
Persaingan antara Mahesa dan Bram sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu. Setiap hari mereka mendatangi kediaman Delina untuk berebut membantu mengasuh Baby El. Baru beberapa hari yang lalu Mahesa tahu nama anaknya yaitu Gaelen Galendra. Sempat Mahesa ingin protes karena tidak ada namanya di nama lengkap Baby El.
"Ehm ... Sayang biar aku bantu ganti popok Baby El," ucap Mahesa yang duluan tiba di rumah itu.
"Gak usah!" tolak Delina.
Mahesa memang selalu datang lebih dulu daripada Bram. Namun, pria itu selalu kalah dengan Bram dalam mengurus Baby El. Bahkan sampai sekarang Mahesa belum mengerti cara memakaikan popok untuk anaknya.
"Aku akan mencobanya, Sayang. Kemarin memang tidak bisa, tetapi aku sudah belajar lewat Yooutube kok," bujuk Mahesa.
"Kalau tidak dicoba, enggak akan bisa Sayang. Izinkan aku untuk mencobanya. Aku kan ingin membantu kamu," lanjutnya.
"Boleh ya?"
"Buang saja ini!" Delina melemparkan popok yang sudah dipakai dan tidak sengaja mengenai wajah Mahesa.
Pria itu hanya meringis mendapat lemparan popok anaknya yang baunya luar biasa. Rasanya hampir saja dia ingin muntah, tetapi sebisa mungkin dia tahan. Kalau sampai ketahuan, pasti Delina tidak akan memperbolehkannya membantu mengganti popok Baby El.
"A-aku akan membuatkan susu untuk Baby El," ucap Mahesa segera beranjak ke dapur.
Semalam dia sudah belajar melalui Yooutube mengenai segala cara mengurus bayi. Meskipun demikian Mahesa tetap harus membaca panduan cara membuat susu yang tertera pada kemasan susu. Hampir satu jam Mahesa berada di dapur hanya untuk membuatkan susu.
__ADS_1
"Ini kepanasan! Mana ada bayi dikasih susu pakai air panas kaya gini," protes Delina saat Mahesa memberikan susu buatannya.
"Buat susu saja tidak bisa. Bagaimana mau belajar gantiin popok?" gerutu Delina.
"Tunggu Baby El disini! Jangan sampai nangis!" perintah Delina beranjak ke dapur.
Sembari menanti Delina membuatkan susu untuk Baby El. Mahesa mengajak Baby El bercanda dan bermain bersama di baby walker. Keadaan aman dan terkendali beberapa saat, namun setelahnya Baby El menangis dengan sangat kencang.
"Aduh gantengku, kamu kenapa nangis?" ucap Mahesa panik, namun tidak berani menggendong Baby El.
"Cup ... cup ... cup Sayang," ucap Mahesa berusaha menenangkan Baby El.
"Cup Sayang ...kamu mau apa?" tanya Mahesa panik.
Usahanya tidak ada yang berhasil, justru tangisan Baby El semakin terdengar nyaring. Membuat Mahesa semakin bingung harus melakukan apa. Malah pria itu mondar-mandir dihadapan Baby El. Dan saat kepanikan melandanya, tiba-tiba suara tangisan Baby El berhenti.
"Halo apa kabar Baby El," sapa seorang pria yang sudah menggendong Baby El.
"Kamu diapain sama Om jelek itu?" tanya pria yang rupanya adalah Bram.
"Diam ya Nak. Biar nanti aku pukul Om jelek itu."
__ADS_1
Baby El langsung diam saat digendong oleh Bram. Pria itu seperti sudah biasa menangani bayi yang menangis. Ditimang-timangnya supaya Baby El lebih tenang. Dan nyatanya apa yang dilakukan Bram berhasil.
"Begini saja kau tidak bisa?" ejek Bram tersenyum palsu kearah Mahesa.
"Hal sepele kaya gini saja enggak bisa. Eh, ngakunya ayah dari Baby El," lanjutnya terus meledek.
Kembali Bram mengajak bermain Baby El, dia membawa Baby El keluar rumah. Jalan-jalan di halaman rumah, melihat pohon dan burung yang berterbangan. Mungkin Baby El merasa suntuk di dalam rumah dan hanya duduk di baby walker.
"Begitu saja sombong," gerutu Mahesa.
Tetapi kalau diingat-ingat lagi memang skor tertinggi diraih oleh Bram. Pria itu seperti sudah sangat terlatih mengurus bayi. Mulai dari menggendong, mengajak bermain, menenangkan Baby El saat menangis, memandikan Baby El, mengganti popok, membuatkan susu, dan bahkan membuat Baby El tertidur.
"Sepertinya aku harus kursus mengurus bayi," batin Mahesa walapun kalah jauh. Tetapi masih tetap ingin berusaha.
Tidak lama terdengar keributan di depan rumah Delina. Segera Mahesa keluar untuk mencaritahu sumber keributan itu. Tampak seorang tamu perempuan muda datang dengan marah-marah.
"Siapa dia?" gumam Mahesa mendekati perempuan yang sudah kebakaran jenggot itu.
###
Eh ada apalagi ini? Kok tiba-tiba ada yang ingin melabrak rumah Delina. Mana masih pagi-pagi pula. Apa yang dilakukan Delina sampai-sampai ada tamu yang datang dengan marah-marah.
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.