Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Kesibukan Ferdi


__ADS_3

Setengah tahun berlalu Ferdi mengurus salah satu cabang perusahaan yang ada di Kota Surabaya. Hari-harinya dia habiskan antara di kantor dan apatermen. Dia sedang fokus membuat perusahaan yang ada ditangannya mampu setara dengan perusahaan pusat milik Mahesa Grup.


"Ehm ... Wury sepertinya aku butuh sekertaris pribadi untuk membantuku," ucap Ferdi saat Wury masuk ke dalam ruangannya.


"Baiklah, Tuan. Saya akan mencarikan orang yang bisa menjadi sekertaris Anda," ucapnya.


Ambisinya yang terlalu besar membuat pria itu keteteran dalam bekerja. Seringkali dia lembur di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan. Tak jarang pula membawa pekerjaan yang belum selesai ke apatermen.


"Kalau bisa secepatnya, karena aku ada proyek kerjasama dan butuh bantuan orang lain," sambung Ferdi yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Wury.


Wury adalah kepala bagian HRD, dialah yang paling banyak tahu mengenai karyawan. Segera perempuan itu teringat dengan seorang perempuan yang tempo hari datang kepadanya. Padahal dirinya sedang tidak membuka lowongan pekerjaan.


"Aku telepon gadis yang kemarin menemuiku itu saja," gumam Wury pada dirinya sendiri.


"Sepertinya dia gadis yang baik dan jujur."


Tidak pikir lama, Wury langsung menghubungi orang yang dimaksud tersebut. Setelah menyampaikan niatnya dia meminta gadis itu untuk datang ke kantor. Sebelumnya dia akan melewati tahap tes administrasi, tes psikologi, dan wawancara.


"Ini adalah hasil dari serangkaian tes yang telah kamu lalui," ucap Wury seraya menyodorkan sebuah amplop.


"Silahkan dibuka dan dibaca," suruhnya.


Dengan tangan yang gemetar karena takut. Perlahan gadis muda itu membuka amplop yang sudah ada ditangannya. Sontak matanya berkaca-kaca saat membaca isi dari amplop tersebut.


"Terima kasih banyak, Bu," ucapnya kepada Wury.

__ADS_1


"Kamu mulai bekerja pekan depan. Silahkan persiapkan dirimu baik-baik," pesan Wury seraya tersenyum.


"Baik, Bu."


Gadis itu keluar dari gedung perusahaan dengan perasaan yang sangat bahagia. Pasalnya bekerja di perusahaan tersebut adalah impiannya sejak dulu. Selain itu, saat ini dia juga sedang membutuhkan pekerjaan.


**


Pada hari Senin pagi-pagi sekali Ferdi sudah berada di ruangannya. Ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan sebelum waktu istirahat. Karena setelah istirahat ada pertemuan yang harus dia datangi.


"Mana sekertaris yang dijanjikan Wury datang hari ini?" gumam Ferdi bertanya-tanya.


"Sudah jam berapa ini?" Ferdi melihat jam yang melingkar ditangannya.


Dengan pandangan yang tetap fokus kearah laptop. Tangannya mengutak-atik ponsel untuk menghubungi Wury. Dia pun menanyakan kebeadaan orang yang diutus sebagai sekertarisnya.


"Oke. Aku tunggu," ucap Ferdi mengakhiri panggilannya.


Sejenak pria itu menghembuskan napasnya, lalu kembali fokus pada pekerjaannya. Dan tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Masuk!" perintahnya kepada orang di balik pintu.


Perlahan orang itu masuk ke dalam ruangan itu. Sekilas Ferdi melihat orang itu dari sudut matanya, tanpa menatap langsung orang tersebut. Dia yakin inilah karyawan baru sebagai sekertarisnya. Ferdi yakin hal itu, karena orang itu datang mengenakan pakaian khas anak baru yaitu kemeja putih dan bawahan hitam.


"Ma-maaf Tu-tuan sa-saya terlambat karena ada perbaikan jalan dan membuat macet," lirihnya panjang lebar.

__ADS_1


"Baru pertama kerja bisakah kau lebih disiplin lagi?" sindir Ferdi.


"Saya tidak suka jika ada yang tidak disiplin."


"Kalau tahu ada perbaikan jalan dan macet, harusnya kau datang lebih awal," sarannya tanpa menolah kearah orang itu.


Gadis yang baru pertama kali masuk kerja itu merasa salah dan malunya minta ampun. Dia terus saja menundukkan kepalanya. Hanya sesekali manggut-manggut mendengar penuturan atasannya.


"Siapa namamu?" tanya Ferdi.


"Saya---" ucapnya


Saat akan mengatakan namanya, Ferdi menoleh kearah gadis itu, Dan gadis itu juga mendongakkan kepalanya untuk menatap atasannya. Sontak keduanya terperanjat kaget dengan orang yang ada dihadapan mereka.


"Anda," ucap gadis itu menunjuk Ferdi.


"Kamu?" ucap Ferdi juga menunjuk gadis tersebut.


Keduanya sama-sama tidak menyangka dengan pertemuan itu.


###


Memang siapa ya gadis itu. Apa Ferdi pernah bertemu dengannya sebelumnya? Atau ...


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2