
"Sayang memangnya kalau punya anak bayi itu harus kaya gini ya?" keluh Mahesa.
"Ya iyalah," jawab Delina yang langsung menggendong Baby El.
"Setiap malam harus seperti ini?" tanya Mahesa lagi.
"Bisa jadi kalau sedang rewel-rewelnya."
Tampak Mahesa menepuk jidatnya sendiri. Percobaan buka puasanya digagalkan oleh anaknya. Delina yang sedang menimang-nimang Baby El menatap Mahesa. "Makanya jangan mikir enaknya saja. Mikir cara ngurus anaknya juga dong."
Mahesa hanya nyengir menanggapi ucapan sang istri. Dia memang tidak bisa berbuat apa-apa kalau soal mengurus anak. Buktinya saja dulu dia selalu kalah dari Bram. Ini adalah malam pertama mereka bersatu kembali ke rumah itu. Mahesa merasa kasian selama ini mengurus Baby El sendirian.
"Sayang besok ajarin aku mengasuh Baby El ya. Biar aku bisa gantian dengan kamu," pinta Mahesa.
Delina hanya menganggukkan kepalanya seraya mengisyaratkan dengan telunjuk supaya Mahesa diam. Karena Baby El sudah kembali tertidur. Setelah beberapa waktu, Delina menaruh Baby El ke dalam box bayi.
"Sayang jadi enggak?" tawar Delina yang ikut duduk di samping Mahesa.
"Kayaknya kamu capek deh Sayang. Kalau memang capek lebih baik kamu istirahat saja," ucap Mahesa merasa kasian.
"Enggak kok Sayang. Ayo," ajak Delina dengan mengerlingkan matanya.
Bibirnya sudah mendekat ke telinga Mahesa. Kemudian dia berbisik, "Ayolah Sayang. Aku juga sangat merindukanmu."
Bisikan Delina itu langsung membangkitkan gairah Mahesa. Langsung pria itu menerkam Delina masuk ke dalam dekapannya dan langsung menariknya tiduran di atas tempat tidur. Setelah menciumi hampir seluruh tubuh istrinya. Mahesa lanjut ke permainan inti yang sangat dia tunggu-tunggu selama ini.
"Sa-sayang ..." teriak Delina memanggil-manggil suaminya.
"Ssst ..." perintah Mahesa seraya membekap mulut Delina dengan satu tangannya.
__ADS_1
"Diamlah Sayang. Jangan berisik, aku tak mau Baby El terbangun karena teriakanmu," ucap Mahesa disela-sela gerakannya.
"Biarkan aku saja yang terbangun karena kamu," lanjutnya menggoda dan semakin mempercepat gerakannya.
Kedua tangan Delina sudah merem4s kuat-kuat sprei putih yang membalut ranjang mereka. Hanya hal itu yang bisa dia lakukan untuk menahan teriakan karena perbuatan suaminya. Meskipun salah satu tangan Mahesa masih membekap mulutnya. Samar-samar masih terdengar teriakan kecil dari mulut Delina.
"Terima kasih banyak Sayang," ucap Mahesa saat penutupan kegiatan malam hingga ke pagi mereka.
Benar apa yang dikatakan Mahesa semalam bahwa mereka tidak akan tidur sampai keesokan paginya. Rupanya memang Mahesa ingin balas dendam karena sudah puasa sekian lama. Ya, walaupun dalam hati kecilnya masih kurang puas untuk balas dendam tetapi matahari sudah keburu datang. Memaksa mereka menyudahi kegiatan mereka saat itu.
"Istirahatlah sejenak. Aku mandi lebih dulu," ucap Mahesa seraya memberikan kecupan yang sangat dalam sebagai penutup.
Keringat sudah bercucuran membanjiri tubuh keduanya. Rambut sudah basah dan sangat berantakan. Begitu pun ranjang tempat pergulatan mereka semalaman penuh sudah tak berbentuk lagi. Mahesa tampak senang melihat kekacauan itu, karena sudah lama memang dia memimpikan itu semua.
