
Bulan depan usia kandungan Delia tepat tujuh bulan. Delia memilih mengadakan acara tersebut di rumah. Dan sesuai kesepakatan dengan suaminya saat di ranjang, Delia akan memilih semuanya serba pink. Dari dekorasi, kostum, dan souvernir untuk mereka yang datang ke acara tersebut.
" Souvernir sudah, catering dan dekorasi semua sudah di pesan, kebaya pink untuk acara sudah. Oh ya...aku harus cari kemeja dan batik warna pink untuk mas Daren dan Daffa. " Gumam Delia. Dia teringat kostum yang akan di pakai suaminya dan Daffa.
Pada acara inti Delia akan mengenakan kebaya dan memakai kain untuk Daren dan Daffa akan memakai beskap yang warna nya senada dengan kebaya Delia. Acara ini mengusung adat Jawa. Di mana ada acara siraman, jual rujak dan cendol. Untuk masalah acara ini, Daren menyerahkan sepenuhnya kepada sang istri. Karna dulu saat hamil Daffa, kehidupan mereka sangat jauh berbeda, dan acara ini sebagai wujud rasa cinta Daren pada sang istrinya.
" Mas...hari Sabtu temani aku ke mall ya ! Mau cari kemeja sama batik warna pink untuk kamu dan Daffa ! " Ujar Delia membuat Daren menelan Saliva terbayang saat dirinya harus memakai baju warna pink.
" Semangat ! Ingat semua ini demi kesejahteraan soulmate ! " Ucap Daren memberi semangat pada dirinya sendiri. Dari pada harus berpuasa berbulan-bulan di tambah sebentar lagi sang istri akan segera melahirkan.
" Atur aja ! Mas terserah kamu ! Ya udah mas jalan dulu ya ke kantor ! Ingat jaga baik-baik diri kamu dan anak kita ! " Sahut Daren bicara pada istrinya.
Setelah berpamitan, Daren langsung melajukan kendaraannya. Daren mengendarai mobilnya sendiri, karna hari Doni izin tak masuk kerja karna sakit.
" Huhft...terpaksa aku lakukan ini, meskipun akan membuat harga diriku jatuh. " Gumam Daren.
Hari terus berlalu dan hari ini waktunya mereka pergi untuk mempersiapkan.
" Inget ikutin apa yang aku mau, jika ingin semua aman terkendali. " Sindir Delia dan Daren hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Kini mereka telah sampai di sebuah mall terbesar di Indonesia. Mereka bertiga langsung masuk manis di dalam.
Setelah melangkahkan kakinya masuk ke dalam, Delia langsung memilih dan membeli semua yang dia butuhkan.
" Ih lucu banget sih kamu, aku jadi ga sabar menunggu waktu nya tiba. " Ujar Delia saat sang suami mencoba kemeja berwarna pink. Sedangkan Daren hanya diam dan pasrah.
" Bun, kita ini kan cowok. Kenapa sih harus pake kostum warna pink untuk cewek ? " Ujar Daffa bertanya pada bundanya.
__ADS_1
Delia menjelaskan pada sang anak bahwa mereka seperti ini agar kembaran warna. Dan Daffa akhirnya mengerti.
\=\=\=\=
Akhirnya hari yang di nanti telah tiba. Hari ini akan di adakan acara tujuh bulanan sesuai rencana sebelumnya.
" Ya Tuhan...hancur sudah harga diriku ! " Gumam Daren dalam hati saat memandangi dirinya di kaca.
" Istri mas cantik banget sih, jadi pengen mengurung kamu di kamar aja ! " Ujar Daren saat melihat sang istri yang sudah memakai kebaya dengan belahan dada rendah menambah keseksian sang istri.
Daren mendorong tubuh istrinya hingga menyentuh tembok dan langsung mencium istrinya. Tentu saja Delia menolak, karna waktunya sangat tak pas. Dia juga merasa kesal jika harus merusak make up nya. Hingga akhirnya Delia mendorong tubuh suaminya.
