Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kedatangan Anthony ke Indonesia


__ADS_3

Asisten Anthony telah menghubungi Doni, bahwa tuannya akan bertandang ke Indonesia lusa untuk meninjau perusahaan dari customer yang bekerja sama dengannya.


" Tuan, Tuan Anthony akan datang lusa ke perusahaan kita. " Ucap Doni memberitahu pada tuannya.


" Baiklah. Kita sambut kedatangan dia dengan baik. Biar Dy tak merasa menyesal telah bekerja sama dengan kita. " Ujar Daren. Daren tak tahu jika Anthony dulu sempat menginginkan Delia.


\=\=\=\=\=


Hari yang di nanti telah tiba. Siang ini kemungkinan besar, tuan Anthony akan mendarat. Dan langsung bertandang ke Perusahaan Daren.


" Don kamu siapkan semuanya ! Aku ingin semuanya tersusun rapih jangan sampe kecewa dia dengan perusahaan kita ! " Ujar Daren pada sang asisten.


" Selamat datang Tuan Anthony. Terima kasih atas kunjungannya ke perusahaan kami, suatu luar biasa bagi kami. " Ucap Daren sambil berjabat tangan dengan tuan Anthony.


" Di mana istri mu ? Aku ingin bertemu dengannya. to the point. Daren mengerutkan keningnya saat Dirinya mendengarkan penuturan Anthony tentang istrinya.


Panjang umur, ternyata Delia telah sampai di Perusahaan. Dan langsung bersalaman menghampiri dirinya.


" Senang bertemu dengan anda nyonya cantik. '' Ucap Anthony pada Delia. Delia hanya bisa tersenyum bahagia.


Papa Agung hadir dalam pertemuan itu. Dia berharap jika tuan Anthony sangat menyukai bisnis dengan perusahaan mereka.


" Bagiku, kunjungan hari ini kurasa selesai. Saya pamit pulang dulu, sampai ketemu besok. " Ucap Anthony di hadapan Daren.


Anthony telah pulang, dan kini hanya ada Daren, papa Agung, dan juga Doni.


" Mengapa aku merasa tuan Anthony mengenal kamu ? Apa kalian saling kenal sebelumnya ? " Ucap Daren to the point.


" Tuan Anthony itu menyukai istri mu Delia, tapi Delia dulu sudah menjawab. Bahwa dirinya adalah istri dari kamu. " Sahut papa Agung membuat Daren melotot tak percaya.

__ADS_1


" Memangnya kapan mereka bertemu ? " Tanya Daren penasaran.


Doni menceritakan pada Daren, bahwa Delia lah yang menyelamatkan perusahaan Agung Jaya Group dulu saat Daren terpaksa harus di rawat di rumah sakit jiwa. Lewat tangan Anthony, perusahaan Agung Jaya Group sampai saat ini masih bertahan.


" Bertambah lagi sainganku, aku akan berusaha mempertahankan pernikahan ini. " Gumam Daren dalam hati.


Papa Agung berpamitan pulang, dan kini hanya meninggalkan Daren dan juga Delia.


Suasana terasa hening. Delia sibuk dengan urusannya mengutak Atik ponselnya.


\=\=\=\=


Hari ini Tuan Anthony akan datang kembali. Tapi berhubung Daren sudah tahu tentang Anthony yang mengincar sang istri, tentu saja membuat Daren tak akan membiarkan begitu saja. Daren menunjukkan keposesifannya pada sang yg istri, Daren tak akan membiarkan miliknya di ambil orang lain.


Sorot mata Anthony memperlihatkan bada dirinya masih mendamba Delia. Untuk hari ini, Daren tak menghadirkan Delia.


Sayangnya Daren tak mengizinkan. Dia lebih memilih tak menemukan Delia dengan Anthony. Daren merasa sangat cemburu.


\=\=\=\=


Waktu terus bergulir, Daren dan Delia tinggal menunggu sidang selanjutnya yaitu pembacaan bukti-bukti yang ada dari kedua belah pihak.


Daren tetap pada keputusannya, dia akan tetap mempertahankan rumah tangganya dari siapapun yang berniat merebut Delia dari dirinya.


" Aku lihat seperti nya kamu senang ya kita sebentar lagi berpisah ? Jangan pernah bermimpi bisa terlepas dari aku. " Ucap Daren ketus.


