Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Terungkap


__ADS_3

Delia bangkit dari ranjang dan segera ingin keluar. Cepat-cepat Daren berlari menghampiri Delia.


" Del, apa kamu tidak merindukan saat kita memadu kasih ? " Bisik Daren dengan suara beratnya.


" Minggir ! Jangan pernah mendekati aku ! Dan merindukan versi mu itu yang mana ya ? Bagiku tak ada yang spesial, justru setiap kali kamu memaksa aku melakukan nya, kau selalu menorehkan luka di hatiku. Kenangan buruk yang selalu aku ingat. Terlebih saat aku harus berbagi burung dengan maduku ! Jangan pikir aku tidur di sini, aku sudah memaafkan mu ! Permisi Tuan Daren yang terhormat ! " Sahut Delia ketus membuat hati Daren seperti tertusuk belati.


Delia pergi meninggalkan Daren begitu saja, meninggalkan Daren yang masih terdiam tak mampu berkata-kata.


\=\=\=\=\=


Orang suruhan Doni lanjut menjalankan misi nya. Kali ini mereka mengikuti ke mana Claudia atau Tasya pergi, mencari tau tempat tinggal Claudia, dan mencari siapa orang kuat yang membantu Tasya.


Tasya benar-benar tak bisa bermain terlalu jauh lagi, orang suruhan Doni sudah berhasil mengetahui tempat Claudia tinggal. Mereka tak cukup sampai situ, mereka tetap standby di daerah sekitar sampai menemukan bukti yang lebih memperkuat.


Tak lama kemudian, datanglah sebuah mobil Toyota calya berwarna silver. Mobil itu terparkir di halaman kontrakan, kemudian turunlah seorang laki-laki yang berjalan menuju kamar Tasya. Dan Tasya menyambutnya. Ternyata kedatangan Reynaldi kali ini ke tempat Tasya, karna Tasya ingin menceritakan tentang situasi kondisi di perusahaan.


Tentu saja, orang suruhan Doni langsung mengabadikan foto Reynaldi. Bahkan terlihat jelas jika Reynaldi dekat dengan Tasya. Salah satu orang suruhan Doni berusaha mengendap mendekati kamar Tasya. Untungnya saat itu suasana di sana terlihat sepi, memang jam sudah cukup larut malam. Dan beruntung nya lagi, Tasya menutup pintu kamar itu. Tentunya tujuannya agar sang tetangga tak mendengar percakapan dirinya dengan Reynaldi. Tapi Keinginan tidak tercapai, di luar pintu sudah ada satu orang yang sudah siap merekam percakapan Claudia dengan Reynaldi.

__ADS_1


" Rey, aku sudah sangat lelah ! Bahkan penyakit ku sering kali kambuh. " Ucap Tasya yang mengeluh pada Reynaldi.


" Lantas kamu mau apa ? Setelah aku berkorban mati-matian demi kamu, kau mau mundur ! Padahal wajah mu sangat cantik dan tubuhmu sangat sexy meskipun sedikit terlihat pucat, tapi kenapa Daren tak sedikitpun tertarik padamu ? Apa karena cintanya pada Delia sangat besar, hingga dia tak ingin sedikitpun menoleh mu ? " Sahut Reynaldi membuat Tasya geram. Bagi Tasya semua ini karna Delia, jika Delia tak hadir di kehidupan dia dan Daren. Mungkin hidupnya tak akan menderita seperti ini.


" Aku benci kau Delia, aku bunuh kau ! Jika Aku tak bisa memiliki Daren, mau kau pun tak akan bisa. Aku akan membunuhmu, lihat saja nanti ! " Teriak Tasya. Tasya tidak menyadari bahwa semua ucapan nya saat ini sedang di rekam.


" Lakukan apa yang kau ingin lakukan ! Sama hal nya dengan ku ! Selama ini aku sudah berjuang meluluhkan hati Delia, menjadi orang yang selalu ada di hidupnya di saat dirinya terluka karna perbuatan Daren. Tapi sekarang dia justru membuang ku seperti sampah ! Jika Aku tak bisa memiliki Delia, maka Daren pun tak boleh memiliki Delia ! " Sahut Reynaldi yang mulai merasa dendam pada Delia.


