Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku

Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku
Mengemis cinta


__ADS_3

" Aaaahhh...rasanya aku tak tenang, harus begini terus. Merindu mu sangat menyiksaku. " Daren terus merasa gelisah sejak tadi. Dirinya sangat merindukan Delia, mungkin bisa jadi karna Delia sedang mengandung anaknya hingga perasaan dirinya dengan Delia begitu dekat.


" Bisa gila, jika harus terus menahan rindu. " Daren pergi meninggalkan kantor, bahkan dirinya tak menunggu Doni sampai kembali. Demi cinta dia rela menaiki taksi online untuk menemui Delia.


" Kira-kira Delia di mana ya jam segini ? Rumah atau sudah ke butik ya ? " Gumam Daren tampak gelisah. Akhirnya dirinya memilih untuk menemui Delia ke rumah terlebih dahulu.


" Nyonya ke mana ? " Saat taksi online yang di tumpangin Daren sudah sampai di rumah Delia.


" Maaf Tuan...Nyonya sudah berangkat ke butik. Sepertinya Nyonya ada urusan penting, hingga berangkat terburu-buru. " Ucap Security yang bertugas. Dan akhirnya Daren memilih untuk melanjutkan perjalanan ke butik.


Daren mengerutkan keningnya saat melihat mobil Reynaldi yang sudah terparkir di sebelah mobil Delia istrinya.


" Breng*** aku diemin, mereka semakin menjadi ! " Daren masuk ke dalam butik dengan wajah dinginnya.


" Maaf Tuan, Nyonya Delia sedang ada tamu ! " Sahut sang asisten.


" Sejak kapan Delia memerintahkan diri mu untuk melarang suaminya masuk saat ada tamu ? " Ucap Daren kasar. Dan dirinya langsung menaiki anak tangga tanpa mempedulikan asisten Delia yang melarangnya.


Brakk


Daren membuka ruangan Delia dengan kasar, dia langsung menatap tajam ke arah Delia dan Reynaldi yang sedang duduk berdua sedang membuat sebuah design.


" Oh jadi ini tamu nya ? Sampai-sampai kamu melarang orang lain masuk, termasuk suami mu ? Apa kalian ingin bermesraan di dalam ? " Ujar Daren ketus.


" Mas ini mau apa sih datang ke sini ? Tiba-tiba aja masuk dan mengoceh tanpa permisi ? Ini kantor ku mas, mas sopan donk ! Lagian angin apa yang membawa mas ke sini ? " Ucap Delia yang bangkit menghampiri suaminya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


" Apa seorang suami ingin bertemu istrinya harus meminta izin terlebih dahulu. " Daren langsung mendekatkan tubuhnya dan Melu**t bibir Delia dengan nafsu di hadapan Reynaldi. Daren ingin memberi tahu pada Reynaldi bahwa Delia adalah istri nya.


" Mas...cukup !! " Delia mendorong tubuh Daren hingga dirinya hampir saja terjatuh.


" Aaww kepala ku sakit sekali...Oewekk...Oewekk.." Ucap Daren sambil memegang kepalanya. Delia yang melihat pria di hadapannya langsung membantu memapah Daren ke sofa lalu mengambil air putih.


" Di minum dulu mas... ! Mas kalau sakit kenapa ga istirahat aja si di rumah ! " Ucap Delia. Meskipun dirinya kesal, namun melihat kondisi suaminya seperti itu dirinya merasa tak tega.


" Mas...kangen sama kamu Del. Mas pengen tinggal sama kamu aja ! Mas yakin kamu bisa merawat mas lebih baik. " Ucap Daren sambil memeluk tubuh istrinya erat.


" Ya Tuhan apa ini karna bawaan kehamilan aku ya. Dia yang mengalami nya. Mual dan menjadi manja padaku. Kehamilan simpatik. Tapi aku sudah janji pada diri sendiri tak akan memberi tahu kehamilan ku padanya. " Ucap Delia dalam hati.


" Ya udah mas diem saja dulu di sini istirahat ! Nanti kita bicarakan lagi ! Sekarang aku mau selesaikan dulu pekerjaan ku sama Reynaldi. " Ucap Delia dan mencoba terlepas dari dekapan suaminya.