" Memangnya kamu siapa mengatur hidupku ? Aku memang sudah ingin terlepas dari mu. " Sahut Delia tak kalah ketus. Delia memang sudah ingin pisah.


Tasya merasa senang, melihat Daren dan Delia sering kali bersitegang. Tasya selalu memperhatikan kedekatan Delia dengan Daren. Dan akhir-akhir dia melihat kondisinya Daren dan Delia suka terjadi perdebatan. Hubungan Delia dengan Daren semakin memburuk. Daren merasa gemas dengan sikap Delia.

__ADS_1


" Sepertinya ini kesempatan bagiku untuk mendekati Daren. " Ucap Tasya dalam hati. " Suasana terasa sepi hanya ada Daren di kantor.


" Permisi, saya mau antarkan es segar dan juga cemilan untuk anda. " Ucap Tasya yang menyerahkan sebuah nampan berisi cemilan dan juga es sirup. Daren langsung meminumnya. Dia tak menyadari jika di dalam minuman tersebut sudah di tambahkan obat perangsang. Tasya berpura-pura membersihkan ruangan, namun dia berusaha meliuk-liuk tubuhnya agar Daren tak kuasa menahannya.


Tubuh Daren merasa sangat panas, bahkan dirinya sudah mengeluarkan keringat dingin. Pandangan nya semakin kabur.


" Kenapa tubuhku seperti ini ya ? " Gumam Daren dalam hati. Sedangkan Tasya tentunya merasa senang karna rencananya berhasil. Membuat Daren tak kuasa menahan hasratnya.


" Sa...kamu lagi apa ? " Mata Tasya membulat sempurna saat Daren memanggil dirinya Tasya. Berarti selama ini dia sangat yakin, jika Daren masih mencintai dirinya.


Daren sudah berjalan menghampiri Tasya. Bahkan dia sudah menggenggam kedua tangan Tasya. Dan tentunya Tasya merasa senang karna sebentar lagi dirinya akan membuat Daren jatuh dalam pelukannya.


Tasya memapah Daren ke sofa. Tasya juga membuka satu persatu kancing kemeja Daren hingga sudah terlihat dada bidang Daren.


" Sabar dulu sayang, aku akan membuat mu tak berdaya. " Bahkan Daren tak mampu berpikir jernih lagi.


Tok...Tok...Tok...


" Tuan...Tuan..." Doni terus mengetuk pintu ruangan Daren yang terkunci. Entah mengapa perasaannya tak tenang. Doni merasa curiga mengapa tuannya mengunci pintu ruangannya.


" Brengse* ! Selalu saja merusak rencanaku ! " Tasya merasa kesal karna misi nya gagal lagi. Karna Doni terus saja mengetuk. Dan karna tak ada pergerakan dari Tuannya. Terpaksa Doni mendobrak pintu ruangan Daren dan melihat Daren sudah berada di atas tubuh Tasya dalam keadaan kemejanya sudah terbuka.


" Tuan ku mohon jangan lakukan ! Minggir kau perempuan licik ! Dasar wanita jala** ! Berani-beraninya kau menggoda tuan Daren. Kau telah memasukkan obat perangsang kan ? Pergi kau dari sini perempuan laknat ! " Doni sudah sangat marah. Mengusir Tasya, dan dengan rasa malu Tasya merapihkan pakaiannya kembali dan keluar dari ruangan.


Dan Doni langsung membopong tubuh Daren ke mobilnya. Kemudian Doni melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh. Tujuannya yaitu membawa Daren ke rumah sakit. Mencari obat penawar dari yang bisa menghapus obat perangsang yang sudah masuk ke dalam tubuh Daren.


Setelah sampai, Doni langsung berteriak meminta brankar untuk membawa Daren ke IGD. Daren langsung di tangani.


" Cepat lakukan sebaik mungkin ! " Teriak Doni. Dirinya merasa sangat panik. Meskipun dia tak pernah mencoba obat laknat itu. Tapi dia cukup tahu pengaruh dari obat perangsang itu. Dan sepertinya Tasya memasukkan dalam dosis yang tinggi. Hingga Daren sudah tak karuan sampai-sampai dokter yang menangani Daren kewalahan karna beberapa kali Daren hampir saja mencium dirinya dengan brutal. Dan akhirnya dokter menyuntikan obat penenang ke tubuh Daren. Hingga akhirnya dirinya tertidur tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2