
Gagalnya Lily membantu Delina menyelamatkan berkas-berkas milik perusahaan yang dibawa kabar Maharani membuat Mahesa marah besar. Dan Delina-lah yang menjadi korban kemarahan Mahesa. Pria itu sedang berusaha menghubungi Maharani dengan ponselnya.
"Maharani tidak bisa ditelepon!" keluh Mahesa.
"Bagian legalitas perusahaan meminta berkas-berkas itu segera, Tuan," tutur Ferdi.
Pria itu kembali berusaha menelepon Maharani. Dia pun bergumam, "Untuk apa Maharani membawa berkas-berkas itu."
Mahesa sama sekali tidak merasa curiga dengan istri pertamanya itu. Sementara Delina dan Ferdi saling bertatapan seperti mengisyaratkan sebuah pesan.
"Kenapa kamu memperbolehkan Maharani membawa berkas itu kalau tahu berkas segera dibutuhkan dan diproses legalitas?" dengus Mahesa kepada Delina.
"Emm ... Nyonya meminta berkas itu dengan paksa, Tuan," balas Delina menunduk.
"Kau tidak bertanya untuk apa berkas itu?" tanya Mahesa yang dijawab dengan gelengan kepala.
"Bod0h!" umpat Mahesa.
Dimasukkannya ponsel itu ke dalam saku jasnya. Dia melangkah mendekati Delina. Menatap tajam Delina, "Sudah beberapa kali kamu bertindak ceroboh di perusahaan ini? Hah!"
"Tetapi Nyonya Maharani memaksa untuk mengambil berkas-berkas itu, Tuan. Saya sudah mengatakan bahwa berkas itu segera digunakan," terang Delina.
__ADS_1
"Kau bisa mencegahnya dengan berbagai cara!" tegas Mahesa.
"Kalau Maharani susah dihubungi begini lalu bagaimana?" cecar Mahesa.
"Dasar bod0h! Kau yang harus bertanggungjawab!"
Asisten tuan muda mendekat dan berkata, "Tuan ... ini bukan sepenuhnya kesalahan Nona Delina, Tuan."
"Apa? Kau membelanya lagi?" ucap Mahesa seraya mendengus.
"Ada hubungan apa kalian saling membela?" tambahnya.
Sepertinya Mahesa tetap mengira Ferdi memiliki perasaan kepada istri keduanya. Karena sejak awal Ferdi selalu berusaha membela Delina.
"Untuk apa Nyonya Maharani membawa berkas perusahaan? Bahkan nyonya membawa berkas itu disaat yang genting sepeti ini. Bukankah Nyonya tidak pernah ikut campur dalam urusan perusahaan?"
"Dan pertanyaan terakhir, kenapa setelah berkas itu dibawa pergi. Tiba-tiba Nyonya Maharani sudah dihubungi? Atau beliau kabur dengan membawa berkas-berkas itu?"
Cecar Ferdi dengan beragam pertanyaan yang Mahesa pun tidak sanggup menjawabnya. Apa yang dikatakan Ferdi memang benar bahwa Maharani tidak pernah ikut campur dalam urusan Mahesa Grup. Namun, kenapa tiba-tiba Maharani membawa berkas-berkas penting perusahaan.
"Maaf Tuan. Saya mencurigai Nyonya Maharani," ucap Ferdi dengan tegas.
__ADS_1
Sontak Mahesa mendekati Ferdi dan mencengkeram kerah kemeja asistennya itu. Mahesa berbicara penuh penekanan, "Apa yang kau katakan? Kau tidak percaya dengan istriku?"
"Katakan apa yang membuatmu mencurigai istriku?" gertak Mahesa marah.
"Sepertinya Nyonya Maharani ikut dalam misi penyerangan perusahaan ini, Tuan," ucap Ferdi dengan leher yang masih dicengkeram.
Bugh!
Satu tinjuan mendarat pada perut Ferdi dan saat itu pula Mahesa melepaskan cengkeramannya. Membuat Ferdi terhempas ke lantai dengan sangat keras.
"Berani-beraninya kau memfitnah istriku!" geram Mahesa.
Ferdi terbatuk-batuk karena tinjuan Mahesa. Pria itu bangkit berdiri dan berkata, "Saya tidak membuat fitnah, Tuan. Saya memiliki bukti."
Ditunjukkannya layar ponsel miliknya kearah tuan mudanya. Awalnya Mahesa bingung dengan maksud Ferdi. Namun, lama kelamaan matanya melotot sempurna menatap layar ponsel asistennya itu.
"Apakah Anda masih mengatakan bahwa saya memfitnah Nyonya Maharani?" tanya Ferdi.
Tak jauh dari tempat itu, Delina ikut terperangah dengan apa yang ditunjukkan Ferdi. Antara percaya dan tidak percaya bahwa ...
###
__ADS_1
Apa ya kira-kira bukti yang ditunjukkan oleh Ferdi? Sampai-sampai membuat Mahesa dan Delina terkejut.
🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu.