
Selain menyuruh orang untuk melacak keberadaan Delina melalui GPS di ponselnya. Ferdi langsung turun tangan sendiri untuk mencari dimana Delina berada saat ini. Karena menurut Tim IT, Delina pergi tanpa membawa ponsel. GPS menunjukkan ponsel tersebut masih berada di dalam rumah Keluarga Mahesa.
"Apakah ada nomer telepon sahabatnya Delina sewaktu SMA dulu?" tanya Ferdi saat bertemu dengan Nugroho, ayah Delina. Saat ini Ferdi berkunjung ke rumah orang tua Delina untuk mencari petunjuk.
Dan didapatkannya nomer telepon sahabat Delina atas nama Vitta. Segara Ferdi menghubungi nomer telepon tersebut. Sepertinya jalan mencari Delina dipermudah, Vitta langsung mengangkat panggilan dari Ferdi.
"Apakah kau bisa memberitahu alamat rumahmu?" tanya Ferdi ketika Vitta menyatakan bahwa Delina sedang berada di rumahnya.
Sesegera mungkin Ferdi berangkat ke Surabaya setelah Vitta mengirimkan alamat rumahnya. Dia berangkat bersama beberapa orang pengawal Keluarga Mahesa.
"Maafkan aku. Delina sudah pergi secara diam-diam," sambut Vitta saat membukakan pintu untuk Ferdi.
"Pergi? Apa dia tahu aku akan kemari?" tanya Ferdi kaget.
"Tidak. Aku tidak mengatakan kepada Delina tentang ini. Tetapi mungkin dia mendengar pembicaraan kita sewaktu telepon," ucap Vitta dengan lesu.
"Padahal aku sudah berusaha berbicara sepelan mungkin agar dia tidak tahu."
Gadis itu merasa bersalah karena telah berkhianat kepada Delina dengan mengatakan keberadaannya kepada Ferdi. Tetapi itu juga untuk kebaikan sahabatnya.
"Maafkan aku," lanjut Vitta merasa bersalah karena Ferdi datang dan tidak menemukan Delina di rumahnya.
Dengan paniknya Ferdi langsung merogoh ponsel dari saku celananya. Memencet beberapa tombol pada layar pipih itu. Kemudian menempelkan ponsel ke telinganya.
__ADS_1
"Cepat kerahkan penjagaan di setiap titik keluar masuk Kota Surabaya!" perintahnya kepada pengawal.
"Nona Delina sudah kabur dari rumah sahabatnya!" imbuh Ferdi.
Setelah memberikan perintah melalui sambungan telepon. Ferdi meminta keterangan Vitta mengenai kapan datangnya Delina ke Surabaya. Lalu kapan Delina dinyatakan diam-diam kabur dari rumah Vitta.
"Kalau pun dia pergi dari rumah ini, belum jauh kok," ucap Vitta.
"Mungkin saat ini dia kecewa kepadaku karena telah berkhianat dengan menghubungi kamu," sesal Vitta.
"Tidak. Terima kasih atas informasinya. Ini bukan kesalahan Anda. Saya saja yang kurang cepat tiba di kota ini," pungkas Ferdi.
Pencariannya tidak membuahkan hasil, membuat Ferdi merasa kecewa dengan dirinya sendiri. Coba saja dia lebih cepat datang, pasti dia akan bertemu dengan Delina. Tetapi setidaknya Ferdi tahu bahwa kondisi Delina saat ini dalam keadaan baik setelah mendapatkan kemarahan dari Mahesa.
Seminggu sudah Ferdi dan para pengawal mencari keberadaan Delina di kota itu. Pencarian akan tetap dilakukan, namun Ferdi harus kembali ke Jakarta guna proses sidang akhir untuk putusan Mahesa.
"Bagaimana dengan Delina? Apakah kau berhasil menemukannya?" tanya Mahesa saat Ferdi tiba dihadapannya.
"Maaf, Tuan. Saya belum menemukannya," balas Ferdi dengan lesu.
"Kenapa belum ketemu juga? Apakah kau tidak bersungguh-sungguh mencarinya?"
Pria yang menjabat sebagai asisten itu hanya tersenyum tipis. Lagi-lagi tuan mudanya itu meremehkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Saya sudah mengerahkan banyak pengawal dan Tim IT untuk mencari keberadaan Nona Delina. Tetapi mereka semua belum menemukan titik terang keberadaannya, Tuan," ungkap Ferdi sedikit kesal.
"Baru saja saya dari Surabaya, karena informasi terakhir Nona Delina berada disana. Namun, setibanya saya disana. Nona Delina langsung meninggalkan tempatnya menginap selama beberapa hari di Surabaya."
Diusapnya wajahnya dengan kasar. Memang semua ini karena kesalahannya yang mudah percaya tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu. Pria itu mudah percaya dengan hanya melihat salah satu sisi, tanpa melihat sisi-sisi yang lainnya.
"Apa yang akan aku lakukan jika keluar dari penjara, namun tanpa Delina?" gumam Mahesa.
Sebentar lagi Mahesa akan keluar dari penjara. Namun, dia tidak bisa membayangkan hidup di rumah tanpa istri. Biasanya ada dua istrinya yang tidak pernah akur. Tetapi sekarang semuanya sudah tidak ada.
"Fer ... bantulah aku untuk menemukan Delina," ucap Mahesa sekali lagi.
"Saya sudah membantu mencari Nona Delina dan akan terus membantu Anda menemukannya, Tuan," jawab Ferdi.
"Tetapi semua tidak akan mudah. Sebaiknya Anda juga harus berjuang untuk menemukan cinta Anda," lanjut Ferdi menyarankan.
Benar juga apa yang dikatakan oleh Ferdi. Setelah sekian lama Delina berkorban dan berjuang untuk mendapatkan Mahesa. Kini giliran Mahesa yang harusnya berjuang untuk mendapatkan Delina kembali. Benar tidak?
###
Apakah Mahesa akan menuruti saran yang diberikan oleh Ferdi untuk berjuang sendiri mencari Delina? Atau malah sebaliknya hanya menyuruh Ferdi dan pengawalnya saja? Mari kita lihat seberapa besar cintanya untuk Delina.a
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1