
Suasana terasa hening sesaat. Daren sibuk memainkan ponselnya, berkomunikasi dengan Doni.
" Huhft kalau dia di sini terus, gimana aku bisa komunikasi sama Dion ? Sia*...kenapa aku harus cacat seperti ini si ? Lama-lama aku muak hidup seperti ini ? " Gerutu Tasya dalam hati, baginya hubungan dengan Daren terasa hambar. Bagi Tasya, Daren yang dulu telah berubah. Pria yang selalu menyanjung dan sangat romantis padanya.
Dan akhirnya Tasya memilih untuk menyuruh Daren pulang...
" Sayang... sebaiknya kamu pulang saja ! Pasti kamu merasa lelah kan ? Kalau kamu terus menerus menjaga ku, nanti pekerjaan mu berantakan ! Biar aku sama Tuti saja ! Ucap Tasya lembut, dirinya memilih untuk tak membuat masalah dari pada Daren akhirnya menaruh curiga padanya.
Sedangkan Daren, mendapatkan pernyataan dari Tasya seperti itu. Bagaikan mendapatkan angin segar. Karna memang sejak dari tadi dirinya merasa jenuh.
" Baiklah...aku pulang ya ! Semoga kamu cepat sembuh ! " Daren mengecup kening Tasya dan berpamitan.
\=\=\=\=\=
" Don...kita ketemu di cafe xxxx. Saya mau berangkat dari rumah sakit. " Tulis Daren lewat pesan chat.
Dan tak butuh waktu lama, akhirnya Daren sampai lebih dulu. Daren langsung memesan berbagai macam makanan yang berbeda. Untungnya sekarang dia tak merasa mual yang berlebihan, hanya kadang-kadang saja. Namun untuk urusan mengidam , untuk sekarang dia sering merasa penasaran dengan suatu makanan.
Tak lama kemudian Doni datang menghampiri meja tuannya berada. Namun saat melihat aneka makanan yang tertata rapi di meja sebegitu banyaknya membuat dia mengerutkan keningnya, merasa bingung.
" Tuan...apa anda mengundang banyak orang untuk makan ?" Tanya Doni mencoba meluapkan pertanyaan hatinya.
__ADS_1
" Tidak ! Untuk kita berdua ! Saya hanya ingin mencicipi saja, nanti sisanya kamu yang habiskan ya semuanya ! " Sahut Daren dengan santainya. Seperti seorang istri yang sedang mengidam dan menyuruh suami nya menghabiskan nya.
" Yang benar saja, mana bisa saya menghabiskan makanan sebanyak ini semuanya. " Gerutu Doni.
" Kau ini banyak sekali bicara, saya undang kamu ke sini bukan untuk mengomentari ! Jika kau tidak kuat, tinggal buang saja ! Gitu aja repot ! Sudah jangan komentar terlalu panjang, nanti nafsu makan saya hilang akan aku kasih semua nya ke kamu ! " Ucap Daren ketus sambil menatap tajam ke arah Doni.
" Ya ampun...ternyata orang mengidam itu merepotkan. " Gumam Doni dalam hati, membayangkan jika nanti dia menikah dan istri nya mengidam.
" Don, menurut mu apa yang harus saya lakukan ? Apa sebaiknya saya menceraikan Tasya, agar Delia akan kembali ke saya ? " Tanya Daren di sela-sela makan nya.
" Kalau saya jadi Tuan sih dari dulu, udah saya ceraikan Nyonya Tasya. " Sahut Doni apa adanya.
" Tapi saya tidak tega Don. Bayangan penyesalan membuat Tasya jatuh karna saya melupakan dia, selalu menari di pikiran saya. Apa tidak terlalu kejam Don ? Terlebih Tasya saat ini belum normal kembali. Lagi pula Delia juga kan ga ada. " Ucap Daren membuat Doni gemas mendengar nya. Minta pendapat tapi tak mendengarkan pendapat orang dan lebih memutuskan apa yang dia suka.
" Sebenarnya tujuan tuan apa sih ngundang saya ke sini ? Jujur saya sudah merasa gemas dengan sikap tuan yang tak tegas. Tuan itu selalu bekerja bagus memimpin perusahaan, bersikap tegas dalam semua hal, berpikir cerdas. Tapi kenapa dalam urusan cinta terlihat bodoh sekali sih ? " Ucap Doni ketus.
