Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Batal Cerai


__ADS_3

Hari masih sangat pagi bagi setiap orang untuk melakukan aktivitas. Delina memutuskan keluar dari rumahnya pagi-pagi sekali agar dapat menghindari Mahesa.Ibu satu anak itu merasa terancam saat Mahesa sudah mengetahui keberadaannya. Delina masih kekeh untuk menyembunyikan identitas anaknya dari ayah kandungnya.


"Selamat pagi Sayangku," sapa seseorang saat Delina sibuk mengunci pintu rumahnya. Entah kenapa pagi itu agaknya kunci rumahnya seret dan susah untuk dikunci.


Saat perempuan dengan menggendong bayinya di depan dada itu berbalik badan. Rupanya sudah disambut oleh Mahesa dengan senyuman yang sangat lebar. Tidak seperti apa yang diinginkan Mahesa, justru wajah Delina menampakkan ketidaksukaan.


"Minggir!" ketus Delina ketika Mahesa menghalangi jalannya.


"Minggir gak!" katanya lagi kesal.


Seperti anak kecil yang semakin dilarang, semakin menjadi-jadi ulahnya. Mahesa terus merentangkan tangannya menutupi jalan Delina. Bergeser ke kanan dan ke kiri agar Delina tidak bisa melewatinya.


"Kamu mau kemana Sayang? Biar aku antarkan kamu ya," tawar Mahesa.


"Aku akan mengantarkan kamu kemana pun kamu mau," lanjutnya.


"Sayang kok diem saja?" tanya Mahesa saat mendapati Delina hanya diam dengan tangan bersedekap.


Raut wajah Delina semakin kesal dengan mulut semakin mengerucut. Mahesa belum menyerah untuk membujuk Delina agar mau diantarkan olehnya.


"Ayolah Sayang, aku antarkan kamu kerja ya seharian ini. Biar sekalian aku jagain anak kita," bujuk Mahesa.


"Aku mohon Sayang," lanjutnya dengan mengatupkan kedua tangannya memohon.


"Jangan memanggilku sayang!" ketus Delina lagi.


"Lho memang kenapa? Kamu kan satu-satunya istri kesayangan aku," rayu Mahesa seraya mengerlingkan matanya.

__ADS_1


"Ciye ... sekarang sudah menjadi satu-satunya istriku dan tidak ada yang lain."


"Sudah enggak ada saingan kok Sayang."


Untung saja Mahesa bisa kabur saat Clarissa memberikannya kejutan sebuah acara pernikahan. Kalau sampai dia terjebak dalam pernikahan bersama dengan Clarissa. Pasti tidak akan bisa bertemu Delina dan mengatakan bahwa Delina adalah satu-satunya istri miliknya.


"Jangan banyak bicara! Kita sudah cerai!" lontar Delina tegas.


"Eh, belum kok belum. Kita belum bercerai," tolak Mahesa cepat menanggapi.


"Aku menggagalkan perceraian kita Sayang. Kita masih berstatus sebagai suami istri. Maafkan aku yang saat itu sedang khilaf. Aku mengaku sudah salah besar kepadaku," ungkap Mahesa pangang lebar.


"Aku mohon maafkan aku ya."


Setelah mendengar penjelasan Ferdi bahwa tidak ada perselingkuhan antara Delina dan Ferdi. Maka Mahesa segera mengatakan kepada kuasa hukumnya untuk menggagalkan gugatan cerai yang sudah diajukan ke pengadilan.


Mencoba meraih tangan Delina agar terlihat romantis seperti difilm-film. Namun, perempuan yang berstatus sebagai istrinya itu menampik tangan Mahesa.


"Oh hai, Bram," teriak Delina saat sebuah mobil masuk ke halaman rumahnya.


Jelas saja Bram yang mengendarai mobil itu. Pria itu turun dari kursi kemudi dan menghampiri Delina di teras rumah. Matanya menangkap sosok Mahesa yang masih tetap bersimpuh dihadapan Delina, lalu Bram menyunggingkan senyuman sinis.


"Apakah sudah siap?" tanya Bram kepada Delina.


"Aku sudah menunggumu dari tadi Bram. Sampai-sampai aku harus diganggu orang lain dulu," balas Delina mengadu.


"Maafkan aku Delina. Tadi sempat ada kecelakaan di depan sana yang membuatku terlambat datang," jelas Bram.

__ADS_1


"Oh, oke. Yang penting kamu tidak kenapa-kenapa," ucap Delina.


"Yuk kita berangkat saja," ajak Delina.


Bram membukakakan pintu samping kemudi untuk Delina. Perempuan itu tersenyum sebagai ucapan terima kasih untuk Bram. Keduanya mengacuhkan keberadaan Mahesa dan meninggalkan Mahesa begitu saja.


"Dia tadi siapa?" tanya Bram penasaran.


"Oh dia. Bukan siapa-siapa kok," bohong Delina yang sebenarnya malas untuk membicarakan Mahesa.


Bahkan terlintas dipikiran Delina untuk memanfaatkan Bram sebagai ajang memanas-manasi Mahesa. Dia berencana akan sok akrab dan dekat kepada Bram saat berada di depan Mahesa. Tujuannya supaya Mahesa cemburu kepadanya. Ceritanya Delina ingin sedikit balas dendam kepada Mahesa.


"Brengs3k! Siapa pria itu sebenarnya? Dan apa hubungannya dengan Delina?" umpat Mahesa seraya bertanya-tanya.


"Setiap hari pria itu mengantar dan menjemput Delina," lanjutnya curiga.


"Apa mereka memiliki hubungan spesial?" terka Mahesa.


Mahesa memukulkan tangannya ke tiang yang berada tak jauh darinya. Dia bergegas pergi dengan beragam pertanyaan dan ingin mencaritahu siapa sebenarnya Bram.


###


Apakah Delina tega balas dendam kepada Mahesa? Kita lihat sejauh mana Delina tega mengerjai suaminya itu.


Dan bisakah Mahesa mengungkap sebentar ada apa dengan Delina dan Bram?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2