
Seminggu setelah pembicaraan dengan Ferdi melalui sambungan telepon. Untuk memendam rasa kecewa karena tidak jadi mengumumkan hubungan mereka dimuka publik. Jadinya mereka mengadakan acara ulang tahun yang kedua tahun untuk putra mereka.
"Nona ... pengamanan sudah siap dan lokasi acara juga sudah siap," ucap Lily menghampiri Delina.
"Baiklah aku akan segera turun ke lantai bawah," sahut Delina yang sedang berdandan dengan seorang makeup artist.
"Apakah tamu sudah pada datang Lily?" tanya Delina saat Lily baru saja akan meninggalkannya.
"Sudah ada beberapa anak panti asuhan yang datang, Nona."
Acara ulang tahun Baby El hanya mengundang keluarga, kerabat dekat, dan anak-anak panti asuhan. Sengaja acara tersebut diselenggarakan secara tertutup. Hanya orang-orang yang memiliki undangan khusus yang bisa masuk. Namun, didalamnya acaranya sangat mewah dan meriah.
"Sayang ... enggak terasa ya anak kita sudah dua tahun," kata Mahesa yang langsung memeluk Delina dari belakang.
Lima menit yang lalu acara dandan Delina sudah selesai. Dan dia tinggal menunggu Mahesa yang baru saja bangun dan mandi.
"Kapan kita punya rencana untuk menambah momongan?" tanya Mahesa sembari menghirum dalam aroma tubuh sang istri.
"Aku rasa Baby El sudah cukup umur untuk memiliki adik," godanya.
"Emmh ... boleh juga," jawab Delina sekenanya sembari menata kembali penampilannya.
Jawaban yang keluar dari mulut Delina langsung membuat Mahesa menjadi sumeringah. Dan kembali mengusap-usapkan wajahnya pada ceruk leher sang istri.
"Enaknya kita honeymoon kemana yang Sayang?" tanya Mahesa.
__ADS_1
"Hah? Honeymoon?" Delina terkejut dengan ajakan suaminya.
"Iya. Honeymoon untuk membuat proyek adik untuk Baby El," tutur Mahesa.
"Lagian aku masih memiliki hutang honeymoon untukmu, Sayang," lanjut Mahesa.
Gagalnya honeymoon ke Swiss dulu dianggap hutang oleh Mahesa. Dia berjanji akan mengajak Delina pergi honeymoon bersama. Makanya dia menawarkan kepada istrinya mau kemana dia saat honeymoon nanti. Mahesa akan menuruti kemana pun keinginan Delina pergi.
"Ah. Aku tidak tega meninggalkan Baby El sendirian di rumah. Apalagi mendengar peringatan dari Kak Ferdi," keluh Delina.
"Ya, bagaimana lagi Sayang. Tetapi kita perlu honeymoon juga," sahut Mahesa.
Sontak Delina langsung membalikkan badannya. Melingkarkan tangannya pada leher suaminya. Seraya memberikan tatapan genit kepada sang suami.
"Kenapa harus mencari tempat honeymoon kalau di rumah saja bisa," goda Delina.
"Aku tidak menggodamu kok," balas Delina.
"Aw!" teriaknya lembut.
Delina berteriak karena Mahesa yang mencubit genis pinggangnya. Membuat perempuan yang sudah dandan cantik itu merasa geli. Lanjut Mahesa mengecuup hangat bibir tipis sang istri yang sudah berpoleskan gincu. Membuat gincu itu jadi belepotan kemana-mana. Tangannya juga sudah tidak tahan dan menyelinap masuk ke dalam dress selutut yang dikenakan sang istri.
"Sayang sudahlah. Ada yang mengetuk pintu," ucap Delina menghentikan aksi panas suaminya.
"Ah! Siapas sih?" keluhnya beranjak membuka pintu.
__ADS_1
Sementara Delina kembali ke depan meja rias untuk membersihkan gincu yang belepotan. Dan memloles kembali gincu yang sudah tak karuan karena ulah suaminya.
"Baiklah kita akan segera turun ke bawah," ucap Mahesa saat Lily kembali ke kamar itu untuk mengingatkan.
Segera mereka turun ke lantai bawah dimana acara ulang tahun Baby El yang sangat mewah digelar. Sengaja mereka mengadakan acara itu di rumah karena menghindari terlihat oleh orang-orang diluar sana. Ternyata memang di lantai bawah rumah itu sudah banyak sekali orang yang datang.
"Gara-gara kamu jadi terlambat kan?" protes Delina.
"Hah? Gara-gara aku? Bukankah kau yang menggodaku lebih dulu?" balas Mahesa tidak terima.
Tetap saat mereka menginjak anak tangga terakhir sebelum sampai di lantai satu. Dua orang anak laki-laki dan perempuan berlari menghampiri mereka. Keduanya pun langsung memeluk Mahesa layaknya anak bertemu dengan papanya.
"Hey! Kalian datang rupanya?" ucap Mahesa yang sudah menggendong anak perempuan itu.
"Aku sangat merindukan kalian," lanjutnya mencium pipi anak perempuan itu.
"Aku mau digendong juga!" teriak anak laki-lagi yang bergelayut dikaki Mahesa.
Langsung Mahesa menggendong anak laki-laki bersamaan dengan anak perempuan yang masih digendongannya. Delina pun mengernyitkan alisnya bingung. Bertanya-tanya mengenai siapa dua anak yang ada digendongan suaminya itu. Baginya wajah kedua anak itu sangatlah asing, Delina belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.
Pikiran buruk Delina pun tiba-tiba muncul saat melihat keakraban mereka. Dia tersenyum sinis, "Ini anakmu? Dari perempuan mana lagi?"
###
Siapa dua anak yang baru saja datang tetapi tampaknya sangat akrab dengan Mahesa. Apakah pikiran buruk Delina itu benar? Coba kita dengarkan penjelasannya di bab selanjutnya.
__ADS_1
🌱 Jangan lupa klik favorit, like dan komentar. Sehat dan sukses selalu ya.