" Apa kamu mengatai saya bodoh ? Kamu ingin saya pecat ? Jadi sekarang kamu tak suka mendengar curhatan saya ? " Ucap Daren merasa tak terima.
Doni hanya bisa menghela nafas untuk berbicara dengan tuannya yang bodoh tingkat dewa baginya.
" Aish...rasa nya menjenuhkan hidup ku ini Don. Punya istri dua, tapi tak bisa menikmati nya. Bahkan olahraga ranjang pun tak pernah. Sungguh merana diriku. " Ucap Daren lesu. Daren menghentikan makannya, selera makannya tiba-tiba saja menghilang.
__ADS_1
" Maaf tuan jika saya lancang seperti ini ! Karna terus terang saya sangat gemas melihat sikap anda ? Saya melakukan ini karna saya peduli dengan tuan, saya kasihan dengan tuan. Buka hati tuan, saat nya tuan menjalani kehidupan bahagia dengan orang yang tulus mencintai anda ! " Ucap Doni mencoba memberi pengertian.
" Maksud kamu Tasya ga tulus mencintai saya? Kamu jangan asal bicara ! Hubungan saya sama Tasya sudah terjalin selama dua tahun sebelum kami menikah. Dan tak sedikit pun dia mengkhianati saya. Dia selalu menunjukkan perasaan nya pada saya. Berbeda sama Delia, dia tidak mencintai ku. Saat aku menanyakan nya pada nya.
Dan lagi-lagi Doni harus bersabar menghadapi tuannya yang sedang galau karna percintaan, mempunya dua istri tapi merana. Berbagai cara Doni lakukan untuk memberi pengertian pada tuannya, tapi sepertinya hasilnya nihil. Tuan nya masih bersikeras mempertahankan Tasya.
" Gimana kalau anda melakukan sebuah misi kepada mereka, tapi jika memang salah satu atau bahkan kedua-duanya mereka tak tulus mencintai anda. Lebih baik anda tinggalkan kedua nya, lebih baik anda menikah lagi jika keduanya tak beres. Saya akan bantu dalam misi ini ! Gimana ? " Ucap Doni memberi saran tentang tantangan sebuah misi untuk menentukan siapa yang layak untuk tuannya
" Apa itu yang terbaik ? Ya sudah saya serahkan semuanya padamu ! Kamu cari informasi sebanyak mungkin tentang Delia dan Tasya ! Biar saya lebih yakin siapa yang akan saya pilih !
Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Daren mengikuti misi yang di buat Doni. Karna untuk saat ini dirinya masih sangat bingung menentukan. Daren dan Tasya menjalin cukup lama, banyak kenangan indah yang dia rasakan. Dan selama ini hubungan mereka sangat mesra dan baik-baik saja, namun seiring jalan Daren mulai merasa hambar berhubung dengan Tasya. Pertengkaran terus terjadi. Terlebih saat ini Tasya sedang mengalami lumpuh, akibat pertengkaran dengannya. Membuat dirinya merasa tak tega harus meninggalkan Tasya dalam kondisi masa sulit. Tapi dia kini dia juga sudah jatuh cinta pada sosok wanita yang awalnya adalah pilihan orang tuanya namun lambat laun kini hatinya sudah ada nama Delia bahkan rasa cinta nya bertambah saat dirinya mengetahui Delia sedang mengandung anaknya.
" Jujur awalnya saya sangat gemas melihat tingkah anda yang mempertahankan Nyonya Tasya dan menyakiti Nyonya Delia. Tapi melihat kondisi tuan seperti tak karuan seperti ini, saya jadi merasa tak tega. Berdoa lah semoga misi kita berhasil, dan anda segera menemukan tambatan hati yang tulus mencinta anda. Dan satu hal yang saya ingin ucapkan, dalam kondisi seperti ini anda tidak melampiaskannya dengan mabuk seperti biasanya. " Ucap Doni terkekeh, namun hal itu tak membuat dirinya marah karna merasa di hina bawahannya. Justru Daren merasa malu dengan sikap nya dulu yang sombong dan menyakiti Delia.
Like
Vote
Comment
Hadiah π·π·π·
__ADS_1
Terima kasih ππππ€π