Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bingung


__ADS_3

" Gimana Ren sudah enakan ? Masih ada yang di rasa ga ? " Tanya Mama Mila saat Daren perlahan membuka matanya.


" Mama papa kok di sini ? Terus, aku kok bisa ada di sini mah? Emang nya penyakit ku serius, sampai-sampai aku harus di rawat ? " Tanya Daren pada sang mama.


" Ih ni anak benar- benar ga jelas ya Pah. Udah bikin orang tua panik, eh dengan enaknya dia tanya begitu sama kita. Kalau bukan si Ahmad telpon kita, kita berdua juga ga akan di sini. " Mama Mila ngerocos.


" Mah...Daren mau pulang aja ! Udah ga sakit kok perutnya. " Sarkas Daren.


" Iya mama juga merasa aneh. Menurut hasil pemeriksaan, kata dokter kamu baik-baik aja ga ada yang bermasalah. Bahkan mama sudah minta dokter periksa berkali-kali."Jelas Mama Mila.


Pintu ruangan rawat terbuka, dan ternyata perawat dan dokter yang akan memeriksa kondisi Daren.


" Permisi...Tuan Daren...Gimana sudah enakan ? " Tanya dokter yang menangani Daren.


" Saya sudah merasa baik dok. Sebenarnya saya sakit apa sih dok kenapa saya tadi merasa sakit sekali, dan sekarang tak merasa apa-apa. " Tanya Daren penasaran.


" Menurut hasil pemeriksaan medis, tuan Daren baik-baik saja tak ada yang mengkhawatirkan. Maaf saya mau sedikit bertanya. Apa Tuan Daren sudah menikah ? " Tanya dokter, membuat mama Mila dan Daren menatap serius dengan penasaran ke arah dokter.


" Su...sudah. Memang nya apa hubungannya dok menikah dengan yang saya rasa tadi ? " Tanya Daren dengan ragu.


" Sebenarnya masalah ini seharusnya di jelaskan oleh dokter kandungan ! Tapi tak apa deh saya jelaskan di sini, biar tuan Daren mengerti. Biasanya ini kejadian saat istri hamil dan melahirkan. Dan ini saya sendiri pernah alami seperti tuan Daren. Saya harus menjalani kehamilan simpatik dimana saya lah yang merasakan mengidam suatu yang aneh dan juga mual. Dan lebih parahnya saat istri saya satu tahun lalu melahirkan. Bahkan saya sampai pingsan karna tak kuat menahan rasa sakit. Sampai-sampai saat itu pihak rumah sakit bingung, harus mengurus saya atau istri saya lebih dulu. " Ucap dokter sambil terkekeh, teringat pengalaman dirinya satu tahun lalu. Namun berbeda hal dengan Daren. Jantungnya berpacu sangat cepat, aliran darahnya terasa terhenti, dan nafasnya terasa sesak kala mendengarkan ucapan dokter.


" Nah yang saya bingung di sini, apa istri tuan Daren tadi itu akan melahirkan juga ? " Mendengar ucapan sang dokter, Daren hanya diam terpaku. Bahkan untuk menjawab pun dirinya tak mampu. Mama Mila dan Papa Agung yang melihat sang anak yang berubah wajah, mengerti apa yang di rasa putra semata wayangnya.


" Tidak dok. Mungkin hanya kebetulan saja. " Jawab Mama Mila. Mama Mila terpaksa mewakilkan jawaban dari Daren.

__ADS_1


Dokter telah selesai memeriksa kondisi Daren. Dokter sudah memperbolehkan Daren untuk pulang besok pagi.


" Mah...apa yang di katakan dokter itu apa benar ? Apa benar hari ini Delia melahirkan ? Gimana ya mah keadaan istri dan anak ku ? Ya Tuhan betapa jahat nya aku, sampai-sampai aku tak bisa mendampingi istri ku dalam persalinannya. " Ucap Daren lirih.


Tes


Tes


Tes


Air mata Daren menetes, dirinya tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Penyesalan hanyalah sebuah penyesalan, namun semua itu tak akan bisa kembali. Seperti gelas yang pecah, meskipun di susun kembali retak itu tak akan pernah hilang.


" Sabar nak...Doakan terus semoga Delia dan anak mu sehat dan baik-baik saja. Coba kamu ingat-ingat kapan Delia lahir. " Ucap Mama Mila mencoba menyemangati. Dan akhirnya Daren mencoba menyusun puzzle tentang kehamilan Delia dan kapan Delia akan melahirkan.


