Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda

Berbagi Cinta : Istri Kedua Tuan Muda
Terungkap


__ADS_3

Polisi yang bertugas menangani kasus kecelakaan beruntun sedang menjelaskan kronologi kejadian kepada Mahesa. Pria itu sendiri yang meminta polisi untuk menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi. Sampai kecelakaan itu bisa merenggut korban jiwa dan kakaknya, Venya mengalami kritis.


"Dari rekaman CCTV sepanjang jalan. Dua mobil yang paling depan mulai berjalan dari daerah perumahan ini, Tuan," jelas polisi itu.


"Perumahan ini? Kenapa bisa begitu?" tanya Mahesa sempat terkejut.


"Saya kurang tahu tepatnya darimana titik mobil itu melaju," lanjut polisi.


"Tetapi dari rekaman juga dua mobil itu melaju seperti mengikutin mobil Alphard warna hitam dengan plat nomer polisi B 08X MHS."


Mahesa terperanjat kaget saat polisi itu menyebutkan ciri-ciri mobil miliknya. Yang pada saat itu ditumpangi oleh Delina saat menuju ke perusahaan. Jadi Mahesa baru tahu kalau kecelakaan itu terjadi tidak jauh dari mobil yang ditumpangi istrinya.


"Dari dugaan saya mobil Pajero yang pertama kali menginjak rem sacara mendadak itu. Adalah mobil yang mengikuti mobil Alphard. Mobil itu mendadak berhenti ketika mobil Alphard berhenti di rest area, Tuan," jelas polisi itu lagi.


"Apakah ada kesengajaan dalam kasus ini?" tanya Mahesa.


"Sepertinya untuk kasus kecelakaan beruntunnya tidak sengaja. Namun, untuk kasus ingin mencelakakan mobil Alphard ada kemungkinan," jawab polisi.


"Dari pantauan CCTV memang beberapa kali mobil Pajero tersebut ingin menyerempet mobil Alphard itu."

__ADS_1


Dihampaskan punggungnya ke sofa yang dia duduki. Telapak tangannya mengusap wajahnya dengan kasar. Keringat dingin pun mulai membasahi tubuhnya. Bersyukur karena istrinya masih selamat dan syok karena tahu kronologi kejadian itu sebenarnya.


"Apakah identitas pengendara mobil Pajero sudah ketemu?" tanya Mahesa penasaran dengan siapa si pengendara.


"Untuk identitasnya kami belum bisa menemukan. Sengaja pengendara mobil tidak membawa identitas pengenal atau pun SIM," jawab polisi.


Biasa dalam kejadian kriminal seperti ini. Apalagi urusan serempet menyerempet mobil atau mencelakakan orang di jalan raya. Memang pelakunya jarang membawa identitas pengenal maupun surat izin menggemudi. Tujuannya agar tidak bisa dilacak siapa pelakunya.


"Baiklah. Terima kasih banyak atas penjelasan kronologi kejadian kecelakaan itu," pungkas Mahesa dan polisi pun pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara pikiran Mahesa sendiri langsung kacau. Pikirannya langsung menjurus pada kakak iparnya yang menjadi korban kecelakaan itu. Karena mengingat apa saja yang telah dilakukan Venya kepada istrinya dulu.


"Apa mungkin kakakku masih mencoba mencelakai istriku?" tanya Mahesa meminta pendapat asistennya.


"Cepat selidiki apa motif mobil Pajero itu dan motif kakakku mengikuti mobil yang ditumpangi Delina," ucap Mahesa.


Mahesa sudah meremmaas-remmaas tangannya geram. Tentu saja dia akan sangat marah jika semua dugaannya terbukti. Padahal dari Delina-lah dia mau membebaskan Venya dari penjara, Delina juga sudah sangat baik kepada keluarganya. Tetapi kenapa Venya masih berusaha jahat kepada Delina?


"Jelas ada yang janggal," gumam Mahesa yang sudah bangkut dari duduknya. Pria itu berjalan mondar-mandir menghilangkan rasa cemasnya.

__ADS_1


"Kalau sampai terbukti Kak Venya sengaja melakukan itu semua. Akan aku habisi dia!"


Mahesa sudah berusaha berpikir yang positif tentang kejadian itu. Dan berniat untuk mencari kebenaran atas kasus yang menimpa Venya. Bahkan dia akan meminta pertanggungjawaban nyawa kepada pelaku yang membuat Venya kritis berhari-hari. Saat mendengar penjelasan polisi semua itu berubah menjadi dugaan yang tidak-tidak.


"Siapa?" tanya Mahesa saat mendengar ponselnya yang berada di atas mejad berdering.


"Tuan Ferdi, Tuan," jawab Robby setelah membaca nama si pemanggil telepon.


Robby segera memencet gambar berwarna hijau dari layar ponsel itu. Kemudian dia membesarkan volume ponsel agar suara Ferdi didengar olehnya dan Mahesa.


"Seseorang yang aku curigai sudah mulai menunjukkan batang hidungnya pada orang-orang disekitar kamu," ucap Ferdi to the point.


"Oleh karena itu, mulai sekarang semuanya harus tambah waspada!" peringatnya.


"Siapa orang itu?" sahut Mahesa yang penasaran.


"Apakah dia Venya?" lanjut Mahesa menduga.


###

__ADS_1


Apakah memang yang dimaksud Ferdi adalah Venya? Atau yang lainnya? Menurut kalian?


🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.


__ADS_2