" Mas ini kenapa sih ? Mas itu sakit apa sih sebenarnya ? " Ucap Delia sambil memandang wajah suaminya.


" Memangnya aku kenapa ??? " Tanya Daren bingung.


" Tadi mas tiba-tiba datang ke sini ga seperti biasanya. Sekarang bersikap baik sama aku ? Bukannya aku tak pernah ada artinya buat mas ? Kan hanya Tasya yang mas cinta, ya udah mas sama dia aja ! Kan sebentar lagi kita juga sudah mau selesai kontrak, jadi mas harus mulai terbiasa hidup sama ku ! Lebih baik mas pulang, kembali sama Tasya. Aku ga suka mas di sini kalau hanya mengganggu aku kerja. Bukannya mas yang ngomong aku suruh melanjutkan hidupku sendiri, tak berharap lebih dari hubungan pernikahan kita, bahkan mas dulu meminta aku berhenti menjadi sekertaris mas agar aku tidak mengganggu hidup mas. Dan membuka usaha dari uang kompensasi perjanjian kita ? Aku sudah menepati loh mas, kenapa mas justru begini ? " Seperti bom atom yang sudah terpasang kapan meledaknya, Daren hanya bisa diam terpaku mendengar ucapan dari wanita yang masih menyandang menjadi istrinya.


Dan mau tak mau Daren terpaksa melepaskan pelukan dirinya, membiarkan Delia kembali duduk bersama Reynaldi. Namun sebelumnya dirinya meminta asisten nya untuk membuatkan teh hangat untuk suaminya.


" Kalau bukan karna cinta, aku tak akan mengemis cinta seperti ini ! Bahkan dia tak tahu, jika demi dia aku rela naik taksi online dan menahan perasaan cemburu ku melihat dirinya bersama cowok breng*** itu. " Daren terus saja menggerutu dalam hati.


Sesekali Reynaldi melirik ke arah Daren, dirinya terkekeh dengan sikap Daren yang menurut nya tak jelas. Sebenarnya dirinya merasa cemburu karna Delia masih saja tak mau berpisah, namun akhirnya dirinya sadar bahwa cinta tak bisa di paksa. Dia mencoba mendalami Delia lebih dulu, terlebih Delia sedang mengandung anak Daren suaminya. Meskipun dirinya siap menjadi ayah angkat bagi anak yang di kandung Delia. Namun rasanya tak adil bagi anak yang di kandung Delia.

__ADS_1


Lagi-lagi Daren berulah, malah menarik sebuah kursi dan duduk di samping Delia bergelayut manja..


" Mas...ih geli. Jangan gini donk, ga enak ada Rey di sini ! " Delia protes dengan ulah Daren menggusel-gusel kepalanya di leher Delia.


" Biarin aja , biar tuh orang depan kamu sadar diri pulang ! " Ucap Daren santai.


" Ih mas ini rese banget sih, aku kan yang ngundang Rey ke sini. Karna aku ada project pembuatan gaun pengantin untuk artis luar negeri. Ini project besar ku sama Rey. Mas pulang aja sana, sama istri kesayangan mas aja ! " Delia sudah mulai geram.


Namun hari itu Daren seperti anak kecil yang manja ke ibu nya, membuat Delia merasa jengkel. Daren tetap tak mempedulikan istri nya yang terus mengomel seperti ibu kos menagih kontrakan.


Dret...Dret...


" Ya..." Sahut Daren di panggilan telepon.


" Tuan di mana ? Saya di kantor. " Ucap Doni.


" Ga usah nyariin saya ! Ganggu saja ! " Ucap Daren ketus kepada sang asisten.


" Di mana tuh orang ? Jutek amat, lagi pms kali ya ? Ya sudah bagus ga mau di ganggu, awas saja nanti nyariin gw minta jemput ! " Ucap Doni kesal.


Dan akhirnya Reynaldi mengalah, dirinya berpamitan pulang karna melihat tingkah Daren yang menyebalkan.


" Akhirnya...sadar juga, kalau dari tadi cuma jadi nyamuk..." Daren menyindir Reynaldi membuat Delia menyubit pinggang Daren hingga meringis kesakitan.


" Sakit sayang...kalau mau godain aku di ranjang aja. Ayo kita pulang ! " Ucap Daren tengil dengan tak ada malunya.

__ADS_1


__ADS_2