Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Acara Pernikahan


__ADS_3

"Enggak bisa dong! Aku tidak akan menikah dengan siapa pun lagi!" dengus Mahesa kesal.


Pertemuannya tiga orang antara dirinya, Ferdi, dan Delina justru membuatnya kesal. Niatnya mencari jalan keluar justru mendapatkan jalan buntu. Bisa-bisanya dua orang kakak beradik itu menyuruhnya untuk menikah saja dengan Clarissa.


"Sayang, masa iya kamu menyuruhku menikah dengannya? Apa kau tidak cemburu? Atau kau sudah tidak mencintaimu lagi?" cicit Mahesa tidak terima.


"Lebih baik kamu menurut saja. Semua akan baik-baik saja. Aku dan Kak Ferdi memiliki rencana tepat dihari pernikahan kalian," ungkap Delina.


"Jadi aku rasa kamu memang harus mengikuti permainan perempuan itu. Tenang saja semua aman dan terkendali kok," imbuhnya dengan senyuman lembut khas Delina.


"Tetapi bagaimana nanti kalau aku beneran menikah deng---" kata Mahesa hendak menolak.


"Tidak akan bagaimana-bagaimana kok. Semua akan baik-baik saja. Percayalah," terang Delina yakin.


Mahesa mendengus kesal seraya memijit pelipisnya. Hari pernikahan itu akan dilangsungkan keesokan harinya. Sebenarnya dia ingin kabur lagi, tetapi dicegah oleh Ferdi. Karena kabur tidak akan menyelesaikan masalahnya.


"Lebih baik kamu pulang dan persiapan untuk besok pagi," saran Delina.


"Percayakan semuanya pada aku dan Kak Ferdi," katanya seraya menatap Ferdi.


***


Seharian Clarissa memantau keberadaan calon suaminya. Takut kalau kejadian saat di Bali akan terulang lagi. Dan kali ini dia memilih rumah mewah Keluarga Mahesa untuk melangsungkan acara pernikahan.

__ADS_1


"Sayang aku senang sekali akhirnya bisa menikah dengan kamu," ucap Clarissa menghampiri Mahesa.


"Aku harap kau juga merasakan perasaan yang sama denganku," harapnya.


Mahesa hanya duduk diam di atas tempat tidurnya. Tidak menghiraukan ucapan Clarissa, justru fokus dengan tatapan kosongnya. Membayangkan apa jadinya jika dia berhasil menikah dengan Clarissa.


"Sayang aku tinggal make-up dulu ya," pamit Clarissa.


"Kamu jangan kemana-mana," pesannya.


Mahesa sama sekali tidak bergairah melewati hari ini. Padahal rumahnya sudah sangat ramai dengan acara pernikahan itu.


"Tuan mari kita ke bawah, acara sudah mau dimulai," ajak seseorang petugas WO beberapa saat kemudian.


Pria itu tampak mengesah sebelum akhirnya dengan tidak semangat bangkit dari duduknya. Berjalan menuju lantai bawah dengan lesu dan tak bergairah. Juga sama sekali tidak ada senyuman yang terbit dari bibirnya.


Berbanding terbalik dengan Mahesa, sang calon mempelai wanita justru tampak sangat antusias. Senyum kebahagiaannya selalu terpancarkan setiap saat. Tentunya sekaligus senyum kemenangan atas usahanya selama ini


"Terima kasih ya sudah datang," ucapnya kepada salah seorang tamu yang kebetulan berpapasan dengannya saat menuju lokasi pernikahan.


Bagaimana tidak bahagia jika dalam hitungan menit dia akan menjadi nyonya besar di rumah itu. Dia yang awalnya seorang perempuan malam. Dan sebentar lagi akan menjadi sultan, istri pemilik perusahaan terbesar se-Asia dengan aset perusahaan dimana-mana.


"Sebentar lagi aku akan kaya raya," begitulah kira-kira isi hati Clarissa sejak tadi.

__ADS_1


Tepat sepuluh menit sebelum pengucapan janji suci pernikahan. Tiba-tiba lokasi pesta yang diadakan di taman belakang rumah mewah itu menjadi kacau. Dengan datangnya pihak kepolisian yang sedang mencari seseorang.


"Atas nama Saudari Clarissa, silahkan ikut kami ke kantor untuk melakukan penyelidikan," ucap salah seorang polisi.


Segera beberapa polisi dibelakangnya memegang dua tangan Delina. Kemudian diborgolnya agar tidak bisa melarikan diri.


"Eh apa-apaan ini," teriak Clarissa tidak terima diperlakukan seperti itu.


"Dasar tidak sopan!" teriaknya lagi.


"Kau tidak tahu aku ini calon istri Mahesa Putra Pratama? Pria terkaya di negeri ini?"


Tidak hanya Mahesa yang tidak paham dengan kondisi itu. Beberapa tamu yang sudah hadir pun sama bingungnya. Kebetulan memang tamu yang diundang Clarissa tidaklah banyak. Hanya beberapa teman dekatnya saja yang sengaja diundang.


""Sayang apa yang telah terjadi? Sayang bantulah aku. Siapa mereka?" tanya Clarissa kepada Mahesa yang termenung.


"Sayang! Jangan diam saja dong! Tolonglah aku mereka sudah sangat kurang ajar kepadaku!"


Clarissa terus berteriak mengumpat petugas polisi, dan meronta untuk dilepaskan. Namun, sayang sampai dia dibawa masuk ke dalam mobil polisi. Tidak ada satu orang pun yang berniat membantunya.


"Siial! Kenapa semua orang diam dan tidak membelaku!" jeritnya kesal saat berada di dalam mobil.


###

__ADS_1


Bisa nebak siapa yang memanggil polisi untuk datang ke acara pernikahan itu? Masih ingat dengan ancaman Clarissa jika pernikahan itu gagal maka dia akan menyebarkan video dan foto-fotonya dengan Mahesa. Akankah itu terjadi atau bagaimana?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2