Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Berkenalan


__ADS_3

Seperti biasanya Delina melakukan rutinitas belanja bulanan disalah satu supermarket yang tidak jauh dari rumahnya. Ditemani Lily yang sedang mendorong troly, Delina memilih kebutuhan-kebutuhan yang akan dia beli. Delina sempat dibuat kaget saat seorang pria bertubuh tambun menghampirinya.


"Maaf, Nona. Apakah ini dompet Anda?" tanya pria itu sembari menyodorkan dompet berwarna merah marun.


"Oh, ya?" ucap Delina seraya merogoh dompet yang dia letakkan di dalam tasnya.


"Eh, iya. Itu dompet saya," jawab Delina saat tidak mendapati dompetnya di dalam tas.


Pria itu memberikan dompet itu kembali pada sang pemiliknya. Setelah Delina mengucapkan terima kasih karena sudah mengembalikan dompetnya. Namun, pria itu tidak kunjung pergi dari hadapannya.


"Bolehkah saya berkenalan dengan Anda, Nona. Sepertinya wajah Anda tidak asing bagi saya," ucap pria itu.


"Oh, ya? Nama saya Delina. Siapa nama Anda?" tanya Delina menyodorkan tangan kanannya.


"Saya benar-benar seperti sudah sering melihat wajah Anda. Tetapi dimana ya?" gumam pria itu tanpa menjawab pertanyaan Delina.


Wajah pria itu seperti sedang memikirkan sesuatu. Mungkin memikirkan dimana dia bertemu dengan perempuan yang saat ini berada dihadapannya.


"Aku ingat!" ucapnya dengan tiba-tiba.


"Sepertinya Andateman dari kakakku ya?" lanjutnya.


"Kakakku sering membicarakan dirimu dan mengatakan Anda adalah perempuan yang cerdas dan hebat. Ya, aku ingat. Anda adalah rekan kerja kakakku kan?" ucapnya.

__ADS_1


Delina mengernyitkan alisnya bingung. Sebenarnya dia juga tidak asing dengan wajah pria itu.  Kemudian bertanya, "Emm ... kakak? Siapa kakak Anda?"


"Kakakku Thomas, apa kau mengingatnya?" ucap pria yang rupanya adalah Michel itu.


"Sangat disayangkan kakaku telah tiada," lanjutnya dengan nada sedih dan menundukkan kepalanya.


"Dia adalah orang yang baik," imbuh Michel.


Delina mengingat-ingat wajah pria itu dengan foto yang ada di kartu nama yang diberikan oleh resepsionis di perusahaan Mahesa Grup. Rupanya benar foto dan wajah pria yang saat ini berada dihadapannya sama. Dan Delina pun mulai meneribitkan senyuman mengingat hal itu.


"Oh, Anda adik dari Pak Thomas? Iya beliau adalah orang yang sangat baik," ucap Delina.


"Senang bertemu dengan Anda," lanjut Delina kembali tersenyum.


"Bisakah kita mengobrol sebentar. Sepertinya ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda," lanjut Michel.


Sontak Delina menoleh kearah Lily yang berada di sampingnya. Memberikan isyarat mata seperti meminta persetujuan dari sang pengawal. Awalnya Lily seperti tidak setuju dengan ajakan tersebut, namun tetap saja Delina nekat mengiyakan ajakan Michel.


"Mau ngobrolin apa ya?" ucap Delina akhirnya.


"Banyak yang ingin saya sampaikan kepada Anda, Nona. Salah satunya ada pesan dari kakakku Thomas untuk Anda," ucap Michel.


"Apa? Pesan untukku?" sambung Delina menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Iya, benar Nona. Kalau Anda berkenan mari kita ke salah satu restoran di dekat sini," ajaknya.


Setelah sekian detik mempertimbangkan ajakan Michel. Akhirnya Delina mengikuti ajakannya, toh ada Lily di sampingnya yang bisa menjaganya. Dan mereka pun meninggalkan supermarket itu untuk menuju ke salah satu restoran yang dimaksud.


"Nona benarkah Anda mau berbicara dengannya?' ucap Lily yang menjadi sopir Delina saat itu.


"Tentu saja, Lily," balas Delina enteng.


"Apakah ini tidak terlalu berbahaya bagi kita, Nona?" tanya Lily agak cemas.


"Tenang saja kita bermain secara halus," ucap Delina.


"Justru aku sebenarnya yang ingin berbicara banyajk dengannya. Aku ingin mengetahui lebih banyak hal tentang dirinya. Aku penasaran dengan pria itu," lanjut Delina.


"Saya harap Anda lebih hati-hati, Nona," pesan Lily.


Delina tersenyum mendengar pesan dari pengawal pribadinya. Entah apa yang akan dia lakukan dengan keberaniannya menemui orang yang saat ini sedang mendesak suaminya.


###


Akankah baik-baik saja atau akan ada perkara lagi nih?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2