
Tepat sembilan bulan, Clarissa melahirkan anak yang dia kandung. Anak berjenis kelamin perempuan itu segera diantarkan polisi ke rumah Keluarga Mahesa. Atas permintaan Clarissa anak itu diserahkan kepada Mahesa. Pria yang pernah menjalin hubungan dengannya.
"Tuan, ini adalah anak yang lahir dari perut Ibu Clarissa. Beliau meminta anak ini diurus dan dibesarkan Anda. Kerena kata Ibu Clarissa, Anda adalah bapak dari anak ini," jelas seorang polisi perempuan yang menggendong seorang bayi.
Sepasang suami dan istri itu termenung sejenak di depan pintu rumah utama. Jelas saja mereka kaget bukan main dengan apa yang disampaikan polisi tersebut. Apalagi Delina yang rasa-rasanya sangat kaget bercampur marah dan kecewa kepada suaminya.
"Ehm ... a-anak saya?" tanya Mahesa masih belum percaya.
"Iya Tuan. Kata Ibu Clarissa Anda pernah menjalin hubungan dengan dia? Dan ini adalah anak dari darah daging Anda," jelas polisi.
"Ta-tapi saya tidak percaya dengan perempuan itu. Dia adalah perempuan malam, saya tidak tahu anak siapa ini," kilah Mahesa.
"Kata Ibu Clarissa orang terakhir yang menjalin hubungan dengannya adalah Anda. Dan bahkan kalian pernah hampir menikah bukan?" sahut salah satu polisi yang lain.
"Tetapi saya tidak bisa---" ucapannya terjeda.
"Mohon maaf, Tuan. Ibu Clarissa hanya menitipkan pesan supaya anak ini Anda rawat."
Tampak pria itu mengusap kepalanya kasar, berlanjut memijit pelipisnya karena sudah pusing. Memang dia pernah meniduri Clarissa, tetapi dia tidak sepenuhnya yakin bahwa anak itu adalah anaknya.
"Terima kasih, Tuan. Kami izin pamit dulu," pamit rombongan polisi itu setelah menyerahkan bayi mungil itu kepada salah satu pelayan di rumah mewah itu.
__ADS_1
Setelah perginya mobil polisi itu dari halaman rumah sampai tidak kelihatan lagi. Mahesa langsung mengarahkan pandangannya kepada sang istri yang berada di sampingnya. Tampak perempuan cantik itu sudah berkaca-kaca dan menahan amarah.
"Sayang percayalah kepadaku," ucap Mahesa.
"Jangan marah dulu ya, kita bicarakan baik-baik." Mahesa sudhs mengenggam kedua tangany istrinya dan menatapnya dalam.
Benar Delina sudah menangis karena adanya bayi itu. Kejadian lama terulang kembali, bukan hanya dia perempuan yang ada dihidup Mahesa. Buktiknya dia juga memiliki buah hati dari perempuan lain yang artinya pernah berhubungan badan dengan suaminya. Delina tidak bisa terima dengan hal itu.
"Sayang!" teriak Mahesa saat Delina menghempaskan tangannya agar terlepas dari genggaman tangan sang suami.
"Tunggu dulu. Bukannya aku yang mau meniduri dia, tetapi perempuan itu yang sudah---," ucapannya tercekat karena percuma Delina sudah berlari naik ke lantai dua. Dia tidak mungkin mendengarkan apa yang diucapkan oleh Mahesa.
"Argh!!!!"
"Sayang, buka dulu pintu kamarnya. Aku bisa menjelasakan semuanya," teriak Mahesa dari luar, tetapi tidak mungkin bisa disengar oleh Delina. Kebetulan memang kamar itu didesain kedap suara.
"Ayolah sayang. Bukan aku yang meminta dia untuk tidur denganku. Dulu aku dijebak sama perempuan seeetan itu," teriaknya terus mengetuk pintu.
"Sayang buka dulu ya," imbuhnya.
"Kita bicarakan semuanya baik-baik."
__ADS_1
Ada sekitar tiga jam lebih Mahesa terus mengetuk pintu dan berteriak di depan kamar itu. Hingga akhirnya Delina membukakan pintu. Tetapi hal itu justru membuat Mahesa terkejut.
"Sayang! Aku mohon maafkan aku ya," pintanya.
"Sayang tolong kamu jangan pergi lagi ya Sayang. Aku mohon."
Pria yang bersimpuh di lantai itu sudah mengatupkan kedua telapak tangannya memohon. Melihat istrinya sudah menggendong Baby El dan membawa tas jinjing membuatnya panik. Takut kejadian beberapa bulan yang lalu saat Delina pergi dari rumah akan kejadian lagi.
"Sayang aku enggak bisa hidup tanpa kamu. Aku bisa benar-benar gila jauh darimu dan Baby El Sayang," ucapnya.
"Bohong! Kau bisa hidup dengan perempuan malam lainnya. Dan kau bisa mengurus anakmu yang baru lagir itu!" seru Delina tanpa menatap Mahesa.
Jujur saja Delina baru tahu kalau Clarissa adalah perempuan malam dari perkataan yang diucapkan Mahesa kepada polisi tadi pagi. Awalnya dia mengira Clarissa adalah perempuan nakal yang memang suka menjebak pria. Tetapi bukan perempuan malam yang menjajakan diri kepada pria manapun.
"Minggir!" ucapnya lalu melangkah melewati Mahesa begitu saja.
Itu artinya Mahesa pernah sengaja pergi ke tempat hiburan malam saat Delina pergi dari rumah. Dan itu artinya Mahesa mungkin juga pernah berhubungan dengan perempuan malam lainnya selain Clarissa. Begitulah pikir Delina.
"Sayang! Jangan pergi!" cegah Mahesa.
###
__ADS_1
Yak apakah kepergian Delina akan terulang kembali? Gimana menurut kalian kalau ada orang seperti Mahesa? Mana tiba-tiba sudah punya anak lagi dengan perempuan lain.
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.