
Tubuh Tasya semakin bergetar, karna kini perutnya sudah benar-benar tak tahan lagi. Delia sempat melirik ke arah Tasya yang sedang meringis memegang perutnya.
" Sayang...apa ada yang ingin kamu makan lagi ? " Ucap Daren sambil mengusap bibir Delia dengan lembut.
Delia menjawab dengan gelengan kepala. Daren memang benar-benar keterlaluan membuat Delia kekeyangan tak berdaya dan membuat Tasya justru hampir saja mati karna kelaparan.
" Sisa makanan ambil saja untuk kamu ! Kami sudah tak ingin memakannya ! Kamu bersihkan juga meja ini seperti semula ! " Titah Daren tanpa ada hati.
Tasya berusaha cepat membersihkan sisa makanan yang ada di meja agar dirinya bisa cepat keluar dari ruangan dan makan.
" Sayang...kamu tidak ingin membeli tas branded keluaran terbaru ? Sudah keluar Loch infonya. Dulu saat aku masih sama Tasya, setiap bulannya dia selalu minta jatah padaku. Dan sekarang, sudah sepatutnya aku membahagiakan mu. Karna hanya kamu istri ku satu-satunya. " Ucap Daren pada Delia. Sedangkan Delia justru menanggapinya malas. Karna memang dirinya tak terlalu suka berbelanja. Dan Delia juga tidak tahu apa yang di ucap suaminya itu tulus apa sekedar hanya memanasi mantan istrinya saja.
Mau tau perasaan Tasya saat itu ???
Hatinya terus mengumpat merasa kesal. Bahkan rasanya ingin sekali dia lemparkan piring-piring yang dia sedang bersihkan sebagai bentuk protes.
" Permisi Tuan dan Nyonya, tugas saya sudah selesai ! " Tasya berpamitan. Daren tak respon kembali ke aktivitas. Sedangkan Delia langsung mengangguk tapi tidak dengan Doni. Justru Doni mengikuti Tasya keluar ruangan. Doni langsung memerintah Tasya setelah makan menyikat kamar mandi ruangan Daren dan kamar mandi yang berada di lantai yang sama dengan ruangan Daren.
" Tuan, maaf itu bukan tugas saya ! Bukannya tuan Daren menyuruh saya bekerja di bagian gudang ? Tugas itu bukan menjadi jobdesk saya ! " Protes Tasya.
" Owh kamu berani protes saya ya ? Kamu tau saya ini siapa ? Posisi saya apa ? " Pertanyaan bodoh terlontar begitu saja dari mulut Doni.
__ADS_1
" Saya tau nama anda Doni Priambudi, dan posisi anda hanya seorang asisten seperti saya bukan bos di perusahaan ini ! " Jawab Tasya dengan lantang seolah menghina Doni.
" Hebat kau tau tentang saya. Tapi pasti anda belum tau kan siapa di balik saya ? Sekedar saya kasih tau ya ! Saat tuan Daren sempat di rawat di rumah sakit jiwa, saya lah yang menjalani perusahaan ini ! Bahkan perusahaan ini hampir bangkrut, tapi berkat saya dan nyonya Delia perusahaan ini bertahan sampe hari ini ! Dan saat itu tuan Agung dan Nyonya Mila sudah sempat membicarakan pada saya, jika tuan Daren tergoda wanita ular maka perusahaan itu akan jatuh menjadi milik saya ! Tuan Daren tak akan menerima sepeser pun harta orang tuanya. So....jangan pernah bermain-main dengan saya ! Saya bukan seorang hina seperti anda ! Apa anda sudah mengerti ? " Ucap Doni dengan tatapan menyeringai licik. Hingga Tasya tak mampu lagi bicara dan memilih untuk pergi mengerjakan apa yang di perintah Doni.
" Brengsek kau Doni ! Berani sekali kau mengerjai aku ! Sia* ! Aku benci hidupku sekarang ! " Gerutu Tasya dalam hati.