"Terima kasih Tuhan. Kau telah mengembalikan istriku, Delina," ucapnya masih duduk di tepi ranjang.
Entah kenapa meskipun kegiatan itu menguras banyak tenaga dan harusnya Mahesa meras capek. Namun, pagi itu justru badannya segar bugar seperti selesai olahraga. Memang benar kata orang kalau berrcinta dalam kondisi saling ikhlas dan didasari kasih sayang tanpa paksaan semuanya akan terasa lebih nikmat. Bahkan membuat seseorang tampak sehat dan awet muda.
Pria itu merasa lega hanya menumpahkan perasan cintanya pada satu orang perempuan dihidupnya. Sudah tidak ada beban untuk berbagi cinta, sehingga semuanya berjalan lancar. Berbeda dengan dulu saat dia memiliki dua istri meskipun ada dua perempuan yang siap melayani napsunya. Tetapi rasanya tetap berbeda, seperti ada yang mengganjal.
**
Usai istirahat beberapa saat, mandi, dan bersiap diri. Mahesa dan Delina turun ke menuju meja makan untuk sarapan. Disana sudah ada Ferdi yang sudah naik jabatan dan tidak lagi menjadi asisten Mahesa. Karena Ferdi kakak iparnya, jadi Mahesa sudah tidak mau lagi Ferdi jadi asistennya.
"Selamat pagi, Kak," sapa Delina dengan sangat ceria pagi itu.
"Pagi Tuan dan Nona. Bagaimana malam pertamanya?" goda Ferdi seraya tersenyum.
"Kok malam pertama sih Kak?" tanya Delina.
__ADS_1
"Iyalah. Malam pertama setelah terpisah waktu yang sangat panjang," sambung Ferdi.
"Bagaimana rasanya?" goda Ferdi menatap adik kandungnya.
"Rasanya AH MANTAP," sahut Mahesa dengan menujukkan kedua jempolnya.
Sementara Delina hanya tersipu malu dengan obrolan dua pria itu, Untuk menutupi rasa malunya, Delina langsung mengambilkan sarapan untuk Mahesa.
"Dek lain kali kalau habis melakukan ***-*** paginya keringin rambut dulu ya sebelum berangkat," sindir Ferdi melihat rambut panjang adiknya yang masih basah kuyup.
"Astaga!" Delina terperanjat kaget lalu teringat akan hal itu.
"Yah, namanya buru-buru dan lupa karena nikmat dunia," timpal Mahesa membela istrinya.
Bukannya merasa terbela justru Delina semakin malu dibuatnya. Dia jadi salah tingkah sendiri dengan obrolan itu. Kenapa dua pria itu tidak malu membicarakan seperti itu di meja makan. Padahal Delina saja sudah malunya minta ampun. Rasanya ingin berlari ke kamar dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Jangan-jangan kamu pengen ya?" Kini giliran Mahesa yang menggoda kakaknya.
"Ah iya. Kakak pengen ya?" celetuk Delina yang akhirnya berbalik menggoda Ferdi.
"Makanya cepat cari jodoh," ledek Mahesa.
Karena kesal justru dirinya yang kena bully. Sontak Ferdi berpamitan untuk berangkat ke kantor lebih dulu.
"Lho kenapa dia?" tanya Mahesa saling melemparkan tatapan dengan Delina.
###
Hayo siapa yang suka meledek eh kena imbasnya langsung. Alias balik diledek. Mau jodohin Ferdi ah supaya enggak jomblo-jomblo amat. Setidaknya agar keduanya bisa double date. Kira-kira siapa yang akan jadi ketua panitia perjodohan ini? Dan perempuan mana yang akan dijodohkan dengan Ferdi. Coba tulis dikolom komentar.
__ADS_1
🌱 Jangan lupa untuk klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.