Orang suruhan Doni langsung berjalan kembali dengan langkah yang sangat pelan hingga kedua insan yang sedang terbakar api kebencian tak menyadarinya.


" Reynaldi ? Jadi selama ini kamu adalah laki-laki yang berada di hidup Tasya. Yang membantu dia operasi plastik. Jadi mereka yang sudah bekerja sama ? " Gumam Doni. Doni langsung mengirimkan barang bukti itu pada Daren. Sayangnya Daren tak langsung membacanya karna sudah tidur terlelap di dalam pelukan Daffa.


\=\=\=\=


Matahari sudah bersinar terang, Daren perlahan membuka matanya di tambah sang anak yang menangis mencari keberadaan sang bunda. Dengan wajah masih mengantuk Daren menuruni anak tangga dengan menggendong Daffa dan memberikan pada Delia. Itulah aktivitas setiap harinya di saat Daffa terbangun di pagi hari dan tak menemukan sang bunda.


" Cup...cup anak ayah yang pintar jangan nangis lagi ya ! Itu bunda ! " Ucap Daren yang sudah melihat keberadaan sang istri yang sedang menyiapkan sarapan. Meskipun mereka akan bercerai, Delia masih mau menyiapkan sarapan untuk sang suami. Namun dengan syarat Daren berjanji untuk tidak berbuat ulah untuk mendekatinya.

__ADS_1


Delia langsung mengambil Daffa dari gendongan Daren. Dan menenangkan sang anak agar berhenti menangis karna dirinya sudah bersama sang bunda.


Setelah menyerahkan Daffa, Daren berpamitan pada Delia untuk naik ke atas kembali untuk bersiap-siap untuk ke kantor. Namun seperti biasanya, Daren selalu mengecek berita yang masuk dan belum sempat dia lihat.


" Breng*** ! Ternyata kau yang menolong Tasya ! Membawa dia dari Indonesia dan melakukan operasi plastik. Dan kamu juga yang berada di belakang Tasya dalam penyusupan Tasya ke perusahaan aku. Lihat saja aku akan buat kau menderita Tasya ! Sudah cukup kau membuat hidup ku hancur. Dulu karna cinta, mata ku buta tak bisa melihat mana cinta yang tulus kepadaku. Hingga rumah tangga ku sama Delia berantakan ! Kali ini, aku akan yang menghancurkan mu dengan tanganku sendiri ! Ternyata apa yang ku perbuat dulu belum cukup ya ? Dan untuk kali ini kau tak akan bisa lagi mengelabuhi ku dengan kecantikan dan keseksian mu ! " Ucap Daren geram. Wajah nya sudah memerah.


" Harus aku bicarakan hal ini pada Delia, agar dia bisa membantu aku melancarkan aksi ku ! Ya seperti menyelam sambil minum air. Semoga kedekatan aku dengan Delia, bisa membuat dirinya membuka hatinya. Aku juga harus bicarakan pada mama papa. Agar Tasya hatinya semakin panas. " Gumam Daren.


Daren sudah bersiap-siap, cuma tujuannya kali ini bukan langsung ke kantor. Dia harus memberi tahu semuanya pada Delia dan membawa Delia ke rumah orang tuanya untuk membahas tentang hukuman apa yang pantas untuk Tasya.


Kini Daren, Delia, dan Daffa sudah berada di meja makan yang sama. Daren sedang asyik menikmati santapan sarapan pagi buatan sang istri. Setelah selesai dia baru bicara pada Delia.


" Del, ada yang ingin aku omongkan ! Semua ini tentang Claudia ! Aku sudah mengetahui siapa mereka, makanya aku ingin membawa mu ke rumah mama papa untuk membahas hukuman untuk dia. " Ucap Daren to the point. Antara rasa malas tak peduli dengan rasa penasaran siapa Claudia sebenarnya, dan mengapa Daren mengucap mereka. Berarti bukan hanya Tasya yang terlibat. Dan akhirnya dengan menghilangkan rasa egoisnya, Delia menyetujui permintaan Daren untuk ikut ke rumah orang tua Daren.


Malam ini segini dulu ya up nya ! Author masih butuh istirahat yang banyak, agar cepat pulih ! Di tunggu kelanjutannya besok ya.


Jangan lupa terus beri dukungan ya ! Karna dukungan kalian sangat berarti ! Selamat malam semuanya πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜πŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2