Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Meminta Bantuan


__ADS_3

Gagal mendapatkan warisan sebuah perusahaan, Maharani pergi dengan membawa barang-barang mewah yang dia beli dengan uang Mahesa. Meskipun dalam bentuk barang, namun jika dijual bisa laku sampai ratusan miliar. Mulai dari tas, sepatu, pakaian, perhiasan, jam tangan, kacamata, dan lain sebagainya. Masih ada beberapa tabungan dengan atas nama Maharani yang jumlahnya lumayan banyak.


"Nyonya tolong bantu Tuan Mahesa keluar dari penjara," pinta Delina yang masuk begitu saja ke kamar Maharani.


"Tolonglah beliau kali ini saja," lanjut Delina memohon dengan sangat.


Perempuan yang sedang sibuk mengumpulkan barang-barang mewahnya itu tersenyum sinis. Menjebloskan Mahesa ke dalam penjara adalah puncak keberhasilannya. Tidak mungkin Maharani membiarkan Mahesa keluar dari penjara secepat itu. Bisa-bisa dia yang akan terancam dan masuk penjara menggantikan Mahesa.


"Mana aku tahu caranya? Coba saja sendiri bagaimana bisa mengeluarkan Mahesa dari penjara," cuek Maharani pura-pura tidak tahu.


"Salah siapa pakai ikut-ikutan korupsi."


Delina bisa memastikan kalau dalang dibalik dugaan korupsi yang dilakukan Mahesa ada Maharani di belakangnya. Namun, sayangnya sampai sekarang Delina belum bisa mengumpulkan bukti kalau Maharani-lah yang bersalah dan menjebak Mahesa. Terbukti bahwa istri pertama Mahesa itu sangat licik.


"Saya yakin Anda tahu bagaimana cara mengeluarkan Tuan Mahesa dari penjara," lanjut Delina.


"Saya mohon bantulah saya dan Tuan Mahesa, Nyonya."


"Saya akan memberikan apa pun yang Anda mau jika berhasil mengeluarkan Tuan Mahesa."

__ADS_1


Dia sudah bersimpuh di bawah kaki perempuan sombong yang sudah berkacak pinggang.


"Jika Anda mau. Saya rela diceraikan oleh Tuan Mahesa agar Anda menjadi istri satu-satunya beliau."


Apa pun dilakukan Delina demi bisa membebaskan Mahesa dari penjara. Dan dia sangat yakin bahwa kunci utama yang bisa membebaskan Mahesa adalah Maharani. Terdengar sebuah tawa keras dari bibir Maharani, "Aku sudah tidak menginginkan apa pun dari dia!"


"Tetapi tolong bantu saya membebaskan Tuan Mahesa, Nyonya," ulang Delina memohon.


"Hanya Anda yang bisa membebaskan beliau," imbuhnya.


"Oh, jadi secara tidak langsung kamu menuduhku yang memasukkan Mahesa ke penjara? Kenapa hanya aku yang kau bilang bisa membebaskan dia?" sentak Maharani dengan marah.


Segera Delina menggelengkan kepalanya, "Bukannya saya menuduh Anda, Nyonya. Saya hanya meminta tolong pada Anda yang telah mengenalkan Tuan Mahesa dengan Menteri XY."


"Setidaknya bantulah kami membuktikan bahwa perusahaan tidak ikut campur dalam korupsi yang dilakukan Menteri XY, Nyonya."


Maharani telah selesai dengan urusannya menutup lima koper berukuran besar yang berisi semua barang-barang mewahnya. Ditariknya salah satu koper yang paling kecil melewati Delina yang masih bersimpuh. Delina sampai merangkah mengikuti langkah Maharani. Perempuan itu terus meminta, "Nyonya tolonglah saya."


Cuih!

__ADS_1


Karena kesal Maharani meludahi Delina dan tepat mengenai kepala Delina. Dengan nada tinggi Maharani berkata, "Minggir! Jangan menghalangi jalanku! Pergilah dari hadapanku bod0h!"


"Nona apakah Anda baik-baik saja?" teriak Ferdi menghampiri dan menarik Delina agar berdiri.


"Nyonya apa yang Anda lakukan?" Seru Ferdi kepada Maharani.


Maharani bertepuk tangan karenaFerdi yang sudah berani menentangnya. Tak lupa dia memberikan senyum kecut untuk Ferdi, "Wah pria bod0h ini sekarang sudah berani melawanku rupanya."


"Sepertinya kalian berdua berjodoh kerena sama-sama bod0h," ejek Maharani diakhiri dengan tawa.


"Baiklah aku akan mengatakan pada Mahesa agar kalian berdua dinikahkan saja. Bagaimana kalian setuju kan dengan usulku?"


Tidak ingin berlama-lama menanggapi Maharani. Ferdi mengajak Delina untuk segera pergi dari hadapan Maharani. "Nona sebaiknya kita segera berangkat untuk menemui Tuan Mahesa," ajak Ferdi.


Perempuan licik itu kembali mengembangkan senyum jahat, "Baiklah sepertinya masih ada satu pekerjaan untuk menghasut mereka berdua."


Segara Maharani mengotak-atik ponselnya untuk menjalankan rencananya. Kali ini korbannya adalah Delina dan Ferdi.


###

__ADS_1


Kira-kira apa yang akan dilakukan Maharani untuk Delina dan Ferdi. Apa lagi hasutan yang akan dibuat-buat oleh Maharani? Eum ... kirain Maharani sudah pergi. Eh taunya masih datang lagi.


🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.


__ADS_2