Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Perubahan Sikap


__ADS_3

Sejak mengetahui kronologi kecelakaan, mendadak Mahesa berubah sikap saat berhadapan dengan Venya dan suaminya. Tetapi tidak dengan Delina, perempuan itu tetap bersikap baik kepada kakak iparnya itu. Tidak ada yang berubah, masih sama seperi saat Venya belum kecelakaan.


"Daiki ... Keina ... makan siang dulu yuk. Tante sudah masakin makanan kesukaan kalian, sup ayam," ajak Delina.


"Hore!" teriak Daiki dan Keina bersamaan dan langsung lari ke meja makan.


"Hati-hati dong," peringat Delina.


"Ayo duduk yang baik dulu."


Dari ruang keluarga Venya dan suaminya melihat kedekatan antara anak-anaknya dengan Delina. Dari semua perlakuannya memang terkesan sangat tulus Delina menghadapi anak-anaknya. Bahkan sampai membuat Keina dan Daiki semakin dekat dan akrab dengan Delina.


"Ayo makan sendiri-sendiri ya. Kan sudah gede dan jangan lupa berdoa," ucap Delina sembari mengambilkan sup untuk keduanya.


"Makannya hati-hati, enggak usah buru-buru," pesan Delina yang menunggui dua anak itu saat makan.


Delina menumpukkan tangannya di atas meja makan. Memandang Keina dan Daiki yang makan dengan sangat lahap. Bahkan tidak lama kemudian makanan di mangkuk mereka habis tak tersisa.


"Minum dulu," ucap Delina mengarahkan pandangannya ke segelas air putih dihadapan masing-masing anak.

__ADS_1


"Bagaimana enak?" tanya Delina setelah keduanya selesai minum.


"Sangat enak Tante," ucap Daiki senang.


"Enak ... enak .. enak," sahut Keina.


Delina tersenyum senang karena masakannya disukai oleh keponakannya. Sementara dia membereskan sisa makanan mereka. Keina dan Daiki kembali bermain di ruang anak-anak bersama para bayi.


Tidak lupa Keina berpesan, "Tante ikut main ke ruang bermain ya."


Delina menoleh sebentar dan tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Sungguh senang rasanya jika keponakannya menyukai dirinya. Tidak seperti orang tua kedua anak itu yang selalu tidak akrab dengannya. Delina pun menghela napas berat saat mengingat Venya dan suaminya sampai sekarang yang tidak pernah bertegur sapa dengannya. Padahal Delina sudah berusaha untuk bersikap baik kepada mereka.


"Kakak sudah makan?" tanya Delina basa-basi kepada Venya.


Meskipun sudah ada pelayan yang mengurus Venya. Tetap saja Delina memerhatikan keseharian kakaknya. Mulai dari makan, minum obat, berjemur, mandi, dan lain sebagainya. Hal itu dilakykan Delina tulus karena Venya adalah kakak iparnya sendiri.


**


Suatu malam Mahesa meminta Delina berbicara empat mata dengannya. Dia meminta Delina untuk menjauhi Venya dan suaminya. Melarang Delina terlalu dekat dengan mereka semua.

__ADS_1


"Kenapa sih Sayang? Aku kan hanya ingin berbakti kepada yang lebih tua dariku," ucap Delina.


"Bukannya harusnya kamu senang aku perhatian dengan keluarga kamu?" lanjut Delina.


Tentu saja Delina sangat bingung dengan perubahan sikap suaminya yang mendadak aneh. Biasanya juga Mahesa ikut perhatian dengan menanyakan perkembangan kesehatan sang kakak. Namun, kenapa hari ini suaminya berpesan seperti itu.


"Ya, sebaik apa pun kamu ke mereka. Apa mereka pernag peduli dengan kamu?" tanya Mahesa.


"Enggak apa-apa mereka tidak menganggapku. Aku ikhlas melakukannya Sayang," jelas Delina.


Mahesa menyunggingkan senyuman, "Kamu terlalu baik."


Sengaja Mahesa hanya mengingatkan istrinya untuk berubah sikap, jangan terlalu baik kepada Venya. Tetapi Mahesa tetap merahasiakan tentang kronologi kecelakaan tersebut. Dia tidak ingin Delina tahu dan menjadi kepikiran.


"Sayang ... coba cerita kenapa kamu menjadi kaya gini?" tanya Delina.


"Apa kamu ada masalah dengan Kak Venya dan suaminya?" lanjut Delina.


###

__ADS_1


Justru menimbulkan kecurigaan gak sih kalau tiba-tiba minta mengubah sikapnya? Apakah Delina akan menuruti kata-kata suaminya? Atau tetap menjadi Delina yang keras kepala?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2