Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bermain dengan Tasya ( 3 )


__ADS_3

" Tugasmu di sini cukup menemani aku saja sayang dan kalau perlu kita buat adik buat Daffa saja, gimana ? " Ucap Daren sambil mengedipkan matanya menggoda sang istri.


Delia memutar bola matanya malas. Jika seorang istri tak berdosa meremas mulut suaminya, Delia lah istri pertama yang melakukan hal itu. Namun saat ini, Delia urungkan niatnya.


" Tuan, boleh kah saya sedikit bermain dengan ular berbisa itu ? " Tanya Doni pada tuannya.


" Boleh saja, lakukan apa yang kau mau ! Yang penting jangan sampai menghilangkan nyawanya ! Kalau kamu ingin mencoba bermain dengannya, bebas saja ! " Sahut Daren sekenanya. Karna Daren kembali ke rutinitas nya, dan Delia hanya duduk menjadi pajangan suaminya. Memperhatikan Doni dan Daren berbincang.


" Amit-amit ! Sayang donk keperjakaan saya hilang buat ular berbisa seperti dia ! Tuan kali yang ke pengen ! " Ujar Doni sambil terkekeh dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari tuannya.


Dengan tanpa berdosa, Doni keluar ruangan meninggalkan tuannya yang merasa kesal dengannya. Karna takut ucapannya, membuat memperkeruh suasana dengan sang istri.


Dan Doni di luar menyuruh office boy di kantor untuk mencari yang menjual tikus-tikus putih dan kecoa. Dia ingin sedikit bermain dengan Tasya. Saat nya kebebasan baginya untuk mengerjai Tasya, membalas apa yang Tasya sering lakukan pada Tasya. Mengerjainya Doni, membuat Doni pusing.


" Tuan, ini pesanan anda ! " Ucap Office boy sambil menyerahkan 1 dus ukuran sedang yang sudah di beri udara.


" Yes, sekarang tinggal pelaksanaan nya ! " Ucap Doni dengan mantap nya.


Doni langsung melacak keberadaan Tasya, dan dirinya menyeringai licik saat dirinya melihat Tasya sedang merapihkan tumpukan berkas di bilik kedua. Cepat-cepat Doni berjalan menuju gudang dan mengendap masuk pelan-pelan dan melemparkan isi kedua kardusnya. Puluhan tikus putih dan kecoa tersebar di dalam gudang. Kemudian dia langsung mengunci Tasya dari luar.


Setelah misi yang dia inginkan telah selesai, Doni langsung memantau reaksi Tasya dari dalam gudang.


" Aaaaahhh....kenapa ruangan ini banyak tikus putih dan kecoa ? Hi.hi..hi.." Teriak Tasya karna merasa geli tikus-tikus putih itu berlari mengerubungi dirinya, bahkan ada juga yang berusaha naik ke atas tubuhnya.


Tasya berusaha untuk lari keluar dari ruangan yang baginya sangat menjijikkan.

__ADS_1


" Buka ! Buka ! Buka ! " Tasya terus berteriak meminta di buka pintu gudang tempat dirinya berada. Bahkan kini bukan hanya teriakan, tapi kini di iringi Isak tangis. Tasya menangis histeris merasa ketakutan.


Sedangkan Doni yang melihat cctv dari ponselnya sedang tertawa senang dan puas bisa mengerjai wanita yang selama ini selalu mengerjainya.


" Sayang...maaf aku sejak tadi mendiamkan mu. Aku target selesaikan laporan dulu, dan sekarang telah selesai. Don, coba pantau Tasya sedang apa ? Panggil ke sini, suruh dia membeli makanan buat kita makan siang ! " Ucap Daren sambil menduduki bokongnya di sofa, di sebelah sang istri.


" Tuan ingin lihat apa yang wanita itu sedang lakukan ? " Tanya Doni pada Tuannya membuat Daren mengerutkan keningnya.


" Memangnya lagi apa ? Sepertinya kau melihatnya bahagia sekali ? " Daren merasa aneh dengan ekspresi bahagia asistennya.


Doni langsung berjalan mengambil laptopnya dan mengkoneksikan ke cctv. Dia ingin memperlihatkan kepada tuannya.


Daren tertawa terpingkal-pingkal melihat Tasya ketakutan.


