
Bukannya menjawab Reynaldi justru malah tertawa meledek Daren, membuat Daren memberikan Bogeman pada Reynaldi.
" Brengs**! Aku bisa saja melaporkan dirimu menculik Istri ku ! " Ucap Daren mengancam.
" Silahkan saja, kau boleh lakukan yang kau mau ! Ku pastikan tuduhan mu tak akan kuat, karna aku tak mengetahui keberadaan dirinya. Bahkan saat ini pun aku di sini, tak bersama istri mu ! " Sahut Reynaldi menantang.
Daren sudah mengepalkan tangannya, dan siap menerkam. Namun kali ini Reynaldi sempat untuk menghindar.
" Pergi dari sini, jika tidak aku akan memaksa dirimu pergi dari sini ! " Ucap Reynaldi tegas, mengusir Daren.
" Ini butik istri ku ! Aku yang telah memberi ini pada Delia ! Dan sampai saat ini Delia masih menjadi istri ku ! " Sahut Daren merasa tak terima.
" Oh ya ? Bukankah Delia sudah memutuskan untuk pisah dari mu ? Karna Delia tak mencintai dirimu ! Dan kalian itu hanya nikah kontrak, dan sebentar lagi kontrak kalian segera berakhir ! " Ucap Reynaldi memperolok Daren.
" Sampai kapan pun Delia akan selalu jadi istri ku ! Aku tak akan pernah melepas nya ! Jadi jangan pernah bermimpi miliki Delia ! " Ucap Daren, membalas ucapan Reynaldi.
" Ya sudah buktikan saja ! Aku tunggu hasilnya ! Hahahaha " Reynaldi tertawa terbahak-bahak, menganggap ucapan Daren hanyalah sebuah lelucon. Reynaldi masuk begitu saja meninggalkan Daren yang masih sangat marah.
Akhirnya Daren memutuskan untuk langsung pergi ke perusahaan. Dirinya akan menyuruh Doni untuk mencari keberadaan sang istri.
" Lihat saja nanti, kau akan tau siapa ku ! " Gerutu Daren.
Mobil Daren telah sampai di parkiran perusahaannya. Aura tajam dan sangat menyeramkan tergambar dari raut wajah Daren saat itu. Tak ada satu orang pun yang berani menatap dirinya.
Daren menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran miliknya sambil memejamkan matanya, namun akhirnya bukan hanya sekedar memejamkan ternyata Daren benar-benar tertidur pulas. Karna selama kejadian Tasya jatuh, dirinya selalu berada di rumah sakit menjaga Tasya, sehingga tak bisa tertidur nyenyak.
__ADS_1
" Ternyata sudah datang, Kasihan juga kalau lihat dia seperti ini. " Ucap Doni dalam hati saat masuk ke dalam ruangan dan melihat tuan nya yang sedang tertidur pulas.
Akhirnya Doni memutuskan untuk tidak menggangu Daren. Memberi kesempatan pada tuannya untuk tidur.
" Lebih baik aku buat laporan dulu, jadi saat si bos bangun bisa langsung tanda tangan ini ! "
1 jam 2 jam namun Daren tak kunjung bangun, bahkan kini dengkuran terdengar sangat keras. Membuat Doni terkekeh mendengar tuannya. Baru seumur-umur dirinya melihat tuannya seperti ini. Punya istri dua bukannya senang, ini malah merana.
Jam menunjukkan pukul 12.00 siang, akhirnya terpaksa Doni membangunkan Tuannya. Karna selepas makan siang mereka harus segera berangkat bertemu klien.
" Tuan..." Doni memanggil Daren sambil menepuk pundak tuannya.
Perlahan demi perlahan Daren membuka matanya dan mendongak kan wajahnya ke arah Doni.
" Maaf tuan saya mengganggu tidur anda. Selepas makan siang kita harus berangkat ke pertemuan dengan investor kita ! " Ucap Doni. Hidup Daren menjadi Luntang Lantung tak jelas, semenjak Tasya jatuh tak sekalipun dia meninggalkan Tasya. Daren rela meninggalkan kasur empuknya, melewatkan tidur nyenyak nya. Maka wajar jika tadi dia tidur seperti tak tidur nyenyak bertahun-tahun.
" Lagi ngidam kali ya ? Ga biasanya dia seperti ini. Makan makanan yang tak pernah dia makan. " Gumam Doni dalam hati.
