Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Buka Puasa


__ADS_3

"Kau yakin menjadikan Robby karyawan tetap di perusahaan kita Sayang?" tanya Mahesa memastikan.


"Aku kenal dengannya sejak sekolah dulu kok. Dia anaknya rajin dan bertanggung jawab. Soalnya dulu waktu sekolah suka ikut OSIS dan Pramuka," jelas Delina.


"Orang anaknya selengekan kaya gitu," tuduh Mahesa.


Delina tertawa mendengar ucapan suaminya. Dia teringat kejadian saat di Bali dulu, saat Delina bekerja sebagai agen travel dan Robby adalah kliennya. Saat disitulah terjadi perdebatan antara Robby dan Mahesa. Bahkan Robby memanggilnya dengan sebutan 'om'.


"Ya habisnya kamu juga yang nanggepin bocah itu. Dia memang anaknya suka usil," jelas Delina.


"Sudah deh percayalah sama aku. Dia bisa diandalkan di perusahaan ini," lanjut Delina tetap mempertahankan Robby.


Siang tadi Robby mendelik malu saat tahu Mahesa adalah CEO dari perusahaan tempatnya bekerja. Dia merasa bersalah telah mengejek Mahesa saat pertemuan tak sengaja mereka di Bali beberapa waktu yang lalu. Tahu begitu dia tidak akan memanggil Mahesa dengan sebutan 'om'.


"Kurang ajar itu anak manggil aku 'om'. Memangnya aku om-om apa?" kesal Mahesa jika mengingat kejadian itu.


Delina justru cekikikan mendengar kekesalan Mahesa. Dielusnya lengan suaminya, "Sudahlah Sayang itu kan dulu. Sekarang tidak mungkin Robby memanggilmu dengan sebutan 'om' lagi."


"Toh dia kan sudah minta maaf kepada kamu. Iya kan?" sambung Delina tersenyum.


"Ah enak saja. Masa hanya dengan kata maaf semua selesai. Kau saja susah memaafkan aku," protes Mahesa.


"Aku harus menunggu berbulan-bulan untuk kau memaafkan kesalahanku. Itu pun susahnya minta ampun." Mahesa teringat perjuangannya saat di Bali memperjuangkan Delina kembali.

__ADS_1


Keduanya sudah berada di dalam kamar utama rumah mewah itu. Sore tadi Delina langsung memindahkan barang-barang ke rumah itu. Mahesa memaksanya untuk kembali ke rumah mereka, karena sudah cukup lama Mahesa kesepian.


"Itu untuk pelajaran untukmu yang sudah menduakan aku diawal pernikahan kita. Dan kau yang sudah mengusirku karena kesalahpahaman," ucap Delina.


"Ya sudah deh maafkan aku yang banyak salah ini ya, Sayang," balas Mahesa yang sudah memeluk Delina dari belakang.


"Sekarang aku sudah sepenuhnya sadar kok."


Diletakkannya dagunya pada bahu istrinya. Lalu dihirupnya dalam-dalam aroma harum khas istrinya yang sudah lama tidak dia hirup. Pria itu bergumam lirih, "Maaf Sayang ... maaf ..."


Dibalikannya tubuh Delina agar menghadap kearahnya. Kini Mahesa sudah bebas menatap dalam mata indah Delina tanpa gengsi lagi seperti dulu. Mahesa benar-benar takjub dengan indahnya mata sang istri.


"Sekarang kita mulai semuanya benar-benar dari awal. Aku anggap kita baru menikah, kau masih perawan, dan kalau perlu kita pergi honeymoon yang sesungguhnya," goda Mahesa menaikturunkan alisnya.


"Ide yang bagus. Kau telah merenggut honeymoon impianku. Justru pergi dengan istri pertama kamu," protes Delina.


Delina menggelengkan kepalanya dengan tawaran Mahesa. Dia tidak mau honeymoon selama itu.


"Sayang saat ini waktunya aku buka puasa," ucap Mahesa.


"Buka puasa?" ulang Delina mengernyitkan alisnya.


"Iya. Buka puasa, aku ingin melahapmu habis-habisan. Apakah kau tidak tahu kalau sudah hampir setahun aku berpuasa?" ucap Mahesa mengernyitkan alisnya.

__ADS_1


"Malam ini aku pastikan kita tidak akan tidur sampai besok pagi," lanjutnya.


Akhirnya Delina tahu arti 'buka puasa' yang dimaksud sang suami. Agak ngeri memang kalau seorang suami sudah lama tidak bermain di atas ranjang dengan istrinya. Delina pun membayangkan dirinya yang tidak akan tidur sampai keesokan harinya.


"Kemarilah Sayang. Aku yakin kau juga sangat merindukan aku," ucap Mahesa menarik Delina kedalam dekapannya.


Delina menurut saja karena benar apa yang dikatakan Mahesa. Dia juga sudah sangat rindu dengan permainan sang suami. Apalagi setelah Delina menjadi istri satu-satunya milik Mahesa. Mereka belum melakukan ritual itu lagi.


"Bersiaplah ini akan menjadi malam pertama kita dengan statusmu menjadi satu-satunya istriku," bisik Mahesa yang mampu membuat jantung Delina berdesir.


Pria itu sudah memulai aksinya dengan menciumi bibir istrinya. Lanjut menguasai area wajah dan turun ke bawah. Lama Mahesa bermain diarea leher jenjang sang istri.


Didorongnya tubuh Delina kearah belakang dan menyandarkan tubuh perempuan itu ke dinding. Mahesa terus melancarkan aksinya menggerrayangi tubuh mulus istrinya. Dan sampailah tangan pria itu didua gundukan kenyal milik Delina.


"Sa-sayang," rintih Delina merasa teranngsang.


Tak menghiraukan rintihan istrinya. Mahesa terus menciumi salah satu area yang menjadi favoritnya. Namun, ketika keduanya mulai sama-sama memanas. Terdengar suara tangisan bayi.


"Baby El," ucap Delina menatap sang suami. Dan keduanya langsung menengok kearah box bayi Baby El.


###


Yah gagal gegara anak nangis. Siapa yang punya pengalaman seperti itu? Curhat coba wkwkkw

__ADS_1


Lanjut gak nih?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2