Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Dugaan


__ADS_3

Waktu sudah menuju tengah malam. Mahesa masih berada di perusahaan dalam rangka mencari keberadaan Delina. Karena waktu menghilangnya Delina belum cukup untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib. Untuk sementara pencarian Delina melalui orang suruhan dan pengawal Mahesa.


"Bagaimana? Sudah ada kabar?" tanya Mahesa saat Robby memasuki ruangannya.


"Belum Tuan. Saya sudah mengerahkan pengawal tambahan untuk mencari Nona Delina," jawab Robby.


"Keberadaan Lily juga belum diketahui?" tanya Mahesa.


"Belum Tuan. Sepertinya mereka berdua berada di tempat yang sama," jalas Robby.


Mahesa menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kebesarannya. Dipijitnya pelipisnya yang terasa pening atas menghilangnya sang istri.


"Apa kau sudah memerintahkan orang untuk datang ke rumah Michel?" tanya Mahesa. Satu-satunya orang yang patut dia curigai saat ini hanyalah Michel. Pasalnya pria itu sudah melayangkan ancaman jika Mahesa tidak segera memindahkan nama Thomas menjadi namanya.


"Beberapa pengawal sudah kesana dan katanya kediamannya kosong Tuan. Semenjak tadi siang juga telepon tidak pernah diangkat," ungkap Robby.


"Sudah jelas pelakunya dia!" seru Mahesa.


"Cari juga keberadaan si br3ngs3k Michel. Aku yakin Delina bersamanya," titah Mahesa.

__ADS_1


Robby menganggukkan kepalanya lalu memerintahkan seseorang untuk mencari keberadaan Michel. Tidak hanya melakukan pencarian secara fisik. Tetapi Robby sudah mengerahkan tim IT untuk melacak keberadaan mereka dari ponsel yang mereka gunakan.


"Bagaimana rekaman CCTV supermarket yang didatangi Delina?" tanya Mahesa.


"Dari CCTV yang ada memang Nona Delina dan Lily masuk ke dalam. Namun tidak ada CCTV yang menunjukkan bahwa mereka keluar dari supermarket itu, Tuan," jelas Robby.


"Sepertinya mereka sengaja mematikan CCTV-nya terlebih dahulu," lanjutnya.


"Br3ngs3k!" umpat Mahesa lagi.


Pria itu mendengus kesal saat satu persatu masalah semakin bertambah. Bukannya berkurang dan selesai, tetapi ini semakin rumit saja. Yang paling banyak menyita pikirannya adalah saat menghilangnya Delina. Dia sangat takut Michel bertindak semena-mena kepada istri kesayangannya itu.


"Satu luka yang kau torehkan dikulit istriku akan aku balas dengan ribuan luka!" kecamnya.


Ingin rasanya cepat-cepat menghajar Michel sampai babak belur. Namun, apalah daya jika keberadaannya saja tidak dapat diketahui. Mahesa mengakui akan kecerdasan Michel yang rupanya sudah merencanakan aksi jahat ini sejak dahulu.


"Oh jadi ini rupanya rencana kau," ucap Mahesa semakin kesal.


"Kenapa bisa kecolongan sampai-sampai dia memasukkan Gritte ke dalam perusahaan," keluhnya.

__ADS_1


"Bodohnya aku sudah terlalu percaya dengan perempuan itu!"


Mahesa pun mengakui kebodohannya yang tidak menyelidiki Gritte. Rupanya perempuan itu bukan sekertaris Thomas yang sesungguhnya. Dia hanya mengaku-ngaku sebagai sekertaris Thomas.


"Dimana sekertarisnya yang lama? Apa mereka juga menjebak pria itu agar mundur dari jabatannya?" gumam Mahesa menduga-duga.


"Benar-benar licik!"


Sementara dirinya terus menduga-duga. Robby sibuk dengan laptop untuk mencaritahu laporan drai tim IT. Juga ponselnya yang selalu ada digenggaman tangannya. Tak lama ponsel itu berdering, Mahesa langsung menoleh kearah Robby. Berharap panggilan yang masuk untuk memberikan kabar baik mengenai kebaradaan Delina.


"Cepat angkatlah!" perintah Mahesa.


Robby mendengarkan suara dari pihak seberang telepon sambil sesekali menganggukan kepalanya. Panggilan telepon itu berlangsung sangat singkat dan Robby segera menyampaikannya kepada Mahesa.


"Pihak kepolisian yang menelepon dan mengabarkan bahwa ..."


###


Apa yang disampaikannya pihak kepolisian ya? Tebak yok haha

__ADS_1


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2