Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Rencana Rahasia


__ADS_3

Sesampainya di bandara Mahesa dan Delina langsung berpisah. Mahesa kembali ke rumah utama Kluarga Mahesa. Sementara Delina naik taksi ke salah satu rumah milik Keluarga Mahesa yang terletak tidak jauh dari bandara.


"Sayang aku antar ke rumah ya," ucap Mahesa.


"Tidak. Kita sudah sepakat dan kesepakatan itu dimulai dari sekarang," tegas Delina yang langsung meninggalkan Mahesa.


"Yah." Terlihat wajah kekecewaan dimuka Mahesa.


Sampailah Delina disebuah perumahan mewah dan berhenti disalah satu rumah. Disana sudah berdiri seorang pria yang sangat dia kenal. Delina turun dan langsung menghambur ke dalam pelukan pria itu.


"Hei ... apa kabar?" tanyanya sembari mengusap puncak kepala Delina dengan sayang.


"Kabar baik. Bagaimana denganmu, Kak?" balas Delina bertanya.


"Aku juga baik. Aku sangat merindukanmu," ucap pria itu.


"Sama. Sebenarnya sewaktu di Bali aku ingin segera bertemu denganmu."


"Tidak pernah menyangka ternyata kita saudara."


Ya. Pria yang menanti kedatangan Delina adalah Ferdi. Asisten dari Mahesa yang ternyata adalah kakak kandung dari Delina. Ferdi sudah menceritakan semuanya kepada Delina melalui sambungan telepon.


"Oh. Ini keponakanku?" tanya Ferdi beralih menatap Baby El. Pertanyaannya langsung diangguki Delina.

__ADS_1


"Ganteng sekali dia. Mirip denganku," ucapnya percaya diri.


"Oh ya? Pasti ayahnya tidak terima dengan ucapanmu itu," cibir Delina.


Tidak mau berlama-lama membicarakan kabar dan urusan pribadi mereka. Karena ada hal mendesak yang harus segera mereka tangani. Keduanya berjalan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


"Sebenarnya aku belum terlalu paham dimana titik permasalahan di perusahaan," ucap Delina jujur.


"Selain menggoda Tuan Mahesa. Perempuan itu juga ingin merebut kekayaan yang dimiliki oleh tuan muda," jelas Ferdi.


"Saat ini perusahaan diatas kendalinya. Aku sudah berusaha untuk menanganinya, tetapi tenagaku tidak cukup kuat untuk melakukannya sendiri. Sedangkan aku juga harus mengurus beberapa perusahan cabang," lanjutnya menjelaskan.


Tidak setiap hari Ferdi berada di kantor pusat. Setelah kepergian Delina dan menghilangnya Mahesa, tanggungjawab perusahaan berada ditangannya. Ferdi sangat kewalahan akan hal tersebut, sampai-sampai dia kecolongan ketika ada tikus di kantor pusat Mahesa Grup.


"Tidak apa-apa, Kak. Aku tahu betapa besarnya tanggungjawab Kakak mengurus semua perusahaan. Aku pun pernah mersakannnya," kata Delina menenangkan Ferdi seraya mengusap punggung pria itu.


Dan lagi selama Mahesa menghilang. Tuan muda itu sama sekali tidak bisa dihubungi dan sepertinya sudah membuang ponselnya. Lalu membeli ponsel baru dan mengganti nomer teleponnya. Sampai-sampai Ferdi kebingungan untuk menghubunginya untuk melaporkan kondisi perusahaan.


"Apa yang dia lakukan di perusahaan kita, Kak?" tanya Delina.


"Perempuan itu sudah memanipulasi laporan keuangan perusahaan. Aku mendapatkan informasi dari beberapa sumber mengenai dia yang semena-mena kepada karyawan. Memecat karyawan seenaknya sendiri, menghukum karyawan yang mengkritisi dia, dan sudah dua bulan gaji karyawan tidak turun," urai Ferdi panjang lebar.


"Astaga! Sungguh keterlaluan sekali dia," kesal Delina.

__ADS_1


"Kita harus cepat-cepat menghentikan aksinya, Kak."


Keputusan Ferdi mengajak Delina bekerjasama untuk membasmi tikus perusahaan adalah benar. Adik kandungnya itu begitu semangat menjalankan misi ini. Dan lagi Delina bisa diandalkan karena sudah banyak bukti kerja keras dan kerja cerdasnya.


"Bagaimana dengan rencana kita?" tanya Delina langsung to the point.


"Kita bagi tugas saja. Aku akan mengumpulkan semua informasi dan bukti kejahatan dia. Dan kamu tolong bantu aku untuk memantau dia selama di dalam perusahaan," papar Ferdi.


"Biarkan saja dia seperti biasanya. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan."


Beberapa hari Ferdi memikirkan rencana itu. Berulang kali juga pria itu mematangkan rencananya agar berhasil.


"Untuk Tuan Mahesa biarkan dia tetap pada tugasnya sebagai pemimpin," saran Ferdi.


"Aku tidak yakin beliau bisa membantu kita mengungkap masalah ini," remeh Ferdi.


Delina pun sepakat dengan apa yang dikatakan Ferdi. Dia juga tidak yakin jika memasukkan Mahesa ke dalam tim mereka. Yang ada justru memperumit keadaan.


###


Bagaimana ya berlangsungnya rencana mereka. Sepertinya akan menarik ini. Kita lihat cara halus mereka menjebak Clarissa.


Oh iya pasti bertanya-tanya kan bagaimana bisa Ferdi mendapatkan kontak Delina? Dijelaskan di bab berikutnya saja ya.

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2