Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Menyusun siasat


__ADS_3

Kini Daren, Delia, dan juga Daffa sudah sampai di kediaman orang tua Daren. Tujuannya tentu saja menyusun siasat untuk pembalasan dendam ke Tasya dan Reynaldi.


" Tumben pagi- pagi gini kalian udah ke sini ? " Ucap Mama Mila saat menghampiri sang anak, cucu dan juga menantunya.


" Papa mana mah ? Kedatangan Daren ke sini untuk membahas masalah Tasya atau Claudia. " Sahut Daren. Dan saat Daren bicara, papa Agung datang ikut bergabung duduk bersama mereka.


" Claudia itu Tasya pah. Dan Reynaldi adalah orang yang membantu Tasya untuk operasi plastik. Dia yang membawa Tasya ke Singapura dengan identitas palsu, seperti nya ada orang hebat di balik Reynaldi yang membantu dia melancarkan aksinya. Terlebih Tasya yang sedang tersandung kasus pembunuhan Dion dan istrinya. Tidak mungkin Tasya semudah itu bisa kabur. Mereka sekongkol bekerjasama. Menurut hasil rekaman pembicaraan mereka berdua, tujuan Tasya adalah ingin kembali padaku dengan modal kecantikan dan keseksian nya. Namun kali ini aku tak tergoda, karna cinta ku hanya untuk Delia seorang. Semalam kedatangan Reynaldi ke kontrakan Tasya untuk membahas, jika Tasya sudah merasa lelah dengan sikap Daren kepadanya. Padahal yang di lakukan Daren kepadanya belum seberapa. Dan yang menjadi masalah, kini tujuannya berubah mereka merasa sakit hati dengan Delia. Mereka ingin membunuh Delia. Karna Kata Tasya, jika dirinya tak bisa mendapatkan aku, maka Delia pun juga tidak akan bisa. Sama halnya dengan Reynaldi. Jika Delia juga tak membuka hatinya untuk nya, maka aku pun tak akan bisa. " Jelas Daren panjang lebar sambil menyerahkan bukti-bukti kepada papa dan mama nya. Daren memberikan ponselnya yang berisi rekaman dan foto tentang barang bukti.


" Terus sekarang cara menyikapinya gimana ? Kalau papa sih, langsung saja jebloskan ke penjara mereka berdua. Bahkan hukuman mereka bisa juga seumur hidup. Terlebih Tasya yang sudah membunuh mantan kekasihnya dan istrinya, dia juga sudah melakukan penipuan data, dan sudah jelas mereka sudah berencana melakukan pembunuhan berencana. Papa khawatir nyawa Delia akan terancam. Terlebih jika kau selalu membuat dia cemburu dengan bermesraan dengan Delia, pastinya Tasya akan semakin kebakaran. Jadi menurut papa, sebaiknya segera laporkan sebelum semua kejadian. Ingat Tasya bersikap nekat. Karna merasa sakit hati dan cemburu dia rela menghabisi mantan kekasihnya dan istrinya dengan tangannya sendiri. Bahkan pembunuhan dia sangat sadis. " Ujar Papa Agung.

__ADS_1


Tapi Daren justru ingin bermain-main dulu dengan Tasya, sebelum Tasya di serahkan ke polisi. Dia ingin membuat Tasya hidup menderita, bahkan sangat tersiksa. Daren ingin membalaskan semua rasa sakit Delia karna perbuatan Tasya. Dan sekarang Daren yang akan buat dia merasa sangat sakit. Tapi tentunya semuanya akan dalam pengawasan ketat, Daren juga akan menambahkan cctv di pantry dan tepat lain yang bisa memudahkan Tasya melakukan kejahatan.


Delia masih terlihat sangat shock, merasa tak percaya jika orang yang selama ini sangat mencintai nya justru berubah menjadi dendam. Bahkan bisa menghilangkan nyawanya. Ternyata kebaikan Reynaldi selama ini tidak tulus. Bukan hanya melakukan penggelapan uang miliknya, namun Reynaldi juga berniat membunuh Delia. Dia tidak ingin melihat Delia hidup bahagia dengan Daren.


