
Robby berhasil menemukan Delina di taman dekat sekolah Delina dulu. Ya, sebagai teman sekaligus sahabat tentu saja Robby tahu dimana Delina pergi saat sedih. Perlahan Robby mendekati Delina dan duduk di sebelahnya. Robby tidak langsung mengajaknya berbicara, sengaja dia diam agar Delina menenangkan diri.
"Ngapain kamu kesini, Rob?" tanya Delina yang lebih dulu buka suara.
"Kamu tidak perlu repot-repot mencariku," lanjutnya.
"Lebih baik kamu pergi dari sini Rob. Jangan mengangguku!"
Pria itu justru tertawa kecil mendengar pernyataan Delina. Kemudian berkata, "Bukankah aku memang sering menganggumu sejak dulu saat kamu sedih di taman ini?"
Beberapa kali Robby yang terkadang usil menggoda Delina saat sedang sedih, galau, atau menangis di taman itu. Dan hari ini kejadian tempo dulu seolah kembali terjadi lagi.
"Jangan ajak aku pulang!" sungut Delina.
"Aku enggak mau pulang!" ucapnya kesal.
"Aku enggak mau ketemu pria munafik yang hobinya mendua itu!" teriaknya semakin kesal.
"Aku enggak mau!"
Terus saja Delina nyerocos sendiri. Mumpung di taman itu sedang tidak ada orang. Dia meluapkan emosinya dengan berteriak-teriak.
"Oke ... oke ... aku tidak akan memaksamu untuk pulang," jawabnya dengan santai.
"Tetapi apa kau tidak akan merindukan Baby El yang sedang lucu-lucunya saat ini?" selorohnya.
__ADS_1
"Kamu tega pergi dari rumah dan meninggalkan anak kamu?"
"Ingat Delina. Anakmu masih kecil dan butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya."
Ah, iya. Delina sempat lupa bahwa kini dia sudah tidak sendiri. Melainkan ada anak yang harus dia rawat. Kalau dia pergi dari rumah begitu saja bagaimana nasib anaknya. Delina juga tidak mau nasib Baby El sama seperti nasib anaknya Clarissa.
"Delina ..." panggil Robby yang langsung memanggilnya dengan sebutan nama saat tidak ada Mahesa.
"Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini," lanjutnya.
"Tetapi jangan langsung menyimpulkan sesuatu sebelum dengar sendiri drai sumber yang bersangkutan."
"Alias dengarkan dulu penjelasan suami kamu."
Selama ini memang Delina selalu menghindari Mahesa saat pria itu akan menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Hingga Delina menyimpulkan senidri bahwa kedatangan Mahesa ke lapas adalah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan menikahi Clarissa. Padahal itu hanyalah pikiran buruk dari Delina saja.
"Suami kamu tidak ada niatan untuk menikah dengan Clarissa."
"Darimana kamu tahu? Kenapa sekarang kau selalu membelanya, Robby?" sungut Delina.
Kembali sahabat prianya itu tersenyum kecil. Sebentar dia menoleh kearah Delina lalu kembali menatap lulus kedepan. Kemudian dia berkata, "Apa kau lupa kalau kau yang mengusulkan aku menjadi asisten pribadi suamimu?"
"Sebagai asisten pribadi tentu saja aku tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suamimu," lanjutnya.
"Memang Clarissa memberikan surat kepada suamimu dan meminta pertanggung jawaban."
__ADS_1
"Tetapi suami kamu tidak akan menikah dengannya."
Pria itu berkata dengan tangan yang saling bertautan. Sementara Delina sesekali masih menyeka air mata yang menetes membasahi pipinya.
"Asal kamu tahu. Saat ini suami kamu sedang berusaha mencari bukti-bukti kebenaran dirinya. Supaya Clarissa tidak bisa menuntut suamimu untuk menikah dengannya," ungkap Robby.
"Percayalah kepada suamimu dan percayalah kepadaku, Delina."
Robby sudah berdiri dari duduknya. Menoleh kearah Delina, "Pulanglah demi anakmu dan keutuhan rumah tangga kalian."
***
Setelah memastikan semuanya beres dan memastikan Delina akan kembali pulang. Kini saatnya Robby mengantarkan Mahesa ke rumah sakit terbaik di kota itu. Sebelumnya Robby sudah janjian dengan dokter terbaik di rumah sakit itu untuk menangani Mahesa.
"Mari Tuan. Dokter sudah menunggu Anda," ucap Robby membukakan pintu untuk Mahesa.
Robby berjalan di depan untuk menujukkan arah ruangan mana tempat pertemuannya dengan dokter yang bersangkutan. Di dalam sana dokter dan seorang perawat telah menyambut tuan muda itu dengan senyuman ramah.
"Silahkan duduk, Tuan," perintah dokter pria yang masih tampak muda itu.
"Saya akan melakukan beberapa wawancara sebelum pemeriksaan dilakukan," lanjutnya mengeluarkan sebuah kertas berisi pertanyaan.
###
Eh sudah bisa tebak kenapa Robby membawa Mabes ke rumah sakit? Yang udah bisa tebak tolong komentar dulu coba hehe.
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.