
Daffa naik ke atas ranjang mendekatkan wajahnya dengan sang bunda. Dirinya terus memberikan ciuman bertubi-tubi kepada sang bunda.
" Daffa...udah donk bunda nya jangan di ciumin terus, nanti ayah ga kebagian. " Ujar Daren membuat Delia tersipu malu dan wajah nya kini memerah. Dan benar saja setelah sang anak berhenti mencium, kini giliran Daren yang terus menghujani ciuman di sekitar wajah Delia.
Makanan telah datang. Daren sengaja memesan makanan untuk dirinya, Delia, kedua orang tua nya, dan juga Daffa. Dengan telaten Daren menyuapi sang istri makan. Dia ingin menjadi suami siaga, suami yang memberikan perhatian pada istrinya.
Delia menatap lekat wajah suaminya. Dan kini mata nya saling menatap.
" Kangen ya sama aku ? " Goda Daren memainkan alisnya. Membuat Delia memutar bola matanya karna malas.
" Daffa ayo kita pulang, biar bunda bisa istirahat ! Dan Bunda bisa cepat sehat. " Ucap Mama Mila kepada sang cucu. Dan akhirnya Daffa berpamitan pulang pada sang bunda dan sang ayah.
Kini hanya ada Delia dan Daren yang ada di kamarnya. Delia merebahkan kembali tubuhnya.
" Sayang...Gimana kondisi kamu ? Apa sudah merasa enakan ? Tanya Daren pada sang istri.
Delia menceritakan tentang kondisi yang dia rasakan saat ini. Tubuhnya masih terasa lemas, dan kepalanya sering merasakan sakit.
Delia mencoba memejamkan matanya, berharap dirinya akan tertidur pulas. Melupakan sejenak beban yang ada. Namun karna pengaruh obat yang dia minum, tak butuh waktu lama Delia langsung tertidur pulas.
" Udah tidur. " size ssssssssssssss2 Daren saat melihat sang istri sudah tertidur.
" Cantik banget si kamu ? Meskipun tak ada make up sedikitpun kamu tetap terlihat cantik sayang. Aku mencintaimu ! " Ujar Daren sambil menatap ke arah sang istri.
Daren menyenderkan tubuhnya di sofa yang berada di dalam ruangan. Bayangan tentang dirinya dulu yang jahat terhadap Delia, menari di pikirannya. Dan lama kelamaan, Daren pun ikut tertidur pulas.
\=\=\=\=
__ADS_1
Matahari sudah bersinar terang dan kini sinarnya sudah menelusup masuk menembus hingga ke dalam. Delia perlahan membuka matanya. Dirinya langsung melirik ke arah sang suami yang masih tertidur pulas.
" Kamu harus bersyukur mas dengan kejadian aku jatuh, mungkin jika aku tak pernah terjatuh aku kini sudah menyandang status janda. " Gumam Delia sambil menatap ke arah suaminya.
Perlahan demi perlahan Daren pun ikut membuka matanya. Dirinya bangkit dan menghampiri sang istri.
" Bagaimana keadaan kamu sekarang ? Apa sudah mulai membaik ? " Tanya Daren sambil mengusap kepala Delia lembut.
" Ya...aku rasa aku kini sudah membaik. Aku ingin pulang aja ! Kangen aku sama Daffa. " Sahut Delia pada sang suami.
Tak lama kemudian datanglah dokter yang akan memeriksa kondisi keadaan Delia saat ini. Dan dokter menyatakan bahwa Delia sudah mulai membaik dan kini sudah di perbolehkan pulang. Tentu saja hal itu membuat Delia merasa bahagia. Sama hal nya dengan Daren.
Daren langsung bersiap untuk mengurus administrasi kepulangan Delia. Dan kini mereka telah bersiap untuk pulang. Daren mendorong kursi roda yang membawa sang istri. Dan kemudian membantu sang istri untuk masuk ke dalam mobil.
" Akhirnya aku bisa merasakan indahnya dunia lagi. Aku bahagia sekali. " Sahut Delia dengan mata yang berbinar-binar.
