
Namun sayangnya meskipun sang istri meresponnya, Daren belum berhasil buka puasa.
" Maaf mas aku ga bisa melanjutkan. Kita status nya baru pacaran. " Ucap Delia tegas. Dan Daren hanya bisa menghela nafasnya panjang. Sepertinya proses pacarannya harus segera di percepat. Daren akan melamar Delia sebagai istri nya dan ke tahap sangat serius untuk menjadikan Delia sebagai istri nya.
Pagi ini akhirnya mereka ke aktivitas masing-masing.
" Jangan lupa nanti sore kita nonton bioskop ! Kita pakai pakaian santai aja ya ! Nanti aku pulang dulu ke rumah menjemput mu ! " Ucap Daren sebelum dirinya melangkahkan kaki nya ke luar rumah untuk bekerja.
Sampai saat ini Daffa belum juga Delia jemput, karna sore ini mereka akan nonton bioskop.
Sore ini Delia sudah bersiap hanya menggunakan kaos ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan paduan celana jeans.
Daren telah sampai di rumah. Mata nya tak berkedip melihat pesona istrinya.
" Mas, kok malah bengong sih ayo berangkat ! " Ucap Delia yang melihat suaminya justru malah bengong hingga akhirnya tersadar
" Ya ampun yang aku jadi minder gini, kamu masih cocok jadi anak kuliahan. Aku jadi serasa tua banget. " Sahut Daren. Pesona Delia memang tak ada duanya, meskipun telah memiliki anak tubuhnya masih terlihat sexy dan wajahnya terlihat segar.
" Apaan sih mas, bisa aja ! Mas juga masih terlihat muda kok ya udah mandi dulu sana ! " Titah Delia. Dan akhirnya Daren menaiki anak tangga terlebih dahulu untuk mandi dan bersiap-siap.
Berangkat. Delia dan Daren kini sedang dalam perjalanan menuju sebuah mall yang letak nya tak terlalu jauh dari rumahnya.
__ADS_1
Daren dan Delia masuk ke dalam mall menuju bioskop yang berada di dalam mall tersebut. Banyak orang yang terpaku melihat pesona Daren dan Delia. Bahkan ada pria seumuran Delia yang mencoba menghampiri Delia untuk berkenalan saat Daren sedang mengambil tiket yang dia sudah pesan secara online.
Melihat pemandangan seperti itu tentu saja membuat Daren merasa geram karna cemburu. Delia usianya memang baru 23 tahun jenjang usianya dengan Daren 6 tahun.
" Udah sih mas jangan bikin keributan ! Aku juga kan udah menolak kenalan sama dia ! " Ucap Delia mencoba menghadang Daren yang hampir saja memukul dua cowok yang sepertinya masih kuliah. Bagaimana dirinya tak merasa kesal jika Daren di sebut om sama dua pria itu.
" Ya udah ayo masuk ! Film nya udah mau mulai ! " Ajak Daren. Daren menggandeng tangan Delia dengan mesra.
Lampu sudah di matikan dan film sudah di mulai. Ini hal pertama kali yang di rasakan Delia bisa menikmati nonton film di bioskop sama hal nya dengan Daren. Dulu saat bersama Tasya, Daren tak sekalipun menonton di bioskop. Daren memilih film action.
Jari jemari Daren terus menggenggam tangan istrinya erat. Dan sesekali dirinya melirik ke arah istrinya yang sedang serius menonton.
" Serius banget sih yank ! Ga ada icip-icip bibir ini ? " Bisik Daren di telinga istri nya.
Namun bukan namanya Daren kalau merasa rugi, Daren langsung menarik tangan Delia hingga wajah mereka saling berhadapan. Daren langsung menarik tengkuk Delia untuk semakin mendekatkan dengan nya. Kini mata mereka saling menatap.
