Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Kebahagiaan Daren


__ADS_3

Hari ini Daren dan Daffa sudah di perbolehkan pulang. Hanya tinggal tahap pemulihan saja. Daffa terlihat sudah segar dan sehat kembali. Sedangkan Daren terkadang masih suka merasa nyeri, mungkin dirinya hanya butuh adaptasi. Dan untuk sementara dirinya tak di perbolehkan melakukan kegiatan hal yang berat. Termasuk mencangkul di lahan garap sang istri.


Delia mendorong kursi roda Daren hingga keluar dan Daffa di gendong oleh Doni. Dan kini mereka sudah di parkiran mobil.


" Ayo mas aku bantu ! " Ucap Delia membantu sang suami, memapah hingga masuk ke dalam mobil.


Delia duduk di sebelah suami dan Daffa berada dalam pangkuannya.


" Mas ingat pesan dokter ga boleh terlalu banyak gerak, ga boleh terlalu cape ! Mas masih tahap pemulihan. Masih harus adaptasi tubuhnya ! Kalau perlu biar aku saja yang urus perusahaan kalau Doni merasa kewalahan, kamu biar di rumah aja sama Daffa. " Ujar Delia.


Daren menghela nafasnya panjang, ternyata dirinya masih harus berpuasa tak bisa mencangkul lahan garap sang istri. Dirinya harus mengikuti saran dokter agar tak menjadi masalah.


" Don, tolong bantu mas Daren ke kamar ya ! Sebaiknya kita tidur di kamar aku aja dulu, nanti mas takut sakit harus naik tangga ! " Ujar Delia dan akhirnya Daren mengikuti saran istri nya.


" Mas Daren istirahat dulu aja ya ! Aku mau nyiapin makanan dulu buat kita ! Daffa temenin ayah dulu ya sayang di kamar ! Bunda mau masak dulu ! " Titah Delia kepada suami dan anaknya.


Meskipun ada art yang bekerja mengurus rumah, tapi Delia selalu menyempatkan waktu agar anak dan suaminya memakan makanan yang dia masak kecuali jika dirinya benar-benar sibuk dirinya tak masalah Bi Yati yang memasaknya.


Menu makan sore hari ini adalah sop iga, tempe goreng, sambel, dan ayam goreng. Daren merasa bersyukur memiliki istri yang pintar memasak seperti Delia. Kebutuhan perutnya selalu terpenuhi dan terjamin.

__ADS_1


" Mas makan dulu ya ! Biar aku siapin ! " Ucap Delia yang sudah membawa satu mangkuk berisi sop iga dan juga sepiring nasi berisi ayam goreng, tempe goreng, dan juga sambel.


" Mas harus makan yang banyak biar mas cepat pulih ! " Ucap Delia sambil menyuapi suaminya dengan telaten.


Daren terus memandang wajah sang istri. Sungguh dirinya merasa sangat bahagia memiliki istri yang begitu sabar dan penyayang. Daren merasa bersyukur masih di kasih kesempatan untuk memiliki Delia. Meskipun jalan nya penuh Lika liku, namun jodoh lah yang menyatukan mereka.


Delia tersipu malu melihat sang suami yang terus memandang wajahnya. Mungkin inikah yang di nama cinta, ya Delia telah membuka hatinya untuk Darendra Pramudya suaminya. Dirinya merasakan ada getaran yang terus mengusik hatinya.


" Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu. Terima kasih kamu selalu setia padaku, meskipun aku sudah menyakitimu ! Aku berharap kamu bisa membuka hati mu untuk mencintai aku, memberikan kesempatan padaku untuk membuktikan cintaku padamu ! " Ucap Daren sambil merangkup kedua pipi istri nya dan menatap lekat mata istri ya, saling menatap.


" Ya mas aku akan coba membuka hati ku untuk kamu. Aku akan belajar mencintai kamu ! Menerima kamu apa adanya. " Sahut Deli membuat Daren bersorak gembira karna akhirnya dirinya mendapatkan lampu hijau dari istrinya. Ternyata perjuangannya selama ini tak sia-sia.


" Mas sih terlalu senang, sakit deh ! Hati-hati mas ! " Ujar Delia. Dan Daren hanya menyengir. Karna memang dirinya kini merasa sangat bahagia.


