Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bahagia bercampur sedih


__ADS_3

" Mohon maaf dengan Tuan Renaldi ? Saya dengan dokter yang menangani operasi Nyonya Claudia Melani, dan saya ingin memberi tahu bahwa operasi berjalan lancar. Saat ini Nyonya Claudia sudah siuman dan hanya tinggal di buka perban di wajah barunya. Apa Tuan Reynaldi bisa datang ke sini ? " Ucap Dokter Anthony.


( Ngomongnya pake bahasa Inggris ya πŸ˜„ )


" Baiklah...mungkin baru besok saya akan sampai sana. Kebetulan saat ini saya sedang ada di Paris. " Sahut Reynaldi. Setelah sepakat, sang dokter pun mengakhiri panggilan.


\=\=\=\=\=


Hari sudah pagi, sesuai janjinya pada sang dokter. Hari ini dirinya akan datang ke Singapura untuk membuka perban di wajah Tasya alias Claudia. Mungkin terkesan dadakan dirinya pulang, namun memang hal apa adanya. Pagi ini Reynaldi akan berpamitan pulang, karna ada pekerjaan di Singapura. Tiket pesawat pun sudah dia pesan.


Reynaldi menuruni anak tangga untuk berpamitan dengan sang kakak.


" Kamu mau ke mana Rey ? " Tanya Renita yang melihat penampilan sang adik yang sudah rapih.


" Aku pamit pulang ya kak ! Ada pekerjaan dadakan di Singapura yang tak bisa aku tinggalkan. " Sahut Reynaldi.


Setelah berpamitan dengan sang kakak, Reynaldi mampir ke rumah Delia untuk berpamitan.


" Aku ingin lihat reaksi mu nanti saat kembali ke Indonesia dan menemukan suami mu yang jatuh cinta pada wanita lain selain Tasya. " Ucap Reynaldi merasa senang menertawakan apa yang terjadi pada Delia nanti saat Tasya ada di kehidupan suaminya dengan wajah baru.


Tok...Tok...Tok...


Reynaldi mengetuk pintu rumah Delia, dan baru ketukan ketiga Delia membuka pintu rumahnya karna sepertinya sang art sedang belanja keperluan untuk memasak.


Ceklek


Reynaldi mencoba menahan Saliva nya, saat Delia membuka pintu rumah memakai daster yang sangat sexy.


" Silahkan masuk Rey ! Kamu mau ke mana ? " Tanya Delia dengan wajah bangun tidur. Delia tak menyadari jika penampilannya saat ini memacu adrenalin Reynaldi. Sepertinya Delia baru terbangun dari tidurnya karna mendengar ketukan pintu berkali-kali dan sang art tak membukanya.


Kini Delia dan Reynaldi sudah duduk berdua di ruang tamu.

__ADS_1


" Ya Tuhan cobaan apa lagi ini ? Bahkan dengan santainya dirinya hanya memakai pakaian itu saja. Tenangkan dirimu Reynaldi ! " Reynaldi mencoba mengatur nafasnya yang tak kuasa melihat pemandangan bukit kembar milik Delia yang terlihat padat dan kencang terlebih saat ini Delia masih menyusui Daffa dan mungkin itu salah satu nya dirinya tak memakai bra.


" Aku pamit Del ! Ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan. " Sahut Reynaldi yang sejak tadi berusaha fokus.


" Owh gitu.. Hati-hati di jalan ! " Ucap Delia.


Reynaldi tak ingin berlama-lama di sana, tak lama kemudian dirinya berpamitan pulang. Dia sangat takut jika nantinya tak bisa mengontrol diri hingga nekat meniduri Delia terlebih Delia selalu menolaknya.


Reynaldi meninggalkan Paris dengan hati yang luka. Namun dirinya berharap jika Tasya akan membantunya untuk membantu porak poranda kan cinta Daren dan Delia.


Dengan mengudara kurang lebih hampir 7 jam, kini Reynaldi sudah menginjakkan kaki nya di Singapura dan dirinya langsung menuju rumah sakit tempat Tasya berada.


" Permisi...saya dengan Tuan Renaldi, apa Tuan Anthony ada ? " Tanya Reynaldi.


Pihak suster yang bekerja di rumah sakit itu mengantarkan Reynaldi untuk bertemu sang dokter.


Perlahan perban yang menempel di wajah baru Tasya di buka.


" Selamat ! Operasi Nona Claudia berjalan lancar. " Ucap Sang dokter memberi selamat pada Tasya.


Tasya tersenyum bahagia, karna wajah dirinya sekarang lebih cantik dari wajahnya dulu. Dan dirinya sangat yakin jika Daren akan jatuh cinta padanya.