Dan tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di rumah orang tua Daren. Dan langsung di sambut oleh Daffa yang berlari ke arah Delia dan juga Daren.
" Sayang...kamu sudah membaik ? Mama senang banget melihat kamu seperti ini. " Ucap Mama Mila pada sang menantu membuat Delia tersenyum.
" Mah, kami mau membawa Daffa. " Ucap Daren pada sang mama. Dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Tak butuh waktu lama kini mereka telah sampai di rumah. Daffa berjalan mengikuti langkah kaki sang bunda yang masuk ke dalam.
" Bi, bawa tas nyonya ke kamar saya ! " Titah Daren pada Bi Yati. Delia hanya terbengong mendengar nya.
" Aku tidur di bawa saja mas, tidur di kamar aku ! " Sahut Delia membuat Delia kesal.
__ADS_1
" Pokoknya aku ga mau, mulai hari ini dan seterusnya kamu harus tidur sama aku ! Dan kamu harus tau, proses perceraian kita sudah di batalkan. Hakim ketua tak mengindahkan gugatan kamu. Dan sekarang aku minta kembalilah Delia seperti dulu ! Jangan pernah berpikir untuk berpisah dengan karna semua itu tidak akan pernah terjadi. Kamu mengerti ? " Ucap Daren ketus membuat Delia merasa kesal karna keputusan ini secara sepihak. Dan akhirnya mau ga mau Delia mengikuti keinginan suami nya untuk tidur di kamar yang sama.
Delia memilih langsung membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan piyama.
" Sekalian aja pake switer tebal ! " Gerutu Daren yang melihat sang istri tidur dengan piyama tak ada sedikitpun terlihat sexy.
Delia mendengus kesal. Bisa-bisanya suaminya berkata seperti itu padanya.
Daffa sangat bahagia karna pada akhirnya dirinya bisa melihat kedua orang tua nya bersatu kembali. Inilah keinginannya. Bagaimana pun dirinya sangat menginginkan kedua orang tua nya tidak terpisah.
Daffa memeluki tubuh sang bunda dengan sangat erat seakan ga mau terpisah.
" Afa eneng anget akhirnya Bubun bica embuh dan bobo Ama afa di Enih. " Ucap Daffa sambil menatap sang bunda
" Bunda juga seneng banget bisa bobo meluk Daffa lagi. " Sahut Delia sambil memberikan kecupan di pucuk kepala sang anak.
Delia terus mengelus kepala anaknya dan tak butuh waktu lama kini Daffa sudah tertidur pulas. Delia memilih untuk mengikuti jejak sang anak namun sayangnya gagal. Daren mengganggu nya.
Daren menghampiri Delia dan menarik tangan Delia untuk duduk bersamanya di sofa.
" Enak aja udah mau tidur aja ! Ada yang kangen ni ! " Ucap Daren sambil mengeluarkan pusakanya dari dalam boxernya. Tentunya hal itu membuat wajah Delia merah seketika, harus melihat pusaka sang suami yang sudah berdiri tegak.
" Ga mau ! Bukan berarti aku mau tidur di sini, mau sama kamu ya mas ! " Gerutu Delia merasa kesal.
" Tega banget kamu sama aku, udah lama banget ni puasa ! Ayolah Del ! " Ucap Daren kesal, karna mendapat penolakan dari sang istri.
" Udah aku mau tidur ! Jangan ganggu aku ! " Ucap Delia sambil melengos pergi dan kini hanya meninggalkan Daren yang termenung.
__ADS_1
" Nasib...nasib masih aja di suruh puasa ! Sabar dulu ya, nyonya belum mau ! " Gumam Daren pada pusaka miliknya. Berharap pusaka nya mengerti, namun sayangnya tak mengerti dan terpaksa Daren harus menuntaskannya sendiri, bersolo karier. Daren berjalan ke arah kamar mandi dengan mendengus kesal. Karna tak mendapat jatah dari sang istri.
Sabar dulu ya ! Puasa dulu sampe nunggu saatnya buka puasa ! ππππ