" Mas, naf*su tuh ada tempatnya donk ! Masa mau acara begini, masih aja berbuat mesum ! " Gerutu Delia yang langsung meninggalkan suaminya begitu saja.
Serangkaian acara tujuh bulanan telah terlewati. Delia tampak bahagia. Rona bahagia terpancar dari wajahnya. Dan kini saatnya sesi foto. Delia dan Daren menampilkan kemesraan di depan publik dan menunjukkan betapa bahagianya mereka menyambut kelahiran putri nya.
" Don, urus semuanya ! Jangan sampai foto acara ini sampai tersebar luas di publik. Saya tak ingin semua orang menertawakan saya ! " Titah Daren dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari Doni.
" Gas pool...tengok Dede bayi ! " Bisik Mama Mila. Dan Daren mengacungkan jempolnya.
Semua tamu undangan sudah pulang, termasuk kedua orang tua Daren. Mama Mila dan Papa Agung mengajak Daffa ikut bersamanya. Mereka sangat menyayangi Daffa, dan jika ada Daffa mereka tak merasa kesepian lagi.
Kini Delia dan Daren sudah berada di kamar. Tanpa aba-aba Daren langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style.
" Mas, turunin ! Mas hebat ih kuat gendong aku, padahal aku kan udah tiga kali lipat beratnya. " Ujar Delia saat sang suami menggendong dirinya dan membawanya ke kamar mandi.
" Apa si yang ga ! Mas Daren mu ini selalu kuat. Mau main semalaman mas kuat ko, malah kuat banget. " Sahut Daren sambil membuka kebaya dan kain sang istri.
__ADS_1
" Mas, aku cape ! Aku ingin istirahat ! Besok aja ya ! " Ucap Delia dengan wajah mengiba. Tapi sayangnya sang suami tak mengindahkan ucapannya. Daren kini sudah meletakkan sang istri ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat dan minyak aromaterapi.
Mereka kini sudah dalam keadaan sama-sama polos. Daren langsung melu*mat bibir sang istri, menyerangnya dengan tiba-tiba. Tangannya pun tak bisa diam, mere*mas kedua bukit kembar milik istrinya.
" Aaahhh...mas..." Suara indah Delia yang keluar dari bibirnya.
Daren tersenyum puas. Dia merasa senang melihat sang istri sudah berada di puncak nirwana menikmati sentuhan lembut dari suaminya.
" Mas masukin ya ! " Ujar Daren yang sedang memposisikan miliknya dengan milik istrinya. Dan Delia hanya mampu menganggukkan kepalanya tak mampu bicara
" Aaahhh...sayang..." Teriak Daren saat miliknya sudah sempurna bertemu dengan milik istrinya. Daren memacu dan menaik turunkan miliknya dengan perlahan. Dia tak ingin perbuatan dirinya akan mengganggu bayi dalam kandungan istri nya.
Daren menci*um bibir istrinya dengan rakus dan soulmate masih terus memacunya. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.
" Terima kasih sayang ! Aku sangat mencintaimu. " Ujar Daren sambil mendaratkan bibirnya di kening sang istri. Dan Delia membalasnya dengan senyumannya.
Daren mengangkat tubuh istrinya dan membilas nya. Setelah itu dirinya menggendong tubuh istrinya ke dekat ranjang.
" Udah ga usah pakai baju ! Gitu aja ! " Ujar Daren. Setelah mandi, Delia belum menggunakan pakaian kembali.
" Awas ya mesum lagi ! Tubuh aku masih terasa remuk mas ! " Ujar Delia yang sudah membaringkan tubuhnya di ranjang. Dan tak lama kemudian dia benar-benar tidur.
Tentu saja Daren tak bisa menahan naf*su nya. Dia menyibak bed cover yang menutupi tubuh istrinya dan mulai melancarkan aksinya.
" Aaahhh.." Desau Delia saat sang suami bermain di lubang kenikmatan miliknya. Dan akhirnya mereka melakukan kembali hingga tiga ronde.
Sambil menunggu up, mampir yuk di karya teman emak. Di jamin seru banget, keren ππ
__ADS_1