" Cepat beli sana, aku sudah sangat menginginkan nya ! " Perintah Daren.
" Tuan, maaf sepertinya anda lagi ngidam ya ? Karna tak biasanya anda makan makanan begitu. " Tanya Doni pelan-pelan karna takut jika tuannya mengamuk.
" Memangnya ngidam itu apa ? " Tanya Daren polos sambil menatap ke arah Doni, memandang dengan seksama berharap mendapat penjelasan.
" Ngidam itu rasa ingin sesuatu saat hamil ! Seperti tuan ini, ingin makanan yang tak biasa ! " Jelas Doni.
__ADS_1
" Apa karna Delia hamil, jadi saya yang selama ini mengalami itu ? Aneh...memang bisa ada kaitan gitu istri hamil, kita yang ngidam ! Dulu saat Tasya hamil, saya tak pernah mengalami nya. " Ucap Daren penuh tanya.
" Apa ? Nyonya Delia hamil ? " Tanya Doni kaget.
" Hei...kamu itu tak perlu kaget seperti itu ! Lihat mata kamu di sudah hampir keluar ! Aku itu bibit unggul ! Aaaahhh...aku jadi ingat Delia. Del...kamu di mana ??? Aku rindu padamu ! " Tiba-tiba saja suara Daren terdengar lirih, bahkan tak terasa air matanya menetes kembali.
" Memangnya Nyonya Delia ke mana tuan ? " Tanya Doni ingin tau.
" Kamu cari Delia secepatnya ! Cari orang ahli yang bisa merentas di mana Delia berada. Bawa dia kembali ke sini ! Saya ingin hidup bahagia dengan anak saya ! " Titah Daren.
" Baik Tuan ! Gimana dengan nyonya Tasya ? " Tanya Doni.
" Ya Tuhan aku sampai lupa pada istri aku yang satu nya, yang sedang terbaring koma karna terlalu memikirkan istri pertama ku. " Gumam Daren lirih, namun masih bisa terdengar oleh Doni.
" Apa saya perlu mencarikan orang yang untuk menjaga Nyonya di rumah sakit ? "
" Ya kamu benar ! Cari orang itu secepatnya ! Rasanya hidup saya sudah lama tak karuan. Tidur di rumah sakit dan melepaskan tanggung jawab perusahaan kepada kamu, lama kelamaan hidup saya akan hancur ! " Sahut Daren.
Setelah percakapan dengan tuannya selesai, kini dia memutuskan membelikan pesanan untuk tuannya.
Dan kini hanya Daren saja yang berada di ruangan kerja nya, pikirannya melayang kembali pada sosok Delia. Dia belum berani mengungkapkan ke orang tua nya, bahwa Delia telah pergi.
Daren meraih ponsel milik Delia, kemudian dia buka galeri foto yang ada di ponsel Delia. Dia lihat satu persatu foto Delia dengan berbagai gaya.
" Maafkan aku Del...Aku memang pantas menerima semua ini ! Aku sangat jahat padamu. Wajar jika kamu dengan mudah meninggalkan aku begitu saja, karna kita tak memiliki kenangan indah sedikit pun. Bahkan aku tak memiliki satu foto pun bersama mu di ponsel ku, meskipun itu foto nikah kita. Semua galeri ponsel ku hanya berisi foto-foto kebersamaan ku dengan Tasya. Del...ku mohon kembali lah ! Aku janji akan menjadi suami yang baik untuk kamu ! Aku tak akan pernah menyia-nyiakan dirimu lagi ! Aku sangat menyesal ! Aku baru menyadari, jika aku dulu sangat jahat padamu. Menggoreskan luka yang begitu dalam, hingga akhirnya kamu merasa tak kuat dan memutuskan untuk pergi dari hidupku. Sampai kapanpun aku tak akan pernah mau pisah dengan mu ! " Ucap Daren lirih. Orang akan merasa kehilangan, saat dia sudah tak ada dengan kita. Air mata Daren terus mengalir, baru kali ini dirinya terasa sangat rapuh.
__ADS_1
Selamat hari Senin, selamat beraktifitas ! Jangan lupa vote nya, author ucapkan terima kasih yang sudah memberikannya !!! Tetap dukung karya ku, dukungan kalian sangat berarti ! " πππ·πΉππππ€