" Lumayan masih ada somay, baso. Lebih baik aku makan saja dari pada beli lagi aku ga ada uang. Nanti juga aku harus minta Renaldi uang buat makan hari-hari. Kalau berangkat aku masih bisa jalan kaki dari kontrakan, tapi buat makan aku ga bisa puasa. Itu juga sudah seirit mungkin.
Tasya langsung melahap dua jenis makanan itu. Karna dia pikir setelah ini dia harus kerja berat kembali.
Tiba saatnya Tasya harus membersihkan kamar mandi yang berada di ruangan Daren. Dan kamar mandi itu di dalam kamar rahasia yang berada di ruangan Daren.
" Permisi Tuan dan Nyonya saya mau membersihkan kamar mandi di ruang istirahat. " Ucap Tasya sopan.
Setelah dapat izin dari Daren, Tasya mulai mengerjakannya. Daren sejak tadi berusaha menahan tawanya agar tidak keluar. Sedangkan Delia cuma diem tak mau ambil pusing. Bos sama asisten sama-sama kurang kerjaan.
Daren berjalan menghampiri Delia dan mengajaknya pulang. Namun sebelumnya Daren pamit pada Tasya bahwa dirinya dan Delia mau pulang karna mau mengajak sang istri dan anaknya ke mall.
" Biasanya setiap bulan aku yang belanja, ini malah wanita sial** itu yang enak. " Gerutu Tasya tak terima.
Delia dan Daren kini sudah di dalam mobil menuju ke rumah orang tuanya untuk menjemput Daffa. Daren menggenggam tangan Delia, dan mendaratkan ciumannya di punggung tangan Delia.
__ADS_1
" Udahlah mas, jangan begini ! Kan acting nya udah selesai ! Ingat Loch kita akan tetap jadi bercerai ! Semua ini tidak akan merubah keputusan aku ! Dan aku minta sekali lagi, mas jangan mempersulit aku ! " Ucap Delia yang langsung menarik tangannya dari genggaman suaminya.
" Ga ! Pokoknya mas ga mau ! Lihat aja nanti di persidangan, meskipun kamu utarakan apapun tentang mas. Mas akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan kita ! Mas harus gimana sih agar kamu bisa menerima mas lagi ? " Sahut Daren tak terima.
Dan akhirnya Delia memilih diam karna malas berdebat. Untungnya jarak kantor ke rumah mama Mila tak terlalu jauh. Dan jalanan pun masih lancar, karna belum waktunya pulang kerja. Hanya 20 menit mereka telah sampai.
" Daffa mana mah ? " Tanya Delia saat memasuki rumah.
" Masih bobo di kamar mama, tunggu dulu jangan di bangunin dulu kasihan ! Kamu sama Daren istirahat dulu aja sana ! " Ucap Mama Mila modus. Sengaja menyuruh anak dan menantunya untuk berduaan.
" Aah...ga usah mah ! A.ku.. " Belum selesai bicara, Daren udah langsung menarik tangan Delia. Mama Mila hanya tertawa geli melihat kelakuan kedua anaknya seperti pasangan anak Abege yang malu-malu.
Daren langsung menutup pintu kamar...
" Ih...mas ini apa-apaan sih ? Main tarik tangan aku aja ! Aku ga mau berduaan sama mas di kamar nanti setan mesum datang lagi ! "
" Mas kangen ! Kamu kan pergi lama banget tinggalin mas ! " Ucap Daren yang hasratnya sudah mulai on.
" Alah bisa aja kamu ! Ga ada aku, tapi kan istri muda kamu ada ! Udah sempat sehat lagi ! Puas donk sebelum dia ketawan selingkuh. " Sahut Delia ketus.
" Udah deh jangan ingetin dia terus. Mas udah benci banget. Nyesel banget mas dulu belain dia, nyakitin kamu. Udah ya please anggap dia ga pernah ada di hidup kita lagi. Dan sekarang hanya ada kita dan Daffa. "
__ADS_1
Selamat hari Senin, beraktivitas kembali di tahun 2022. Jangan lupa vote nya kakak semua ππβ€οΈβ€οΈ