Daren langsung menempelkan bibirnya di bibir istrinya dan ********** dengan lembut. Merasa istrinya tak merespon akhirnya Daren sedikit menggigit bibir bawah sang istri agar membuka mulutnya untuk Daren mulai mengeksplore nya. Perlahan tapi pasti akhirnya Delia terhanyut dengan permainan bibir suaminya. Terlebih kini tangan nakal suaminya sudah menggerayangi tubuhnya dan meremas kedua bukit kembarnya yang masih terasa kencang. Daren sengaja mendekatkan tubuh Delia agar leguhan istrinya terdengar di telinganya. Dan akhirnya hari ini mereka bikin film sendiri. Membuat sang soulmate sudah berdiri tegak.
" Yang ke hotel yuk ! Aku udah ga tahan ! " Bisik Daren yang nafasnya sudah terengah-engah. Hasrat nya sudah memuncak.
Dan akhirnya Delia menyetujui keinginan suaminya. Mungkin ini saat nya dirinya memberikan hak nya untuk suami. Setelah sekian lama gagal terus buka puasa.
__ADS_1
Daren melakukan kendaraan nya dengan kecepatan cepat menuju sebuah hotel. Jantung Delia berdegup kencang karna ini hal pertama kali dirinya akan melakukan kembali hubungan suami istri dengan suaminya.
Untungnya letak hotel nya tidak terlalu jauh dari mall tersebut. Hanya memakan waktu 10 menit mereka telah sampai di hotel.
Daren seperti di Uber setan. Setelah menerima kartu pass untuk masuk. Daren langsung membuka pakaian yang menempel di tubuhnya dan membuangnya ke sembarang arah.
" Buka donk yang pakaiannya, aku udah ga tahan ! " Ucap Daren yang wajahnya sudah memerah menahan hawa panas dalam tubuhnya. Kini mereka sudah dalam keadaan polos.
Daren langsung menggendong tubuh istrinya ke atas ranjang dan mulai mencumbunya. Nafsu Daren sudah sangat meninggi. Kini dirinya sudah mengukung tubuh istrinya dan memberikan rangsangan di sekujur tubuh istrinya.
" Aaaahhh..." Saya mulut suaminya sedang meraup bukit kembarnya dan menghisap seperti Daffa dan memilin Puti** nya. Dan tangan yang satunya kini sedang meraba di area sensitif sang istri.
Daren sudah tak tahan lagi hingga kini bibirnya turun bermain di lubang kenikmatan milik istrinya. Hingga desah** terus terlontar dari bibir Delia. Tubuhnya kini sudah bergelinjang bahkan Delia mendorong kepala suaminya agar semakin memperdalam.
" Aaaahhh sayang...aku sudah tidak tahan ! " Ucap Daren sambil melebarkan kedua pangkal paha istri nya dan memposisikan miliknya di lubang kenikmatan sang istri yang begitu menggoda.
" Mas masukin ya sayang..." Ucap Daren , namun sayangnya Delia sudah tak kuasa membuka suara hanya anggukan sebagai kode dirinya pun sudah menginginkannya.
" Emmmpppttt...Aaaahhhh.." Suara yang keluar dari bibir keduanya. Saat sang soulmate sudah masuk dengan sempurna di milik istrinya.
Daren memainkan pinggulnya menaik turun dengan perlahan tapi pasti membuat Delia terlena.
__ADS_1
" M-Mas, aahhhh..." Delia mengalami pelepasan pertamanya. Tentu saja hal itu membuat Daren semakin semangat hingga akhirnya dirinya semakin mempercepat goyangannya. Untuk mencapai puncaknya dan akhirnya cairan hangat menyembur di rahim Delia. Dan mereka mengerang bersama karna Delia mengalami pelepasan kedua.
Memang ini adalah hal pertama setelah mereka berdua berpuasa. Rasanya masih terasa nikmat meskipun Delia telah melahirkan anaknya. Hingga Daren tak kuasa hanya bermain satu ronde saja. Setelah jeda 10 menit Daren kembali bernafsu, dan kini dengan posisi Delia menungging. Permainan masih di pimpin Daren, masih semangat 45. Terlebih dirinya baru buka puasa. Hingga baru permainan ketiga Daren ambruk. Permainan ketiga di pimpin oleh Delia.