" Ternyata kau kejam juga Don ! Kasihan Loch, tar kalo nanti kena serangan jantung gimana ? " Ucap Daren pada sang asisten saat dirinya melihat tayangan di laptop. Sedangkan Delia hanya menggelengkan kepala melihat kedua laki-laki di dekatnya. Bos dan asisten kompak.


" Kemana saja dari tadi ? Apa teriakan aku tak kedengaran ? " Ucap Tasya ketus.


Udah posisi terhina aja , masih saja berani mengeluarkan sifat asli nya yang sombong.


" Hello gudang ini posisinya di ujung jauh dari bilik karyawan apalagi ruangan saya. Bukannya bersyukur aku buka, malah mengomel ? " Sahut Doni tak mau kalah judesnya.


" Kamu di panggil tuan Daren, di suruh beli makanan buat kami makan ! " Ucap Doni kepada Tasya.


" Tuan bisa ga saya istirahat sebentar dulu, saya masih merasa lemas bahkan nafas ku masih belum normal ! Nanti setelah kembali normal, saya baru bisa membelikan makanan atau bagaimana jika office boy yang beli ? " Nego Tasya.

__ADS_1


" Kamu bicara langsung saja sana sama tuan Daren ! " Sahut Doni dingin. Dan akhirnya Tasya mengikuti Doni dari belakang untuk menemui Daren.


Bukannya ada toleransi dari Daren, justru Daren berkata ketus hingga menusuk ke hatinya. Laki-laki yang dulu sangat spesial kan dirinya, ternyata sekarang tak ada rasa peduli nya.


" Tuan, maaf ! Boleh saya membeli makanan nya agak sedikit terlambat ? Karna saya habis ada insiden di gudang, nafas saya masih belum normal dan tubuh saya masih lemas ! " Ucap Tasya memelas memohon perasaan iba kepada Daren.


" Memangnya kamu itu siapa ? Berani-beraninya nyuruh saya nunggu untuk makan ? Bahkan bukan hanya saya yang di suruh tunggu, ini nasib tiga orang. Saya tak peduli apa yang kamu rasa ! Kamu mati di tengah jalan pun, itu derita mu ! Yang terpenting bagi saya, kamu beli makanan yang saya mau ! " Sahut Daren ketus. Membuat Tasya melongo.


" Kamu jahat banget padaku ? Jika suatu saat nanti aku akan mengungkapkan siapa aku sebenarnya, apa kamu akan merasa menyesal telah memperlakukan aku seperti ini ? " Ucap Tasya lirih. Memang salah dirinya yang dulu sering kali tak peduli dengan perasaan Daren. Hingga kini saat Daren memperlakukan pada dirinya, Tasya baru menyadarinya.


Dengan jalan gontai Tasya menuruti permintaan Daren untuk membelikan makanan untuk Daren, Delia, dan Doni.


" Enak banget hidupmu Del ! Dicintai oleh dua pria sekaligus. Tak seperti aku yang hidup Luntang Lantung seperti ini ! Bahkan untuk menyerahkan aku tak bisa, aku sudah berjanji pada Rey. " Ucap Tasya lirih.


Makanan yang di pesan Tasya telah jadi. Hari ini Daren memesan makanan sangat banyak. Bukan hanya makanan berat, Daren juga meminta cemilan kue dan juga somay dan baso. Seperti orang yang sedang mengidam.


" Semoga nanti Daren berbaik hati mengajakku makan. Perutku laper sekali ! " Ucap Tasya sambil memegang perutnya yang terasa keroncongan.


Tasya telah sampai membawa makanan, ternyata tugasnya belum cukup sampai di situ. Dia harus menyiapkan semua makanan di meja.


" Sayang...kamu mau makan yang mana ? " Tanya Daren lembut pada Delia.


Jatuh pilihan Delia pada menu nasi uduk dan ayam bakar. Dia ingin langsung makan yang berat.


Tanpa berdosa mereka bertiga makan sangat lahap. Tak ada seorangpun yang menawari Tasya. Padahal Tasya sudah merasa ngiler, dan perutnya sudah konser.

__ADS_1


Bukan mendapatkan tawaran makanan, tapi Tasya justru harus melihat kemesraan Daren pada Delia. Daren tak menyuruh Tasya untuk beranjak pergi. Karna Tasya benar-benar di jadikan seorang pelayan oleh Daren.


author up 1 bab dulu ya semoga besok sudah kembali normal. Jangan lupa terus beri dukungan ya


__ADS_2