
Delina duduk di ruang tunggu menanti kedatangan Mahesa. Perasaannya agak cemas saat akan bertemu suaminya, takut Mahesa akan memaharinya. Seperti kejadian sebelum-sebelumnya dimana Delina selalu menjadi sasarannya.
"Delina." Suara seseorang yang sangat dia kenal memanggilnya. Membuat Delina langsung menolehkan pandangannya ke belakang.
Pria yang mengenakan baju tahanan itu langsung menghambur memeluk Delina. Delina diam sesaat, mencerna kejadian yang baru saja terjadi. Rasanya seperti mimpi saat Mahesa tiba-tiba memeluknya. Ini adalah kali pertama Mahesa mendekapnya secara sukarela dan tanpa paksaan.
"Bagaimana kabarmu? Semuanya baik-baik saja kan?" tanya Mahesa mengecup puncak kepala istrinya.
Karena tubuhnya yang lebih kecil dari Mahesa, membuatnya seperti tenggelam dalam pelukan itu. Lama mereka berpelukan, seolah Mahesa tidak ingin melepaskan istri kecilnya itu.
Sampai akhirnya Delina yang melepaskan pelukan itu. Merasa tidak enak menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada disana, "Kabar saya baik, Tuan."
Keduanya sudah duduk saling berhadapan dengan meja yang menjadi penengah dianatara mereka. Mahesa mengukir senyuman, "Jangan panggil Tuan lagi, Sayang."
"Aku tidak mau kau memanggilku dengan panggilan tuan," lanjut Mahesa.
Alis Delina mengernyit, tidak percaya dengan ucapan Mahesa barusan. Dia berpikir apakah dia tidak salah dengar. "Iya Sayang. Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Tuan," ulangnya.
__ADS_1
"Panggil S-A-Y-A-N-G saja," pinta Mahesa dengan mengeja satu kata yang menjadi penekanan.
"Sa-sayang?" Delina terkesima dengan permintaan Mahesa.
Ternyata apa yang ada di pikirannya terbantah sudah oeh kenyataan siang itu. Suaminya mendadak berubah menjadi baik dan bahkan melarangnya memanggil dengan sebutan 'tuan'. Inilah yang sebenarnya diimpi-impikan Delina semenjak dahulu. Akhirnya bisa memanggil orang yang dicintai dengan sebutan 'sayang'.
"Apakah kamu merasa terbebani setelah aku masuk penjara?" tanya Mahesa memulai obrolannya.
"Enggak terbebani sih. Lebih ke bingung harus ngapain. Soalnya banyak banget yang harus dikerjakan, aku bingung memulainya dari mana." Delina menyampaikan isi hatinya dengan semua tanggungjawab di pundaknya.
Dua tangan Mahesa sudah berada di bahu Delina. Seolah memberikan kekuatan dan kepercayaan kepada Delina agar mampu melewati itu semua. Pria itu berkata, "Jangan merasa terbebani, Sayang. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan saja, sisanya biar aku yang akan membereskan nanti setelah masalah ini selesai."
"Aku janji akan segera menemani kamu mengurus perusahaan seperti pesan papa yang menginginkan istriku bisa mengelola perusahaan."
Ingatan Mahesa kembali pada pesan-pesan yang pernah disampaikan Atmajaya. Mengenai istri yang harus bisa mengurus perusahaan, karena tidak ada yang tahu kedepannya akan seperti apa. Dan benar saja apa yang dikatakan Atmajaya benar, jika istri tahu seluk beluk perusahan. Maka masih ada yang bisa menghandel dalam kondisi seperti saat ini.
"Janji ya kamu akan segera keluar dari sini dan temani aku di perusahaan?" tanya Delina yang langsung mendapatkan anggukan kepala.
__ADS_1
Perasaan baru saja tiba, baru menanyakan kabar dan ngobrol sebentar. Namun, waktu kunjungan akan segera habis. Maklum saja waktu kunjungan hanya dibatasi selama lima belas menit.
"Sayang ... aku memiliki sesuatu untukmu," ucap Mahesa sebelum waktu kunjungan benar-benar habis.
"Sesuatu itu berada di dalam brankas rahasia yang terdapat di balik rak buku ruang kerjaku di rumah," tutur Mahesa.
"Ambilah kotak yang ada di dalam brankas itu dan itu untukmu."
Delina menganggukkan kepalanya mendengar perintah Mahesa. Dia tidak sebar ingin segera melaksanakan perintah Mahesa.
"Password-nya adalah tanggal pernikahan kita," pungkas Mahesa sebelum waktu kunjungan habis dan salah satu petugas sudah mendekati Mahesa.
Kembali Delina menganggukan kepalanya patuh dan memancarkan senyuman indah sebagai penutup perpisahan mereka. Dengan antusias Delina kembali pulang. Penasaran dengan sesuatu yang dimaksud suaminya.
###
Kira-kira apa ya yang diberikan Mahesa kepada Delina? Jangan-jangan berkas tambahan yang membuat tanggungjawab Delina semakin besar. Coba kita lihat sajalah.
__ADS_1
🌱Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.