Dokter dan perawat telah keluar, dan kini menyisakan Tasya dan Reynaldi berdua di dalam kamar rawat.


" Terima kasih Rey, aku senang sekali operasi berjalan lancar dan bahkan wajah ku sekarang lebih cantik dari yang dulu. Tubuhku juga sangat indah sekali. " Ucap Tasya dengan bahagia.


" Ya penampilanmu sangat memukau aku tak menyangka bisa seperti ini. Dan jangan lupa dengan tugasmu nanti ! " Sahut Reynaldi.


" Tentunya. Aku tak ingin merepotkan kamu terus. Aku juga ingin mengejar cinta mantan suamiku juga. " Ujar Tasya membuat Reynaldi tersenyum puas mendengar nya. Karna bukan hanya Tasya yang akan mendapatkan apa yang dia inginkan, Reynaldi juga akan mendapatkan Delia jika Delia bercerai dengan Daren.


" Rey...satu lagi keinginanku yang belum di penuhi. Aku ingin kamu menyembuhkan penyakit ku, aku sangat takut sekali. " Ucap Tasya memelas.

__ADS_1


" Baiklah. Mumpung kamu masih di sini, aku akan membawa mu ke rumah sakit yang terkenal di Singapura. " Ucap Reynaldi membuat Tasya sangat bahagia.


\=\=\=\=\=


Sesuai janji Reynaldi, hari ini mereka akan berkonsultasi ke dokter masalah penyakit kanker serviks yang dia idap sekarang.


Peran serta Reynaldi sangat besar untuk Tasya, Reynaldi lah yang telah merubah kehidupan Tasya menjadi luar biasa.


" Aku takut sekali Rey, jika nantinya hasilnya tidak memuaskan. " Ucap Tasya yang matanya kini sudah mulai berkaca-kaca.


Dan akhirnya nama Claudia di panggil untuk masuk ke dalam.


" Silahkan berbaring ! " Ucap sang Dokter yang mulai melakukan pemeriksaan.


Dokter menggelengkan kepalanya saat melihat layar monitor, bertambah lah rasa panik dan takut yang di rasa Tasya.


" Sudah selesai ! Nona Claudia harus melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengecek penyebaran sel kanker ! " Sahut dokter.


Dan sesuai petunjuk dokter, Tasya melakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan setia Reynaldi mendampingi Tasya memberi kekuatan pada Tasya yang sejak tadi menangis.


" Rey, aku akan segera mati. Hiks...hiks..." Ucap Tasya berkali-kali di iringi Isak tangis.


" Berdoalah semoga penyakit mu bisa di sembuhkan ! Yakinlah rumah sakit ini adalah rumah sakit terkenal di sini yang banyak menyembuhkan berbagai macam penyakit, peralatan di sini sangat canggih dan dokter yang bekerja di sini pun sangat ahli. " Ungkap Reynaldi memberi semangat pada Tasya.


Semua rangkaian pemeriksaan telah selesai. Dan Tasya hanya menunggu hasilnya. Rasa bahagia bercampur sedih itulah yang di rasa Tasya saat ini. Ada perasaan bahagia di dirinya saat dirinya bisa menjalani hidup normal tanpa buruan polisi, tapi bagaimana dengan penyakitnya ? Menurut hasil pemeriksaan bahwa sel kanker sudah menyebar di sebagian alat vital di dalam tubuh. Kemungkinan untuk sembuh sangatlah tipis kemungkinan nya, dokter hanya bisa memperpanjang masa kontrak Tasya di dunia.


" Hiks...hiks...kenapa hidup ku tak pernah menyenangkan ? Kenapa aku harus terus menderita ? Bahkan mungkin saja Tuhan akan secepatnya mencabut nyawaku. Aku benci dengan Delia, kenapa hidupnya bisa bahagia ? Mendapatkan yang di inginkan ! " Ucap Tasya dendam, terlihat sekali Tasya sangat dendam.


" Ingatlah janji kau dari awal padaku ! Tugas mu hanya untuk merayu Daren untuk jatuh ke pelukan mu, dan ingat jangan pernah kau menyentuh sedikit pun Delia dengan tanganmu ! Jika kau berani melakukannya, aku yang akan membalas mu dengan caraku ! " Ucap Reynaldi dengan tatapan membunuh. Dia tak ingin sedikit pun Tasya melukai atau pun menyakiti Delia.


Hai para readers ku yang selalu setia dengan karya ini ! Jangan lupa beri dukungan terus untuk ku ya, karna dukungan kalian sangat berarti ! πŸ™πŸ˜β€οΈπŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2