Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Meminta Bantuan


__ADS_3

Sepulang Delina dari kantor perusahaan Mahesa grub saat ingin mengetahui wajah asli Michel. Tanpa sengaja ada seorang pria yang menghampirinya dengan menutup sebagian wajahnya dengan masker. Pria itu mengajak Delina untuk berbicara empat mata di restoran yang tidak jauh dari perusahaan.


"Memangnya apa yang ingin Bapak bicarakan dengan saya?" tanya Delina membuka percakapan.


"Begini Nona ..."


"Saya ingin menyampaikan hal yang sangat penting kepada Anda."


"Ini terkait Pak Thomas."


Sesudah Delina mengangguk-anggukan kepalanya. Pria yang tidak lain adalah Irawan itu mulai menceritakan semuanya dengan gamblang. Mulai dari kedatangan Michel ke rumah Thomas dengan terang-terangan meminta sebagian harta Thomas. Sampai cerita dimana Michel mendatangi Mahesa untuk meminta nama Thomas diganti ke namanya.


"Astaga! Benarkah begitu ceritanya? Kenapa jahat sekali dia?" ucap Delina terkejut.


"Memang dia dibalik semuanya, Nona. Semua orang yang ada didekat Pak Thomas dia singkirkan. Termasuk salah satu pewaris tunggal Keluarga Pak Thomas," balas Irawan.


"Makanya saya meminta bantuan Anda, Nona. Saya tidak mengatakan kasus ini kepada siapa pun. Hanya Anda yang mengetahui cerita ini. Dan saya sangat berharap Anda bisa membantu saya menyelesaikan masalah ini, Nona," ungkap Irawan.


Tampak dua alis perempuan itu bertautan saat kuasa hukum rekan kerjanya itu meminta bantuannya. Dia saja tidak mengenal Michel, lalu bagaimana bisa membantu Irawan menyelesaikan masalah ini. Delina pun bertanya, "Bagaimana saya bisa membantu Anda?"

__ADS_1


Sejenak Irawan menghela napas, "Begini Nona. Anda adalah salah satu orang yang menjadi incaran Michel dan asistennya saat ini."


"Cepat atau lambat Michel akan menjebak Anda agar Anda mau membantunya untuk membujuk suami Anda," terang Irawan dengan prediksinya saat itu.


"Saya yakin dia sudah mengincar Anda. Makanya saya ajak Anda ke tempat yang agak tertutup supaya tidak ada orang lain yang mengetahui pertemuan ini," lanjutnya.


Akhirnya rasa penasaran Delina pun terjawab sudah. Perempuan itu memang bingung kenapa Irawan mengajaknya ketemuan di restoran terpencil kaya gini.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Delina.


"Anda hanya perlu mengikuti permainan yang dia lakukan saat menculik Anda. Saya akan memberikan Anda alat komunikasi rahasia yang terselip di baju Anda. Karena saya yakin, Michel pasti akan menyita ponsel Anda," sambung Michel.


"Anda jangan khawatir saat bersamanya Nona. Kita bisa tetap berkomunikasi jarak jauh dengan alat itu. Anda harus selalu mengabarkan kondisi Anda agar saya bisa terus memantaunya."


"Yang perlu Anda lakukan hanya mengulur waktu saja, Nona. Iya-kan saja apa yang dia minta, pasti dia akan meminta Anda untuk membujuk Tuan Mahesa memindah nama drai Pak Thomas kepada dia," sambung Irawan memberikan arahan.


"Apakah kau yakin kalau dia tidak akan mencelakaiku?" tanya Delina.


"Tentu saja tidak Nona. Michel sangat membutuhkan bantuan Anda dan Tuan Mahesa untuk mendapatkan harta warisan. Dia tidak akan mencelakai orang-orang seperti Anda dan Tuan Mahesa," jawab Irawan.

__ADS_1


"Palingan dia hanya berani memberikan ancaman," lanjutnya.


Setelah mendapatkan banyak sekali pesan yang disampaikan Irawan untuk menjalankan misi itu. Barulah Delina yakin bisa melakukan rencana itu dengan baik. Sengaja dia tidak akan mengatakan rencana tersebut kepada suaminya. Dia akan memberikan kejutan kepada suaminya kalau dia bisa menyingkirkan Michel.


***


"Pak Irawan hanya menyuruh kita untuk segera menemukan Bram Raditya, putra dari Pak Thomas, Tuan," ucap Robby menyampaikan pesan.


"Hanya itu saja?" tanya Mahesa kurang percaya.


"Kalau begitu cepat kerahkan orang untuk mencari Bram dalam waktu singkat!" perintah Mahesa.


***


Setelah penangkapan Michel dan tersangka lainnya. Mahesa datang menemui sang istri. Dia sungguh bangga dengan sang istri yang sangat cerdik.


"Sayang apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya.


"Aku sangat mengkhawatirkan kamu," lanjutnya.

__ADS_1


"Tenang saja semua aman," jawab Delina enteng.


Hahaha sebenarnya cerita masih panjang. Tetapi karena cerita kurang menarik. Maka aku akhiri ya. Terima kasih. Maaf sangat menggantung 🙏😭


__ADS_2