpa menoleh kearah Mahesa yang sudah duduk disana.


"Dan apakah kau berhasil tergoda olehnya?"


Jujur saja Mahesa terperanjat kaget dengan pertanyaan istrinya itu. Namun, sebisa mungkin Mahesa harus menutupi keterkejutannya. Dia tidak mau istrinya menjadi cemburu dengan tingkah Gritte yang memang berusaha menggodanya.


"Kamu kaget aku bisa tahu semuanya?" tanya Delina kembali yang kali ini meletakkan piring ke hadapan Mahesa.


"Tidak usah bingung darimana aku bisa tahu. Dari gelagatnya sudah bisa disimpulkan kalau dia memliki niat untuk menggodamu. Aku biarkan saja dia menggodamu," tuturnya panjang lebar.


"Pertanyaannya apakah kamu tergoda olehnya?" tanya Delina yang kini sudah duduk berhadapan dengan suaminya.


Pandangan keduanya pun saling bertemu. Seolah memberikan tatapan mengejek dengan senyuman kecil yang menghiasi wajahnya yang cantik.


"Kalau sudah tergoda dengannya. Kamu harus waspada sepertinya dia bukan orang yang baik." sambung Delina.


"Ee-enggak kok Sayang," elak Mahesa.


"Yang bener?" goda Delina.

__ADS_1


"Be-bener" lanjut Mahesa.


Sembari memasukkan makanan ke dalam mulut. Pikiran Mahesa terus memikiran apa yang diucapkan Delina. Diingat-ingatnya kembali tingkah laku Gritte yang menurutnya juga aneh. Dia membenarkan ucapan istrinya yang mencurigai Gritte.


"Memang dia berusaha menggodaku Sayang. Tetapi percayalah aku tidak tergoda olehnya," sambung Mahesa setelah sekian lama terdiam.


"Bagaimana cara dia menggodamu?" goda Delina sembari tersenyum.


"Biasalah masih tahap wajar kok. Palingan menghalangiku untuk segera pulang dengan memberikan pekerjaan yang menumpuk disaat waktunya pulang," ungkap Mahesa.


"Oh jadi selama ini dia yang menghalangi kamu pulang cepat," ucap Delina seraya menganggukkan kepalanya.


Tidak lama setelah obrolan itu. Datanglah Robby ke ruang makan untuk menghampiri atasannya dan siap berangkat ke perusahaan. Usai sarapan Mahesa berpamitan dengan Delina dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan.


"Masa iya dia sekertaris baru Pak Thomas tetapi tidak tahu apa-apa tentang sekertaris lama Pak Thomas. Bahkan tidak tahu apa-apa dengan keluarga Pak Thomas," papar Mahesa.


"Apakah kau bisa menyelidiki asal usulnya?" lanjut Mahesa.


Awalnya memang Robby tidak memiliki kecurigaan terhadap Gritte. Tetapi lama-lama memang perempuan itu mencurigakan. Robby agaknya menyayangkan perintah Mahesa kepadanya untuk mencari asal usul Gritte. Pasalnya tugasnya untuk menyelesaikan masalah Keluarga Thomas saja belum selesai.


"Baiklah, Tuan. Saya akan menyelidikinya," ucap Robby menampung semua perintah yang dikeluarkan Mahesa. Yang penting dia mengiyakan semuanya, untuk kelangsungannya dia akan menyelesaikan semuanya satu persatu. Semoga saja untuk menyelidiki Gritte tidaklah rumit.

__ADS_1


**


Tidak berselang lama setelah Mahesa dan Robby masuk ke dalam kantor perusahaan. Delina turun dari dalam mobil tepat di depan lobi kantor perusahaan itu. Rencananya dia akan menjadi mata-mata untuk mengetahui sebenarnya siapa itu Michel.


"Aku harus bisa mengetahui siapa nama asli dari pria itu," gumam Delina.


"Dan aku harus segera mengetahui wajahnya untuk bisa mengantisipasi," lanjutnya seraya masuk ke dalam gedung perusahaan.


Hal yang pertama dia lakukan adalah mendatangi resepsionis yang tentu saja sudah mengenalnya sebagai mantan atasan di perusahaan itu. Tujuan Delina mendatangi resepsionis adalah untuk mencari data dan nama tamu yang sudah datang mengunjungi perusahaan.


"Aku membutuhkan data pria ini apakah kau tahu banyak tentangnya?" tanya Delina menunjuk salah satu nama yang tertera disana.


"Oh yang ini ya," ucap resepsionis itu lalu mengambil sesuatu dan menyerahkannya kepada Delina.


Delina sangat senang menerima sesuatu yang diserahkan resepsionis wanita itu kepanya. Setelah mengucapkan terima kasih. Delina berpamitan kepada petugas resepsionis dan membalikkan badannya untuk berlalu pergi.


"Aw!" pekiknya. Nampaknya seseorang telah menabraknya saat dia membalikkan badannya. Dan sepertinya memang orang tersebut sudah berada dibelakangnya semenjak dia berbicara dengan petugas resepsionis.


###


Eh kira-kira siapa ya yang ditabrak Delina? Apakah mereka saling kenal? Lalu apa langkah Delina selanjutnya untuk menemukan siapa itu Michel.

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2