Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Bumil sangat menggoda


__ADS_3

Setelah tim medis melakukan tindakan, akhirnya di putuskan Daren harus di rawat di rumah sakit untuk mengatasi dehidrasi yang di alami dan juga diare yang sempat terjadi terus menerus.


Kini dia sudah di pindahkan di ruang perawatan. Perlahan Daren membuka matanya dan melihat sang istri yang sibuk dengan gadget nya dan sepertinya sedang serius membaca noveltoon hingga saat Daren membuka mata, dirinya tak sadar. Sedangkan Doni, setelah mengurus segalanya, dia pamit pulang. Dan mama Mila dan Papa Agung sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Daren di rawat.


" Yang, aku di rawat ? " Tanya Daren , dia menoleh ke kanan dan kiri melihat sekeliling ruangan.


" Kamu udah sadar mas..." Jawab Delia santai.


" Jadi kamu mau nya aku ga sadar-sadar ? Biar jadi janda terus menikah lagi. " Ucap Daren mendengus kesal. Delia mengerutkan keningnya, merasa bingung kenapa suaminya bicara seperti itu.


Delia tertawa geli dengan sikap suaminya, yang selalu cemburu ga jelas.


" Yakin, mau aku seperti itu ? " Bisik Delia di telinga Daren membuat hembusan nafasnya membuat Daren merasa merinding di sekujur tubuhnya, dan sial nya membuat sang soulmate terbangun dari bobo cantiknya.


" Yang.." Sahut Daren dengan suara beratnya. Tiba-tiba hasrat nya muncul.


Daren menuntut tangan istrinya untuk memegang benda kesayangan nya.


" Mas, ini rumah sakit ! Jangan macem-macem deh ! Lagi pula mas kan baru aja sadar pasti tubuh mas masih lemas. " Ucap Delia dengan wajah yang seperti kepiting rebus, Delia terlihat gugup seperti anak perawan saat malam pertama. Tentu saja hal itu membuat Daren terkekeh. Memang Daren tiba-tiba menginginkan sang istri memanjakan sang soulmate, tapi dia juga tau diri jika saat itu mereka berada di rumah sakit dan tubuhnya pun belum sanggup hahahihi.


" Sini kamu naik ke ranjang, mas cuma ingin kamu pegang aja ! " Ujar Daren membuat Delia menggelengkan kepalanya. Terlebih kedua orang tua suaminya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ga lucu donk jika nanti ke gep.

__ADS_1


Daren berusaha bangkit dan duduk, tanpa aba-aba Daren langsung menarik tengkuk istrinya dan meluma* bibir istrinya. Delia berusaha untuk melepasnya. Hati nya dah Dig dug seeerrr takut jika tiba-tiba mertuanya Dateng. Dan benar saja apa yang dia takutin, saat itu tiba-tiba saja mertua nya masuk dan melihat adegan mereka bercium**.


" Dasar ya kamu...baru sadar aja udah mesum ! Untung yang masuk mama sama papa, coba kalau suster dan dokter yang masuk. " Omel Mama Mila pada sang anak, sedang Delia kini hanya menunduk malu dan terus mengumpat sang suami menjadi seperti ini.


" Habis bumil sangat menggoda, buat aku ga tahan. Udah aku mau pulang aja, biar bisa lanjutkan misi yang tertunda. " Ujar Daren tak berfilter sambil melirik ke arah istrinya dan memainkan alisnya membuat Delia merasa kesal. Bisa-bisanya sang suami bicara hal yang fulgar dengan santainya.


Dan ulah Daren, membuat papa Agung geleng-geleng kepala. Papa Agung merasa bingung, entah sang anak menurun dari siapa memiliki sifat mesum tingkat dewa. Karna Papa Agung lebih bersikap dingin jika di luaran, meskipun saat di ranjang beringas juga seperti harimau yang tak makan 6 bulan. Mau nya menerkam Mama Mila.


Kini Daren sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter. Dia hanya menginap di rumah sakit Satu malam. Tentu saja hal itu membuat Daren sedang, karna dia sudah tak tahan menjamah tubuh istrinya. Baginya bumil sangat menggoda. Delia terlihat lebih seksi, dengan tubuh yang lebih padat dan berisi. Dan aura kecantikan nya semakin terpancar.