" Mama yakin Delia akan kembali. Tapi mama juga ga rela jika Delia harus terus menerus di madu dengan Tasya. Kenapa sih kamu ga ceraikan Tasya aja, kan dia ga hamil lagi sedangkan Delia justru telah memberikan mu anak ! " Ucap Mama Mila.


" Daren bingung mah. Daren ga mau jadi orang yang jahat mah sama wanita. Daren ga tega ninggalin Tasya dalam kondisi ini, terlebih Tasya sudah setia mendampingi Daren selama dua tahun lebih. Rasa nya Daren tak mampu untuk menceraikan Tasya. " Jelas Daren yang dirinya merasa di posisi yang membingungkan.


" Terus sampai kapan ? Sampai Delia kembali dan tahu kamu masih sama si Tasya ? Yach...kalau begitu kamu jangan pernah bermimpi kembali sama Delia. Delia itu wanita pintar , masih muda , dan cantik. Dari pada berharap cinta yang utuh dari mu yang tak akan pernah terwujud, pasti dia akan lebih milih pisah. " Jelas Mama Mila. Hingga Daren menggelengkan kepalanya.


Rasanya dia tak sanggup mendengar ucapan mama Mila lagi. Dunia terasa runtuh jika apa yang mama nya ucapkan. Daren juga sangat kesal dengan dirinya sendiri yang tak bisa tegas dalam mengambil keputusan. Ternyata mengambil keputusan dalam urusan percintaan lebih berat dari pada keputusan untuk kemajuan perusahaan dan memperjuangkan dalam memenangkan tender.


Kring...kring...


Mendengar bunyi ponsel nya berdering, Daren mencoba meraihnya. Dan ternyata Tasya lah yang menghubungi nya.

__ADS_1


" Ya...." Jawab Daren.


" Sayang...kamu sakit ? Gimana keadaan kamu sekarang ? Trus kata dokter kamu sakit apa ? " Tanya Tasya.


" Ya kemarin aku sempat merasakan sakit yang luar biasa di perutku. Sekarang sudah ga sakit lagi, besok aku sudah boleh pulang tapi sepertinya aku belum bisa nengok kamu ke rumah sakit. Maaf ya ! " Sahut Daren membuat Tasya merasa senang. Jika dulu dirinya selalu ingin kehadiran Daren, namun untuk sekarang berharap Daren jarang menengok nya. Karna Tasya bisa bertemu dengan Dion.


" Aku alihkan ke panggilan video ya ! Aku ingin berikan kejutan padamu ! " Ujar Tasya dan langsung dapat anggukan kepala.


" Lihatlah ! Aku sudah bisa berdiri sekarang ! Aku sudah sehat kembali ! Aku senang sekali, akhirnya aku bisa kembali normal lagi. " Tasya berputar-putar menunjukkan kepada Daren bahwa dirinya sudah sembuh. Dan tanpa sadar membuat Daren tersenyum bahagia. Sedangkan sang mama kini sedang menggerutu merasa kesal dengan sikap sang anak. Dan papa Agung hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang anak.


" Gemas banget lihat si Daren pah, rasanya pengen mama tuker aj anak kaya gitu ! Sebentar bilang cinta sama si Delia, sekarang si sundel bolong itu telpon dia senyum-senyum. Ga rela rasanya jika Delia kembali sama dia, kalau kelakuan masih ga tegas kaya gitu. "


Dan ternyata perbincangan Mama Mila dengan Papa Agung terdengar dengan Tasya. Membuat raut Tasya berubah seketika merasa kesal karna membela Delia.


" Kamu berharap aku lumpuh selamanya ? Tak bisa hidup normal lagi, dan akhirnya anak mu meninggalkan ku ? Kembali sama wanita breng*** itu ! Jangan mimpi nenek lampir ! Ya memang...aku akan meninggalkan anak mu ! Tapi aku akan mengeruk harta mu dulu, membuat perusahaan kalian bangkrut ! Itulah pembalasan karna kau telah menghina ku dan wanita breng*** itu ! " Tasya tertawa dalam hati. Dan dengan suara lembutnya, Tasya akhirnya memilih mengakhiri panggilan dengan Daren dari pada dia harus mendengar ocehan nenek lampir yang membuat dia sakit telinga.


Like


Vote


Comment


Hadiah 🌷🌷🌷🌷


Terimakasih yang sudah mendukung πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ€—πŸ˜ƒ

__ADS_1


__ADS_2