" Trus apa yang akan kamu lakukan pada si wanita ular itu ? " Tanya papa Agung serius menatap ke arah Daren.


" Daren ingin memindahkan Tasya di gudang, pastinya dia akan tahan. Daren juga akan meminta Tasya menyikat kamar mandi, dan melakukan pekerjaan di luar ekspektasi. Daren akan mengancam jika Tasya atau Claudia masih ingin bekerja di Perusahaan kita. Daren yakin Tasya akan bertahan demi melanjutkan aksinya. Dan bukan sampai di situ saja, Daren akan bersikap romantis dan mesra kepada Delia. Ya sambil menyelam minum air pah, kali aj Delia bisa membatalkan gugatan cerai. Ngasih kesempatan sama Daren untuk membuktikan ketulusan cinta Daren pada Delia." Ungkap Daren gaya tengilnya.


Daren merasa kesal, karna bukannya mendukung dia ini malah provokator ke Delia.

__ADS_1


" Apaan sih mah ? Daren udah insyaf mah. Sekarang hanya Delia yang Daren mau sampai mati. Karna Delia memang sudah tercipta untuk Daren, cuma perjalanan nya aja yang penuh lika liku. " Gerutu Daren merasa tak terima.


" Maaf ma, pah keputusan Delia sudah bulat. Delia ingin bercerai sama mas Daren, tapi Delia janji akan selalu partner yang baik dalam membesarkan Daffa. Meskipun kami nanti bercerai, Daffa tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya. " Jelas Delia. Ucapan Delia sungguh menusuk ke rongga hati yang terdalam. Sakit namun tak berdarah. Tapi Daren akan terus berusaha, dan saat sidang mediasi Daren akan mengemukakan semuanya. Yang tentunya bisa melemahkan Delia. Dan sekarang saat ini dia hanya ingin terus berusaha.


Setelah melakukan perbincangan cukup lama, akhirnya kedua orangtuanya Daren menyetujui. Dan jujur sebenarnya Delia tak ingin terlibat lagi dalam urusan Tasya. Dia benar-benar sudah tidak mempedulikan mantan madu nya dulu. Tapi akhirnya dengan pertimbangan cukup berat, akhirnya Delia menyetujui. Meskipun sebenarnya bagi Delia yang salah itu Daren sejak dulu, Daren lah yang tak bisa bersikap tegas. Serakah ingin menjalani rumah tangga dengan dua wanita sekaligus. Namun tetap saja kata adil memang terdengar sangat mudah, tapi pada kenyataannya akan tetap membuat sakit hati salah satunya. Tak akan ada wanita yang ingin di madu, memiliki madu dalam pernikahan nya, berbagi cinta.


Sedangkan di Perusahaan Agung Jaya Group saat ini, Tasya sedang clingak clinguk di dalam ruangan Daren. Hingga pukul 11.00 siang, Daren belum juga sampai. Bahkan suasana ruangan terlihat sepi, hanya berkas-berkas yang tersusun rapi. Jangankan Daren, Doni pun tak ada batang hidungnya.


" Pada ke mana ni orang ? Kenapa sampai sekarang pada ga ada yang datang ? Apa pada ga ke kantor hari ini ? " Gumam Tasya dalam hati. Seperti biasanya Tasya yang sekarang bertugas menyediakan minuman untuk Daren. Tugasnya sekarang bukan sebagai sekertaris Daren, tapi lebih tepatnya sebagai office girls. Tapi Tasya bisa apa ? Dengan kekuatan yang masih ada, dia mencoba bertahan bekerja di sana.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 13.00, Daren atau pun Doni belum juga datang.


" Pada ke mana sih ni orang ? Ga biasanya Daren dan Doni ga datang ke kantor ? " Tasya terus berpikir dengan pemikiran nya sendiri.


__ADS_2