Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Suami Venya


__ADS_3

Setengah bulan berlalu setelah kecelakaan itu. Venya masih saja di rawat di ruang ICU, karena belum sadarkan diri sampai sekarang. Selama itu pula Keina dan Daiki terus menangis setiap harinya. Apalagi empat hari sekali mereka ingin sekali menjenguk mamanya. Walaupun hanya bisa melihatnya dari balik dinding kaca ruang ICU.


"Mama cepatlah sembuh, kami janji tidak akan nakal lagi, Mama," ucap Keina disela-sela isak tangisnya.


"Mama aku akan menuruti semua perkataan Mama," sambung Daiki.


"Tetapi Mama harus kembali sehat dan pulang ke rumah bersama kita," lanjut mereka.


Dari belakang Delina menyaksikan dua keponakannya yang menangis dan terus memandang mama mereka. Sesekali Delina juga menyeka air matanya yang menetes begitu saja tanpa perintahnya. Jujur saja dia paling tidak bisa melihat anak kecil yang kehilangan orang tuanya. Seperti apa yang dia rasakan selama hidupnya, kehilangan orang tuanya sejak kecil.


"Keina ... Daiki ... sudah ya. Kita harus segera pulang," ajak Delina sembari memegang bahu anak-anak itu.


"Enggak Tante! Aku mau tetap disini," tolak Daiki.


"Aku enggak mau pulang kalau Mama juga enggak pulang ke rumah bersama kita!" sambung Keina.


Seperti kejadian sebelum-sebelumnya, kedua anak itu selalu saja susah jika diajak pulang. Pasti maunya tetap menunggu di rumah sakit sampai mama mereka sadarkan diri. Mereka sudah sangat sedih melihat mama mereka berada di ruang ICU dengan banyak alat bantu ditubuhnya.

__ADS_1


"Sayang ..." ucap Delina bersimpuh di lantai. Menyetarakan tingginya dengan Keina dan Daiki. Menatap dalam dua mata anak itu secara bergantian.


"Kita pulang dan doakan Mama dari rumah ya," ajak Delina.


"Mama juga sedih lho kalau kalian terus menangis disini. Lagian anak kecil enggak boleh terlalu lama di rumah sakit," lanjutnya.


"Pulang yuk."


Kedua bocah itu tetap kekeh menggelengkan kepala mereka dengan kompak. Hingga akhirnya mata dua anak itu menatap kedatangan seseorang di belakang tubuh Delina. Langsung keduanya berlari mendekati orang tersebut,


Delina langsung dapat menyimpulkan bahwa orang yang baru saja datang itu adalah suami dari Venya dan papa dari keponakannya. Venya menikah dengan seorang pria asli Jepang dan menetap di Jepang. Oleh karena itu, ini adalah kali pertama Delina bertemu dengannya.


"Hai perkenalkan aku Delina, adik ipar Kak Venya," ucap Delina memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya.


Pria itu tidak merespon sama sekali, bahkan menatap Delina pun tidak dia lakukan. Dia hanya tetap menggendong kedua anaknya ditangan kanan dan kiri. Sibuk mengajak ngobrol anaknya yang beberapa bulan terpisah dengannya.


"Daddy! Itu Tante Delina," ucap Daiki akhirnya.

__ADS_1


"Oh ya?" respon suami Venya bernama Gin.


Gin menyunggingkan senyuman sinis kearah Delina. Dari cerita Venya, perempuan itulah yang membuat Venya masuk ke penjara. Dan dari cerita Venya juga perempuan itu yang akan dicelakai Venya pagi hari itu. Tetapi nasib malah berbalik dan Venya-lah yang celaka. Apa pun yang dilakukan Venya, dia ceritakan kepada suaminya. Makanya Gin tahu semua yang terjadi di keluarga istrinya.


"Oh jadi anak ini yang membuat istriku berkali-kali terkena musibah," batin Gin.


"Awas saja ya kamu."


Tiba-tiba seorang perawat menghampiri mereka semua. Perawat itu mengabarkan kalau Venya ...


###


Akankah Gin sama-sama benci dengan Delina seperti Venya? Apa yang pria itu akan lakukan kepada Delina?


Dan kira-kira apa yang perawat itu sampaikan mengenai keadaan terbaru dari Venya?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2