" Siapkan malam ini ! Mas akan buat kamu tak tidur semalaman ! " Goda Daren membuat Delia melayangkan Capitan di perutnya membuat Daren meringis kesakitan.


" Sayang..." Ucap Delia saat dirinya masuk ke dalam rumah dan Daffa berlari menghampiri sang bunda.


Daffa ingin langsung memeluk sang bunda, namun Delia menolaknya. Karna sang bunda dan ayah baru saja pulang dari rumah sakit, takut ada virus. Delia ingin mandi membersihkan tubuhnya dulu.


Delia sudah selesai mandi dan keluar hanya memakai bathrobe, dan rambutnya pun terlihat masih basah. Tentu saja membuat Daren tak kuasa menahannya, yang sejak tadi menelan Saliva nya. Untungnya ada Daffa, jika tiba dia yakin pasti khilaf. Dan dari pada traveling, Daren memilih untuk mandi membersihkan tubuhnya.


" Dede bayi, kamu lagi apa ? Kapan kamu lahir ke dunia de ? " Ujar Daffa sambil mengelus dan mencium perut bundanya.


Dan kini Daffa beralih ke sang ayah yang baru selesai mandi. Kini mereka bertiga sudah berada di ranjang. Meluapkan kerinduan semalaman tak bertemu.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 22.00. Sepertinya Daffa sudah mulai mengantuk. Dia pamit ingin tidur ke kamarnya. Delia mencoba merayu sang anak agar dirinya tidur di sini bersama nya. Menghindari sang pemangsa yang siap memangsa nya. Tentu saja Daffa senang bisa tidur bersama bunda dan ayahnya. Dan tak lama kemudian Delia dan Daffa tertidur dan hanya menyisakan Daren yang masih merasa gelisah karna tak tersalurkan hasratnya. Tapi akhirnya lama-kelamaan dirinya pun ikut sang anak dan istrinya ke alam mimpi.


\=\=\=\=


Hari terus berganti, kondisi keadaan Daren semakin membaik. Dia sudah mulai beraktivitas kembali, bekerja kembali mengurus perusahaan. Delia pun sama. Setelah libur tiga hari, hari ini dia akan mengunjungi butik dan usaha konveksi nya.


Daren telah sampai di perusahaan. Dan Delia juga sudah bersiap-siap untuk pergi ke usaha konveksi nya dan lanjut ke butik. Hari ini Daffa akan di jemput sang kakek dan neneknya, karna ingin di ajak ke tempat bermain.


Delia mengecek satu persatu laporan. Dia juga sempat berkeliling memutari tempat konveksi nya. Meskipun perutnya sudah mulai besar, namun tak sedikit pun mengurangi ruang geraknya. Dia terlihat masih lincah.


" Pasti mas Daren suka kalau aku bawain makanan ke kantor. " Gumam Delia yang berniat akan mengunjungi kantor suaminya dan membawakan makanan untuk mereka bertiga. Satu untuk nya, Satu untuk suaminya, dan satu untuk Doni sang asisten suami.


Delia memasuki kantor suaminya dengan menenteng makanan yang sempat dia beli di jalan.


Delia membuka pintu ruangan suaminya, membuat sang suami dan Doni melihat ke arah pintu siapa yang datang.


" Sayang...kamu datang ? Mas seneng banget. " Ucap Daren yang bangkit dan langsung menghampiri sang istri dan memberikan kecupan di pipi istri nya dan memeluk nya. Daren tak peduli meluapkan keromantisannya meskipun ada Doni.


" Ih mas lepas ! Malu ada Doni. " Dengus Delia. Tapi Daren tak peduli, justru dia semakin mendekati wajah sang istri, dan meluma* istri nya dan tangannya meraih makanan yang masih di pegang istrinya dan menaruh di meja kerjanya. Tentu saja pemandangan itu membuat Doni pergi meninggalkan ruangan bosnya.


Yuk ah terus kasih dukungannya, jangan kasih kendorπŸ˜πŸ˜ƒπŸ€£πŸ˜πŸ€—πŸ™πŸŒ·β˜•

__ADS_1


__ADS_2