\=\=\=\=


Hari terus berlalu, Kondisi Daren semakin membaik. Begitu juga dengan Daffa. Daffa sudah bisa bermain normal. Tentu saja hal itu membuat Daren dan Delia merasa bahagia. Karna sang anak tak perlu merasa kesakitan lagi. Dan Daren pun sudah kembali pada rutinitas nya, kembali mengurus perusahaan papinya seperti hari ini.


" Yang...siang ini kamu ke kantor donk ! Bawain aku makanan, Daffa titip aja dulu sama Mama. " Ujar Daren manja dengan istri nya.

__ADS_1


" Maaf mas aku ga bisa. Kerjaan aku lagi numpuk banget. Kan kemarin waktu aku banyak tersita di perusahaan papa. Jadi aku sekarang keteteran banget. Maaf ya mas, besok-besok kalau aku sempat baru aku ke sana ya ! " Sahut Delia membuat Daren merasa sedikit kecewa. Tapi memang benar yang di ucap istri nya. Semua ini karna ulahnya yang tak bisa langsung bekerja normal. Selama dirinya menjalani tahap pemulihan, Delia lah yang sering mengontrol perusahaan.


" Ya udah mas berangkat dulu ya ! Ingat jangan nakal, mas sayang banget sama kamu ! " Ucap Daren membuat Delia memutar bola matanya merasa malas mendengar penuturan suaminya. Yang selingkuh itu siapa ya ? Yang gampang tergoda siapa ya ? Yang nakal itu siapa ya ? Kalau Delia sih meskipun Daren menyakiti dirinya, dia tetap setia tak tergoda sedikit pun dengan Reynaldi. Dia juga tetap menjaga rumah tangganya karna masih berstatus menjadi istri Darendra Pramudya.


\=\=\=


" Aaaahhh...saya senang banget Don. Akhirnya Delia mau membuka hatinya untuk saya. Dia mau memaafkan kesalahan saya selama ini. Sebentar lagi bisa buka puasa deh. Uhuy..." Ucap Daren dengan rona bahagia.


" Ujung-ujungnya ************ ! Dasar mesum. " Gerutu Doni.


Daren memejamkan matanya, mengingat saat Delia tersipu malu saat dirinya memandang wajah dirinya. Delia juga mau membuka hatinya untuk nya, dan mau mencintai dirinya. Daren tersenyum sendiri seperti orang yang ga waras. Menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


" Saya pengen banget cepet-cepet buat adik buat Daffa. Ga tahan udah lama banget puasa. Doni kamu ga mau nikah ? Cari sana ! Kamu normal kan ? Nikah itu hidup kita jadi tenang, kita punya tujuan hidup, ada yang menyayangi dan memperhatikan kita pokoknya arti nikah sebenarnya itu sungguh luar biasa. Tapi baru saya dapatkan semuanya dari Delia. Untungnya Delia masih mau kasih kesempatan buat saya, kalau ga saya paling selama nya jadi duda keren. " Ucap Daren sambil terkekeh. Sungguh perasaan nya kini tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Daren sangat bahagia.


Dan Doni lebih memilih meninggalkan bos nya yang sedang kasmaran seperti anak Abege. Gaya nya tengil ngajarin Doni. Padahal dulu dia hidup nya ga karuan. Untung aja ketemu Delia, dan Delia ngasih kesempatan. Kalau ga selamanya hidupnya ga akan jelas. Dua tahun berpacaran sama Tasya cuma buat seru-seruan aja tapi pas udah nikah malah ga karuan.


" Kemana sih Doni ? Pasti kesel tuh gw ngomong gitu..Owh...Delia mas Daren mencintaimu...Mas udah kangen banget sama kamu. " Ucap Daren seperti orang yang sedang jatuh cinta.


Duh Daren tolong kelakuan kamu di kondisikan, jangan sampai masuk RSJ lagi karna kebucinan dirimu...wkwkwkπŸ˜πŸ˜„πŸ˜˜πŸ˜

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya kakak readers semuaπŸ˜˜πŸ˜„πŸ˜β˜•πŸŒ·


__ADS_2