
Seminggu sudah kejadian itu berlalu. Dan Lily pun juga sudah kembali ke rumah itu. Ceritanya mereka berjalan sendiri-sendiri. Lily menginap di rumah saudaranya yang ada di Kota Bandung. Sedangkan Ferdi memilih langsung pulang ke Jakarta.
"Pagi, Kak. Nanti malam sibuk enggak?" sapa Delina kepada Ferdi yang baru tiba di ruang makan.
"Em ... sepertinya enggak," jawab Ferdi.
"Aku undang ke acara makan malam ya," ajak Delina.
Tiidak ada obrolan apa pun tentang kejadian itu dari kedua belah pihak. Yang ada hanya obrolan seputar pekerjaan mereka. Hingga suatu hari Delina mengajak Ferdi makan malam diluar.
"Tunjukkan penampilan terkeren kamu ya, Kak," pinta Delina.
***
Delina dan Mahesa tiba disebuah hotel bintang lima dimana Mahesa juga memiliki saham di hotel tersebut. Keduanya langsung menuju rooftop, karena acara akan diadakan disana.
"Selamat malam, Tuan, Nona," sambut seseorang yang tak lain merupakan Robby.
"Kamu?!" sentak Mahesa tidak suka.
"Sudah ... sudah ... malam ini tidak boleh ada keributan dulu," ucap Delina menengahi.
"Ributnya kapan-kapan saja," lanjutnya.
"Sayang, tetapi kenapa ada dia?" tanya Mahesa.
__ADS_1
"Dia yang aku berikan tugas untuk menyiapkan semuanya, Sayang. Enggak apa-apa kan? Daripada aku menyiapkan semuanya sendirian?" ungkap Delina.
"Tetapi---"
"Sudahlah yuk masuk," ajak Delina melingkarkan tangannya dilengan suaminya.
Rooftop itu sudah disulap menjadi teman yang sangat indah untuk acara makan malam. Dua meja bulat dengan dua kursi sudah siap menemani malam sepasang orang yang akan makan malam disana. Suasana memang didesain redup agar dapat menyaksikan pemandangan malam ibukota dari atas.
"Sayang kamu yakin mereka mau datang ke acara makan malam ini?" tanya Mahesa saat menemani Delina berkeliling mengecek kesiapan makan malam super romantis itu.
"Yakin dong. Mereka sudah perjalanan menuju kesini kok," ucap Delina.
Delina belum menyerah untuk menjodohkan Ferdi dengan Lily. Kali ini dia akan membuat sebuah jebakan kecil agar keduanya bisa makan malam bersama. Awalnya Delina bilang ingin mengadakan malam malam diluar bersama keluarga kecil Delina.
Justru Mahesa-lah yang larut dalam suasana romantis itu. Rasanya pria itu ingin menempel dengan istrinya jika sudah disuguhkan tempat romantis seperti itu. Sampai-sampai tidak peduli dengan para pelayan yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.
"Apa? Anak kedua kita? Kamu mau anak kedua segara lahir?" tanya Delina dengan mata memandang pemandangan didepannya.
Mahesa menganggukkan kepalanya, dan anggukan itu dirasakan oleh Delina. Karena sang suami menempelkan dagunya pada bahu Delina. Tak lama dia menyahut, "Memang kau tidak ingin anak kedua?"
"Astaga Sayang! Anak pertama saja belum ada setahun dan kau tinggal enaknya saja. Kau tidak pernah kan tahu namanya begadang, ngurus anak rewel, ngurus anak minta ini itu? Dan sekarang kau mau minta anak kedua? Enak saja!" omel Delina panjang lebar.
Perempuan itu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Seraya berkata, "Enggak ... enggak ... enggak ada anak kedua dulu kecuali kamu bisa mengurus bayi."
"Mengurus bayi? Bisa kok pakai baby sitter," jawab Mahesa enteng.
__ADS_1
"Enak saja pakai baby sitter. Harus kamu sendiri dong," sahut Delina cepat.
"Baiklah aku akan memberikan anak kedua untuknya kalau kamu bisa menyelesaikan tantangan dari aku," tantang Delina.
"Tantangan? Tantangan apaan?" tanya Mahesa mengernyitkan dahinya.
Masih dengan posisi romantis Mahesa yang memeluk Delina dari belakang. Mereka berdiri didekat pagar pembatas rooftop.
"Tantangannya kalau kamu bisa mengurus Baby El. Mulai dari mandi, ganti popok, makan, nidurin Baby El, begadang jagain Baby El dan lain-lain. Bagaimana?" tantang Delina.
"Ehm ... gi-gimana ya?" ucap Mahesa agak ragu.
Masalahnya dulu saja dia kalah dari Bram soal mengurus anak. Apalagi tantangan dari Delina ini sama seperti saat itu.
"Bagaimana?" ulang Delina bertanya.
"Boleh deh aku terima tantangannya demi anak kedua," ucapnya diiringi tawa.
Tidak lama setelah itu datanglah orang-orang yang mereka tunggu. Pertama, Ferdi yang lebih dulu tiba disana.
###
Coba tebak dulu bagaimana reaksi Ferdi saat melihat tempat itu disulap menjadi tempat makan malam yang super romantis. Apakah dia senang atau ...?
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya teman-teman.
__ADS_1