
"Dimana perempuan penggoda itu?" teriak perempuan yang baru datang itu.
"Keluar kau!" lanjutnya dengan nada tinggi.
Setelah aksi kejar-kejaran antara Bram dengan perempuan itu di halaman rumah. Dengan kondisi telinganya yang dijewer, Bram diajak mendekat kearah pintu rumah Delina. Sementara satu tangan perempuan itu sudah berada dipinggang.
"Ada apa ya ini?" tanya Mahesa yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Jangan banyak tanya. Dimana perempuan yang sudah menggoda suamiku?!" jawab perempuan itu.
"Hah? Mengggoda suami?" ulang Mahesa masih belum mengerti.
Keluarlah Delina dari dalam rumah dan lansung mengambil Baby El dari gendongan Bram. Delina itu juga bertanya-tanya kenapa Bram dijewer oleh perempuan itu. Dan siapa perempuan itu, sepertinya Delina baru melihatnya kali ini.
"Oh, ini perempuan yang sudah menggoda suamiku?" terka istri dari Bram.
"Bisa-bisanya ya kamu menjadi selingkuhan Bram, suamiku!" kecam Wenny, istri Bram.
"Apa yang kamu incar dari suamiku? Hah?" lanjutnya marah.
"Mau harta? Atau mau apa kau?"
"Lalu anak siapa bayi ini?"
Wenny nyerocos dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Sementara Delina menautkan alisnya, seraya mencoba memahami setiap perkatan yang keluar dari mulut Wenny. Sedikit demi sedikit dia tahu arah pembicaraan mereka.
"Jangan-jangan anak ini hasil perselingkuhan kalian?" pekik Wenny.
"Astaga!"
__ADS_1
"Apa yang sudah kalian lakukan?"
"Dasar perempuan murahan!"
Tangannya sudah mulai terangkat untuk melayangkan sebuah tamparan untuk Delina. Dengan tanggap Mahesa menangkis tangan Wenny dan menahannya.
"Hentikan! Dia itu istri dan anakku!" sergah Mahesa.
"Kau mengatakan istriku perempuan penggoda?" dengus Mahesa tidak terima.
"Tanya saja kepada suamimu yang brengs3k itu!" Mahesa menatap Bram.
"Tanyakan pada dia siapa yang duluan menggoda istriku!" lanjutnya.
Mahesa, Delina, dan Wenny mengalihkan tatapan tajam mereka kepada Bram. Pria itu mendelik ketakutan mendapatkan tatapan dari mereka semua. Seolah tatapan mereka memaksa dirinya untuk buka suara dan menjelaskan semuanya.
"De-delina, a-aku su-sudah memiliki istri. Dan ini Wenny istriku," terangnya.
"Dasar brengs3k!" murka Mahesa yang langsung memberikan bogem mentah tepat diperut Bram.
"Hentikan!" pekik Delina.
Bram tidak membalas pukulan Mahesa, pria itu hanya bisa memegangi perutnya. Jelas saja kesakitan karena Mahesa meninjunya dengan kekuatan penuh.
"Pergi kalian dari rumah ini!" Seru Mahesa dengan suara bariton.
"Dan kamu awas saja ya!"
"Aku akan membalasmu karena sudah main-main dengan istriku!" Hampir saja Mahesa akan memukul Bram, namun berhasil ditahan oleh Delina.
__ADS_1
Wenny masih menjewer telinga Bram dan menariknya ke dalam mobil. Sudah lama Wenny mencurigai suaminya berselingkuh. Dan baru tadi pagi, Wenny menyewa orang untuk mengikuti suaminya dan ternyata berada di rumah seorang perempuan yang disinyalir selingkuhan Bram.
"Jadi kamu biang keroknya? Berani-beraninya ganggu istri orang!" omel Wenny kepada suaminya.
"Dasar pria tidak tahu diri. Tidak ingat anak istri apa? Hah!"
Dari sanalah Bram percaya bahwa Mahesa adalah suami dari Delina. Pasalnya Delina tidak membantah saat Mahesa mengatakan dia adalah istrinya. Sedangkan dia sendiri akan dihabisi oleh istrinya yang galaknya bukan main.
"Pantas saja dia lebih pandai mengurus bayi," gumam Mahesa melihat kepergian mereka.
"Ternyata pria tak tahu diri," ledek Mahesa.
"Dasar tua-tua keladi," lanjutnya.
Rupanya memang Bram adalah pria beristri dan sudah memiliki tiga anak. Memang wajahnya masih tampak muda, tak melihatkan bahwa dia sudah berkeluarga. Pantas saja dia selalu menang dalam persaingan mengurus Baby El.
"Oh, ya. Berarti aku yang menang dong," gumam Mahesa tersenyum senang akan kemenangannya.
Delina tak berkata apa pun. Dia langsung masuk ke dalam rumahnya lalu mengunci pintunya rapat-rapat. Padahal Mahesa ingin menghibur istrinya yang sudah mendapatkan fitnah hari ini.
"Ayeay ... tidak ada saingan lagi," gumam Mahesa senang. Seraya berjoget dia kembali ke penginapannya.
###
Apakah memang benar Mahesa yang menang? Dan apakah itu artinya Mahesa akan kembali pada Delina?
Tanya pembaca dulu ah. Menurut kalian gimana pengorbanan Mahesa? Sudah cukup atau masih kurang?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1